byakuya
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 46894
- Sejak
- 25 Jun 2008
- Pesan
- 14.460
- Nilai reaksi
- 288
- Poin
- 83
Standard Chartered mengganti BlackBerry yang merupakan standar di perusahaan itu dengan iPhone. Penggantian alat komunikasi itu bisa mempengaruhi ribuan bankir.
Pegawai bunk Standard Charterded di Asia mengatakan, perusahaan pemberi pinjaman bermarkas di London itu memberikan pilihan pada pengguna BlackBerry untuk berganti ke perangkat iPhone.
“Ini merupakan inisiatif dalam lingkup luas yang melibatkan keseluruhan penjualan dan kosumen bunk secara global,” kata juru bicara Standard Chartered di Singapura seperti dikutip dari Yahoonews. Juru bicara ini menolak untuk disebutkan namanya, karena kebijakan perusahaan.
Proses dari perpindahan layanin email perusahaan dari BlackBerry ke iPhone dimulai sebulan yang lalu.
Juru bicara ini mengatakan tidak tahu berapa banyak pekerja di Asia menggunakan BlackBerry dari total pengawai yang berjumlah 75 ribu orang. Jubir itu juga tidak mengetahui kapan perpindahan itu akan selesai.
Pegawai bunk di institusi keuangan lain seperti HSBC Holdings Plc dan Morgan Stanley sejauh ini masih menggunakan BlackBerry sebagai standar perangkat yang digunakan perusahaan mereka untuk komunikasi bisnis.
Meskipun terdapat beberapa indikasi akan terjadi perubahan, namun membutuhkan waktu untuk perpindahan. Hal itu utamanya karena masalah keamanan, menurut keterangan analis profesional keuangan dan teknologi informasi.
“Jika lebih banyak perusahaan berganti ke iPhone, ini tentu saja berita buruk bagi RIM,” kata Lu Chialin, analis industri IT di Macquarie Securities, Taipei.
“Namun akan membutuhkan waktu yang lama bagi perusahaan untuk melakukan ujicoba internal sebelum memutuskan untuk berpindah, jadi ini masih menyisakan waktu sebelum memberikan efek kepada RIM.”
BlackBerry yang diproduksi Research in Motion asal Kanada merupakan perangkat yang dipilih para pegawai bunk dan eksekutif yang membutuhkan akses reguler pada email dan internet di luar kantor.
Lalu bagaimana BlackBerry menyikapinya? “Orang akan selalu melakukan perubahan. Saya meihat ada pula pihak yang berganti ke BlackBerry,” kata Gregory Shea, direktur RIM di China.