Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber Foto:IDN Times Sumu
Selamat malam,pagi & siang agansis dimanapun berada
Kali ini TS akan membagikan kisah perjalanan TS melihat langsung proses pembuatan gula merah secara tradisional, letak pengolahan ini berada di sebuah Kecamatan di Provinsi Sumatera Barat.
Sebelum membaca agansis semua pencet shift + X untuk membuka semua spoiler di dalam trit ini
Langsung sajaaaaaaaaaaaaaaaa
Kali ini TS akan membagikan kisah perjalanan TS melihat langsung proses pembuatan gula merah secara tradisional, letak pengolahan ini berada di sebuah Kecamatan di Provinsi Sumatera Barat.
Sebelum membaca agansis semua pencet shift + X untuk membuka semua spoiler di dalam trit ini
Langsung sajaaaaaaaaaaaaaaaa
Gula merah, kita semua pasti sudah tidak asing dengan salah satu bahan pokok yg satu ini, gula merah biasanya terbuat dari hasil pemasakan air nira kelapa & air tebu. Gula merah tidak cuma di produksi di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara sepertidi India, Cina, Pakistan, Bangladesh, Afrika Timur, Bolivia, Jepang, & Amerika Selatan. Di beberapa daerah & negara gula merah tebu diketahui dengan nama daerah, misalnya gula merah tebu dari Sumatera Barat diketahui dengan nama Gula Saka, di India & Bangladesh diketahui dengan nama Gur, di Afrika disebut Jaggery, di Amerika Selatan disebut Panela, & di Jepang diketahui dengan Black Sugar atau Kuro Sato. Di pasar internasional gula merah diketahui dengan sebutan Brown Sugar & sedangkan di Indonesia bernama gula merah.
Gula merah di Indonesia banyak di produksi di daerah-daerah Jawa & Sumatera, di Pulau Sumatera sendiri gula merah banyak di produksi di daerah Sumatera Barat.
Di Sumatera Barat, gulo saka banyak di produksi di 2 kecamatan yaitu kecamatan matur & kecamatan candung, 2 kecamatan tersebut merupakan daerah penghasil tebu terbesar di Sumatera barat, namum ke dua daerah memiliki cara proses pengolahan gula merah yg berbeda, di kecamatan matur kita dapat menemui para pengolah gula merah mengpakai mesin namun di kecamatan candung kita sama sekali tidak menemukan petani yg mengolah gula merah mengpakai mesin, namun masih mengpakai cara tradisional, bagaimana sih cara pengolahan gula merah secara tradisional, yuk kita intip prosesnya...
Quote:
1. Penggilingan
Tebu yg sudah dipanen digiling mengpakai kilangan, kilangan ini berbentuk seperti 2 roda yg digerakan oleh tenaga kerbau, kebetulan waktu TS ke letak petani gula merah sudah selesai mengerjakan proses penggilingan. Mesin kilangan yg dipakai dapat dilihat pada gambar dibawah
Spoiler for Mesin Kilangan:
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Quote:
2. Penyaringan
Penyaringan disini berguna untuk menyaring kotoran berupa sisa-sisa ampas tebu yg juga ikut masuk sewaktu proses penggilingan. Waktu TS ke lokasi, petani gula merah sudah selesai mengerjakan penyaringan, jadi untuk dokumentasi tidak ada, kesiangan sih datangnya
Quote:
3. Pemasakan
Nira tebu yg sudah disaring dimasukan ke dalam kuali atau orang di Candung biasa menyebut kancah. Bahan bakar yg dipakai berupa sisa-sisa ampas tebu yg sudah di giling & mengpakai kayu bakar. Pemasakan dilakukan hingga gula yg dihasilkan bewarna cokelat muda. Ciri-ciri nira yg sudah masak bewarna cokelat muda, mengental & memiliki sedikit buih.
Spoiler for Bahan bakar:
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Spoiler for Pemasakan:
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Oiya kalau ada yg nanya, itu keranjan apaan yg diletakan diatas wajan, itu namanya garondongatau lingkayang terbuat dari bambu, fungsi nya adalah supaya nira tidak tumpah & buih uap panas dapat terlepas keluar.
Quote:
4. Pencetakan
Nira yg sudah dimasak diaduk mengpakai sendok / sanduak kemudian dimasukan ke dalam alat cetakan yg terbuat dari tampuruang . Agar gula tidak melekat bagian dalamtampuruang, dibasahi mengpakai air.
Spoiler for Pencetakan:
Sumber: Dokumentasi pribadi
Sumber: Dokumentasi pribadi
Quote:
5.Pendharapan
Gula merah yg sudah masukan ke cetakan dibiarkan dharap terlebih dahulu, setelah dharap gula merah dilepaskan dari cetakan & siap untuk dikemas.
Spoiler for Gula merah yg sudah dharap:
Sumber: Dokumentasi pribadi
Quote:
6. Pengemasan
Gula merah yg dihasilkan kayaknya berbentuk bulat tidak sempurna, pipih atau apa lah bentuknya TS juga susah mendefenisikan nya hahahahha silahkan agansis aja yg menilai bentuknya gimana
Gula merah dikemas ke dalam plastik kemasan 10 kg, harga gula merah per kg nya adalah Rp.13.000
Spoiler for Gula merah yg sudah dikemas:
Sumber: Dokumentasi Pribadi
Setiap harinya, rata-rata petani gula merah menghasilkan 60kg gula merah/hari.
Trit ini merupakan hasil dari penelitian skripsi TS mengenai Analisis Kelayakan Finansial Pengolahan Tebu Menjadi Gula Merah.
Terimakasih sudah mampir & membaca, salam hangat
Jangan lupaa ditimpuk
dan jangan lupaa
Jangan lupaa ditimpuk
dan jangan lupaa
Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi TS (Hasil penelitian skripsi).
Spoiler for Bonus:
Hari ini 22:01