Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Yak balik lagi ke thread ane nada.sela sekarang mau bahas soal youtuber harus peduli dengan moralkah ?!!
Beberapa tahun terakhir, ramai-ramai banyak anak muda harap jadi Youtuber mengekspresikan karya untuk dimonetisasi
Dari gamers, vloggers, konten make up, drama, pendidikan, membicarakan hidup, bergunjing, hoax provokasi hingga menciptakan soft porn semua dilakukan atas nama berkarya & menambah subscribers
Yang paling gampang mendapat view & subscriber dapat dilihat yg mana kan?
YUP Soft Porn, Gunjing, Provokasi
Demi meraih subscriber yg banyak, youtuber anak muda antaranya sanggup mengambil jalan singkat dengan merakamkan video kisah sayang antaranya sambil dihiasi dengan wanita- wanita yg berpakaian seperti telanjang.
Fenomena mengatasnamakan open minded danfreedom of speech menciptakan betapa maraknya konten konten seperti itu.
Welp tidak ada yg salah dengan menciptakan konten tersebut menurut saya
Yang jadi masalah adalah orang-orang yg tidak memiliki dasar moral & pendidikan yg cukup untuk menyerap informasi-informasi yg dijadikan sebagai referensi pengetahuan.
Bergeserlah moral mereka karena informasi tadi tidak didukung dengan dasar yg kuat.
Menurut saya sendiri kita tidak dapat berbuat apa-apa tentang hal ini
Dunia memang bergerak ke arah sana, modernisasi sebuah ide moralitas yg baru menggeser moralitas yg lama bergantung pada banyaknya persetujuan dari banyak orang.
Kita cuma dapat mengajarkan apa yg dapat kita ajarkan ke orang sekitar kita.
Degradasi nilai-nilai kesakralan moralitas akan diruntuhkan atas nama kebebasan keegoisan nafsu hewani yg ada pada manusia.
Pembodohan atas nama kecerdasan akan marak & mendegradasikan nilai
Subjektifitas & objektifitas dibolak balik
Karena pada dasarnya pembenaran ditulis oleh mayoritas
Kebenaran ditulis oleh nurani yg berdasarkan evaluasi serasi yg menguntungkan semua makhluk.
:
Gunjing buruk karena ada orang yg tersakiti apabila diomongin
Seks bebas buruk karena ada konsekuensi kehidupan yg muncul dari seks, ada permainan rasa afeksi kemanusiaan dengan nafsu hewani
Itulah moral yg saya pahami juga orang banyak pahami
Manusia punya nurani & akan kembali pada nuraninya
Merasa bersalah itu artinya kita kembali ke nurani kita
Mempertanyakan disparitas perbuatan dengan nurani
Kesehatan mental juga ada kaitannya dengan gangguan ke nurani kita
Rasa iri itu yg paling mudah menggugah nurani kita
Hidup sempurna tetap merasakan iri
Punya segalanya tetap merasakan iri
Pintar sedunia pun tetap merasakan iri
Lingkaran kesulitan manusia yg tak akan pernah berujung dari semua kalangan manusia
Bukan bagaimana cara kita mempertahankan moral masyarakat
Tapi bagaimana kita mempertahankan moral sendiri & menyebarkannya ke sekitar.
Menyebarkan bukan berarti memaksakan
Karena sudah cukup diri kita sendiri yg menilai ketenangan jiwa kita akan nurani kita
Kesannya memang individualistic sekali tetapi memang kita cuma dapat memberikan contoh nyata saja bukan himbauan atau bacotan moralitas belaka.
Youtuber cuma butuh kewarasan sendiri tidak perlu peduli dengan pondasi penontonnya
Penonton youtube butuh pondasi menerima kewarasan youtuber apalagi kekuasaan penonton bebas memilih channel yg dia anggap waras
:
Carilah yg bermanfaat & sesuai dengan kewarasanmu
Moral orang berbeda-beda
Dan moral dunia akan bergeser berdasarkan mayoritas moral masyarakat umum
Sekian dari thread ane, klo dirasa bermanfaat dapat cendol, rate, share, comment
Hari ini 00:35
Beberapa tahun terakhir, ramai-ramai banyak anak muda harap jadi Youtuber mengekspresikan karya untuk dimonetisasi
Dari gamers, vloggers, konten make up, drama, pendidikan, membicarakan hidup, bergunjing, hoax provokasi hingga menciptakan soft porn semua dilakukan atas nama berkarya & menambah subscribers
Yang paling gampang mendapat view & subscriber dapat dilihat yg mana kan?
YUP Soft Porn, Gunjing, Provokasi
Demi meraih subscriber yg banyak, youtuber anak muda antaranya sanggup mengambil jalan singkat dengan merakamkan video kisah sayang antaranya sambil dihiasi dengan wanita- wanita yg berpakaian seperti telanjang.
Fenomena mengatasnamakan open minded danfreedom of speech menciptakan betapa maraknya konten konten seperti itu.
Welp tidak ada yg salah dengan menciptakan konten tersebut menurut saya
Yang jadi masalah adalah orang-orang yg tidak memiliki dasar moral & pendidikan yg cukup untuk menyerap informasi-informasi yg dijadikan sebagai referensi pengetahuan.
Bergeserlah moral mereka karena informasi tadi tidak didukung dengan dasar yg kuat.
Menurut saya sendiri kita tidak dapat berbuat apa-apa tentang hal ini
Dunia memang bergerak ke arah sana, modernisasi sebuah ide moralitas yg baru menggeser moralitas yg lama bergantung pada banyaknya persetujuan dari banyak orang.
Kita cuma dapat mengajarkan apa yg dapat kita ajarkan ke orang sekitar kita.
Degradasi nilai-nilai kesakralan moralitas akan diruntuhkan atas nama kebebasan keegoisan nafsu hewani yg ada pada manusia.
Pembodohan atas nama kecerdasan akan marak & mendegradasikan nilai
Subjektifitas & objektifitas dibolak balik
Karena pada dasarnya pembenaran ditulis oleh mayoritas
Kebenaran ditulis oleh nurani yg berdasarkan evaluasi serasi yg menguntungkan semua makhluk.
Gunjing buruk karena ada orang yg tersakiti apabila diomongin
Seks bebas buruk karena ada konsekuensi kehidupan yg muncul dari seks, ada permainan rasa afeksi kemanusiaan dengan nafsu hewani
Itulah moral yg saya pahami juga orang banyak pahami
Manusia punya nurani & akan kembali pada nuraninya
Merasa bersalah itu artinya kita kembali ke nurani kita
Mempertanyakan disparitas perbuatan dengan nurani
Kesehatan mental juga ada kaitannya dengan gangguan ke nurani kita
Rasa iri itu yg paling mudah menggugah nurani kita
Hidup sempurna tetap merasakan iri
Punya segalanya tetap merasakan iri
Pintar sedunia pun tetap merasakan iri
Lingkaran kesulitan manusia yg tak akan pernah berujung dari semua kalangan manusia
Bukan bagaimana cara kita mempertahankan moral masyarakat
Tapi bagaimana kita mempertahankan moral sendiri & menyebarkannya ke sekitar.
Menyebarkan bukan berarti memaksakan
Karena sudah cukup diri kita sendiri yg menilai ketenangan jiwa kita akan nurani kita
Kesannya memang individualistic sekali tetapi memang kita cuma dapat memberikan contoh nyata saja bukan himbauan atau bacotan moralitas belaka.
Youtuber cuma butuh kewarasan sendiri tidak perlu peduli dengan pondasi penontonnya
Penonton youtube butuh pondasi menerima kewarasan youtuber apalagi kekuasaan penonton bebas memilih channel yg dia anggap waras
Carilah yg bermanfaat & sesuai dengan kewarasanmu
Moral orang berbeda-beda
Dan moral dunia akan bergeser berdasarkan mayoritas moral masyarakat umum
Sekian dari thread ane, klo dirasa bermanfaat dapat cendol, rate, share, comment
Hari ini 00:35