AleXandria
IndoForum Newbie C
- No. Urut
- 107327
- Sejak
- 21 Okt 2010
- Pesan
- 164
- Nilai reaksi
- 2
- Poin
- 18
KULON PROGO, KOMPAS.com — Yogyakarta, Rabu (15/12/2010), akan kembali dikepung pengunjuk rasa. Kali ini tidak ada hubungannya dengan RUU Keistimewaan DIY atau penetapan Sultan sebagai gubernur, tetapi berkait dengan rencana penambangan pasir besi di pesisir Kulon Progo.
Kepala Kepolisian Daerah DIY juga sudah mengizinkan ribuan petani di pesisir Kulon Progo untuk berunjuk rasa. Aksi digelar sebagai reaksi terhadap sidang komisi analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) rencana tambang pasir besi di wilayah pesisir Kulon Progo yang akan digelar pada hari itu.
Wakil Kepala Polda DIY Kombes Tjiptono saat menemui anggota Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulon Progo mengatakan, polisi yang dikerahkan untuk mengamankan aksi petani tidak akan membawa peralatan apa pun yang bisa melukai petani. "Saya dengar besok akan ada unjuk rasa besar-besaran. Monggo, itu hak teman-teman," katanya, Selasa.
Tjiptono menegaskan, tugas polisi adalah mengayomi warga. Oleh karena itu, pihaknya akan mengamankan jalannya aksi. Meski begitu, ia berharap agar unjuk rasa petani beberapa waktu lalu yang berujung pada penembakan gas air mata tidak terulang kembali.
Puluhan petani yang hadir dalam pertemuan tersebut sempat mempertanyakan fungsi kepolisian dalam melindungi warga. Salah seorang petani, Tukijo, misalnya, mengungkapkan bahwa polisi di lapangan selama ini justru tidak melindungi petani.
"Waktu petani mau menyampaikan aspirasi dalam acara konsultasi publik, polisi justru membuat pagar betis untuk menghalangi petani masuk ke ruang konsultasi," ungkapnya.