• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita YLKI: 2010, Tahun Tabung Gas Elpiji

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Closed
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Closed

IndoForum Newbie A
No. Urut
110753
Sejak
11 Des 2010
Pesan
296
Nilai reaksi
3
Poin
18
0407412620X310.jpg


Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut tahun 2010 sebagai tahun gas elpiji. Pasalnya, awal hingga pertengahan tahun marak diwarnai berbagai peristiwa ledakan tabung gas mungil berwarna hijau tersebut. Tahun 2010 disebut tahun gas elpiji.

"Awal sampai tengah tahun disibukkan dengan kasus elpiji, bukan hanya kenyamanan konsumen yang terganggu, tapi juga keselamatan pengguna. Puluhan nyawa pengguna melayang juga," ujar Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi di Hotel Bidakara, Selasa (4/1/2011).

YLKI mencatat ada sekitar 30 pengakuan dari pengguna tabung gas elpiji. Aduan tak hanya terkait ledakan, tapi juga aksesori hingga kelangkaan barang di pasaran. Keluhan yang agak menonjol, lanjutnya, terkait asuransi bagi korban ledakan.

"Kalau meledak kan harus ada asuransi. Selama ini besarannya asuransi, meninggal Rp 25 juta, rumah rata dengan tanah Rp 100 juta, silahkan pilih yang mana. Tapi ini cuma kepada penerima paket perdana. Masalahnya itu kan open market. Kalau yang meledak di rumah orang yang bukan terima paket perdana, gimana? Harusnya diberikan santunan juga, kecuali kalau pembagian bersifat tertutup," ujarnya.

Tulus mengatakan, sebenarnya konversi minyak tanah ke gas merupakan kebijakan energi yang patut diapresiasi mengingat biaya minyak tanah yang mahal untuk aktivitas rumah tangga. Gas jauh lebih murah dan ramah lingkungan. Namun, hak konsumen harus menjadi prioritas.

"Hak konsumen merupakan langkah awal perlindungan. Tak ada tawar-menawar untuk memberikannya. Tugas negara yang sangat urgen adalah melakukan push market control, pengawasan pasar agar SNI itu benar-benar dipatuhi, produk dan aksesori tidak dipalsukan," kata Tulus.

Selain itu, sosialisasi infrastruktur dapur yang memadai untuk pengguna tabung melon juga harus dilakukan terus-menerus.

"Infrastruktur dapur harus memenuhi syarat. Kalau terjadi kebocoran, apakah ada ventilasi yang cukup. Kalau dapur tidak memenuhi syarat, misalnya tertutup, akan terjadi ledakan. Apalagi bisa dipicu percikan api, listrik, atau HP yang menyala,
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.