Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sebuah peradaban tentu akan banyak cerita menarik di belakangnya, terkadang manusia zaman modern sudah tak heran dengan ambisi kekuasaan. Siapa yg berkuasa dia akan kenyang, maka banyak manusia rebutan roti untuk duduk di singgasana.
Mau dari zaman kerajaan hingga republik, semuanya sama. Kekuasaan seakan jabatan yg paling bergengsi, hingga rela membunuh saudara sendiri, rela menjadikan rakyat sebagai tumbal asal kekuasaannya tetap digdaya.
Begitu juga dalam peradaban Islam, tidak semuanya baik, ada sosok terkejam yg pernah mencatatkan namanya dalam sejarah, dialah Yazid bin Muawiyah, putera dari Muawiyah yg notabene sahabat Nabi Muhammad.
Sebenarnya hal ini terjadi karena semua itu adalah politik, perlu di tegaskan dalam Islam Nabi Muhammad tidak seperti Nabi yg lain dimana cuma pemimpin agama, tetapi beliau ini adalah pemimpin negara.
Maka ketika beliau wafat, harus ada penggantinya sebagai pemimpin negara. Saat itu ada dua kandidat kuat yaitu Ali bin Abi Thalib & Abu Bakar Ash Shiddiq, dengan sedikit intrik dalam politik maka Abu Bakarlah yg memimpin sebagai khalifah & Ali saat itu mendukung tidak jadi pihak oposisi.
Kemudian singkatnya setelah Abu Bakar meninggal penggantinya adalah Umar bin Khattab & Utsman bin Affan. Baru selanjutnya Ali bin Abi Thalib, tetapi inilah yg dikhawatirkan banyak orang.
Ketika Ali terpilih banyak direcoki berbagai pihak, termasuk Muawiyah yg harap jadi Khalifah & juga mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Walau segala sifat baik ada padanya namun Ali bukanlah politisi yg baik. "Politisi yg baik biasanya bukan orang yg baik".
Maka terjadilah perpecahan antara kubu Muawiyah bin Abu Sofyan di syam & Ali di Madinah lalu pindah ke Kufah. Diantara keduanya ada kubu ketiga yaitu Khawarij, mereka memusuhi kedua belah pihak.
Mereka ini harap membunuh kedua orang tersebut, & mereka sukses membunuh Ali karena dapat dibilang Ali Khalifah tanpa pengawalan, hidupnya zuhud. Sedangkan Muawiyah gagal untuk dibunuh, karena berlindung dalam istana & pengawalan yg ketat.
Maka secara otomatis ketika hal itu terjadi Muawiyah yg harusnya memimpin, tetapi Hassan bin Ali berpendapat kalau ayahnya meninggal ia yg meneruskannya. Terjadi kembali dualisme kepemimpinan antara Hassan & Muawiyah.
Hingga terjadilah jalan damai, dengan kesepakatan bahwa Muawiyah membiayai kehidupan fakir miskin & Hassan menyerahkan Khalifah kepada Muawiyah tanpa pertumpahan darah. Disitu Muawiyah juga berjanji akan memberikan tahta kepada penerus Hassan setelah ia berkuasa.
Tapi faktanya Muawiyah mengingkari janji dengan memberikan tahtanya kepada anaknya Yazid.
Sedangkan Yazid ini jiwanya keras, ketika ia berkuasa mencari kubu oposisi, dimana ada tiga oposisi yaitu Abdullah bin Umar(Ibnu Umar) , Abdullah bin Zubair (Ibnu Zubair) & Husein bin Ali.
Yazid kemudian menemui Ibnu Umar, apakah Ibnu Umar menerimanya sebagai khalifah, jawaban Abdullah bin Umar diplomatik kalau seluruh penduduk Madinah menerima, maka dia akan menerimanya.
Sedangkan Ibnu Zubair & Husein tidak setuju karena sudah menyalahi perjanjian, ketika itu Husein membawa keluarga & pendukungnya terdiri dari wanita, lansia & anak-anak namun di tengah jalan beliau di blokade oleh ribuan tentara dari Syam yaitu punggawa Yazid.
Disitulah Yazid memerintahkan pada pengawalnya untuk membunuh Husein bila ia tidak mau baiat kepada dirinya, tetapi yg terjadi mereka semua dibantai dengan cukup keji. Hanya satu yg selamat yaitu Ali Zainal Abidin putra Husein, sedangkan ayahnya Husein jenazahnya hancur, bahkan kepalanya di tendang kesana kemari, lalu kepala Husein diserahkan kepada Yazid.
Bagaimana kekejaman Yazid sudah ditampakkan di sini, bahkan Yazid sendiri bukanlah orang taat beragama, hal ini diperkuat oleh
Quote:
Mas'udi dalam Muruj al-Dzahab yg berkata, "Yazid adalah seseorang yg bahagia pesta pora, bermain dengan anjing, kera, macan tutul & senantiasa menenggak khamar.... Dan pada masanya musik merajalela di Mekkah & Madinah. Alat-alat untuk bersenang-senang dipakai & orang-orang terang-terangan meminum khamar.."
Kedua adalah ucapan Thabari & sejarawan lainnya yg berkata, "Sekelompok warga Madinah di antara mereka terdapat Abdullah bin Hanzhalah Anshari Ghasil al-Malaikah (sahabat yg dimandikan oleh para malaikat) datang kepada Yazid. Tatkala mereka kembali ke Madinah mereka muncul di tengah keramaian masyarakat & mengungkap kefasikan & kemaksiatan yg dilakukan oleh Yazid & Utbah di hadapan masyarakat. Di antaranya mereka berkata, "Kami datang dari hadapan seseorang yg tidak beragama, peminum khamar, menabuh tanbur. Kami mencabut baiat kami darinya & masyarakat juga mengikutinya.
Sumber kutipan https://www.erfan.ir/indonesian/78066.html
Sejarawan banyak yg menilai Yazid seperti hal diatas, namun ada juga yg menulis hal berbeda tentang Yazid untuk pembelaan, entah maksudnya apa!
Quote:
Ibnu Atsir dalam kitabnya Kmil berkata, "Tragedi Harrah pertama-tama bermula tatkala warga Madinah mencabut baiat mereka dari Yazid.
Sumber kutipan https://www.erfan.ir/indonesian/78066.html
Ketika penduduk Madinah tidak mau diperintah Yazid maka terjadilah pertempuran harah, dimana 80 sahabat nabi dibunuh karena semua lelaki yg ada di Madinah langsung dibunuh. Dalam peristiwa Harah banyak terjadi pembunuhan, penjarahan, pemerkosaan, termasuk orang-orang yg ikut perang Badar.
Quote:
Dan yg lebih mengerikan dari penjelasan ini adalah apa yg dihinggakan oleh Ya'qubi, "Pada tragedi Harrah (lasykar Yazid) menggempur warga kota Madinah... & memperkosa wanita di kota nabi ini sehingga anak-anak gadis melahirkan anak-anak yg tidak mengenal siapa ayah-ayah mereka.
Sumber kutipan https://www.erfan.ir/indonesian/78066.html
Betapa kejamnya Yazid bin Muawiyah membantai banyak orang penghafal Qur'an & juga para sahabat, di kota Madinah.
Belum cukup hingga disitu dia juga harap melenyapkan oposisi lainnya Abdullan bin Zubair keponakan Aisyah istri Nabi yg berada di Makkah.
Maka, diserang juga kota Makkah. Hingga terjadi pertumpahan darah bahkan Ka'bah pun terbakar & hancur rata dengan tanah. Dan Hajar Aswad pun pecah.
Quote:
Ibnu Qutaibah dalam kitabnya al-Immah wa al-Siysah berkata, "(Hushain) bin Numair bergerak hingga hingga di Mekah. Ia mengutus sekelompok punggawa untuk menguasai bagian Musfilah (daerah bawah) Mekah & memasang manjaniq di tempat itu. Bin Numair memerintahkan pasukannya untuk melemparkan sepuluh ribu batu akbar ke arah Masjidil Haram setiap harinya.
Sumber kutipan https://www.erfan.ir/indonesian/78066.html
Siapa pelaku semua ini? Yazid bin Muawiyah, beruntungnya ia wafat di tahun yg sama ketika berusaha menghancurkan Makkah. Yazid meninggal di usia 38 tahun. Masa pemerintahannya berlangsung selama tiga tahun enam bulan.
Namun memberikan tragedi luka yg mendalam. Inilah sosok kejam dalam peradaban Islam, namun lucunya karena Yazid dibenci syiah masih ada saja yg membela sosok yg satu ini, " kami berlepas tangan, kami tidak mencelanya tetapi tidak juga mendukungnya" entah alasannya apa?
Itulah politik musuh dari musuhku adalah kawanku.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik, klik
Pic : google