
... Para ahli hadist bermunculan nih ... keep posting bro ... sangat berguna sekali bage ane pribadi ...
Mo nanya nih bro ...
Kalo hadist ini bener gak sih ???, ane baca sebuah artikel ... mohon pencerahannya ...
Yang ini bener gak bro ..... ????
Hadits Surga di bawah telapak kaki ibu
Kita sering mendengar hadits “Surga berada di bawah telapak kaki ibu”, bagaimana kedudukan hadits ini? Syaikh Al-Bany dalam Silisilatu Ahaadits Ad-Dhaifah menjelaskan tentang 2 riwayat, sebuah riwayat merupakan hadits maudhu, sedangkan riwayat yang lain merupakan hadits hasan, oleh karena itu hendaknya kita berpegang pada matan hadits yang hasan tersebut.
الجنة تحت أقدام الأمهات ، من شئن أدخلن ، و من شئن أخرجن
Surga berada di bawah telapak kaum ibu. Barangsiapa dikehendakinya maka dimasukannya, dan barangsiapa dikehendaki maka dikeluarkan darinya
Hadits ini hadits maudhu' (palsu). Telah diriwayarkan oleh Ibnu Adi (I/325) dan juga oleh al-Uqaili dalam adh-Dhu'afa dengan sanad dari Musa bin Muhammad bin Atha', dari Abul Malih, dari Maimun, dari Abdullah Ibnu Abbas radhiallahu’anhu.. Kemudian al-Uqaili mengatakan bahwa hadits ini munkar. Bagian pertama dari riwayat tersebut mempunyai sanad lain, namun mayoritas rijal sanadnya majhul.
Dalam masalah ini, saya kira cukupi dengan riwayat yang di keluarkan oleh Imam Nasa'i dan Thabrani dengan sanad hasan, yaitu kisah seseorang yang datang menghadap Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam seraya meminta izin untuk ikut andil berjihad bersama beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bertanya, Adakah engkau masih mempunyai ibu? Orang itu menjawab, Ya, masih. Beliaupun kemudian bersabda,
فالزمها فإن الجنة تحت رجليها
Bersungguh-sungguhlah dalam berbakti kepada ibumu, karena sesungguhnya surga itu berada di bawah kedua kakinya
Referensi
Hadits ke 593 dari kitab Silsilatu Ahaaditsu Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah karya Syaikh Al-Bany, edisi terjemahan, Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu jilid-2, cetakan Gema Insani Press

Nabi mempertimbangkan anak tersebut untuk ikut berjihad karena belum dewasa.
----------------------------------------------------------------------------
Maaf bro sekalian tolong pencerahannya tentang artikel ini ...



... bener gak sih ??????? ...
Kedhaifan hadits ''Tidurnya orang berpuasa adalah ibadah''
Bulan ramadhan sebentar lagi, tidak sedikit para khatib menyampaikan hadits bahwa tidurnya orang berpuasa dicatat sebagai ibadah, padahal hadits tersebut merupakan hadits dhaif' (lemah). Berikut hasil penelitian Syaikh Al-Bani dalam bukunya Silsilatu Ahaaditsu Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah
``Orang yang berpuasa dicatat sebagai orang yang sedang ibadah, kendatipun ia tidur di atas ranjangnya.``
Hadits dhaif. Telah diriwayatkan oleh Tammam, dengan sanad dari Abu Bakar Yahya bin Abdullah bin Az-Zujaj, dari Abu Bakar Muhammad bin Harun bin Bakkar bin Bilal, dari Sulaiman bin Abdurrahman, dari Hasyim bin Abi Hurairah Al-Himshi, dari Hisyam bin Hasan, dari Ibnu Sirin, dari Sulaiman bin Amir Adh-Dhabi yang dimarfu’kannya.
Menurut pendapat saya, sanad riwayat ini dhaif. Riwayat hidup Yahya Az-Zujaj dan Muhammad bin Harun tidak saya dapati telah diutarakan oleh para pakar ‘ulumul hadits. Adapun selain kedua perawi ini semuanya adalah tsiqat (meyakinkan)
Hadits ke 653 dari kitab Silsilatu Ahaaditsu Ad-Dhaifah wal Maudhuah wa Atsarus Sayyi fil Ummah karya Syaikh Al-Bany, edisi terjemahan, Silsilah Hadits Dhaif dan Maudhu jilid-1, cetakan Gema Insani Press