• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Yang Good-looking yg Berkuliah, Ugly-looking Bagaimana?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Yang Good-looking yg Berkuliah, Ugly-looking Bagaimana?


Cangkeman.net -Ada suatu kampus yg mensyaratkan calon mahasiswa mestigood-looking. Hal ini yg kemudian memunculkan pertanyaan di otak saya,Ini instansi pendidikan sedang mencari calon peserta didik atau calon pekerja?Tentu saja perkara persyaratan ini sekarang dianggap lumrah di dunia kerja, seperti contohnya dalam industrihospitalitydan perbankan, juga dalam posisi/jabatan tertentu pun mensyaratkan hal ini saat mencari karyawan baru. Namun, dalam dunia pendidikan,good-lookingmenjadi polemik & berpotensi melahirkan masalah lain.

Sebelum berbicara lebih lanjut, ada baiknya mengetahui definisi darigood-looking. DalamOxford Advanced Learner's Dictionarymengartikan,(especially of people) physically attractivealias secara fisik punya daya tarik. Antonim darigood-lookingmerupakanuglyatau buruk. Tentu saja dalam konteks ini, berarti seseorang memiliki fisik yg buruk; nggak sedap dipandang. Sementara sinonim darigood-lookingadalahbeautiful, pretty, handsome,dan seterusnya.

Memang ada pula yg mengatakangood-lookingtidak harus berwajah rupawan. Minimal rapi sudah lebih dari cukup. Namun misalkan terdapat dua kandidat yg sama kuat, saya yakin, tingkat kesempurnaan fisik akan diadu kalau dibutuhkan. Logikanya, kalau tidak butuh, untuk apa disyaratkan? Memang terdapat kelebihan tersendiri saat seseorang secara fisik atraktif. Terutama kalau pekerjaannya berhadapan langsung dengan orang lain. Paling tidak, saat bekerja nanti,customerakan merasa nyaman kalau dilayani oleh manusia-manusiagood-looking.

Adanya fenomena di atas merupakan bentuk dari penerapan eksklusivitas dalam proses rekrutmen. Sebetulnya sudah dianggap lumrah di dunia kerja. Fakta lainnya, tipe eksklusivitas ini diterapkan tidak soal fisik saja. Tak jarang dapat mengandung hal yg lebih sensitif. Semakin sensitif suatu persyaratan yg ditentukan, biasanya tidak akan ditulis dalam sebuah iklan lowongan kerja. Tidak percaya? Monggo, silakan bertanya kepada pihak yg mengurus proses seleksi & rekrutmen di tempatmu bekerja. Selanjutnya, akan diproses seleksi kembali di belakang layar setelah pihak rekrutmen mendapatkan berkas lamaran kerja dari calon karyawan, atau pada tahapan yg sudah ditentukan.

Seperti yg sudah saya tulis pada paragraf awal, dalam lingkup pendidikan adanya persyaratan calon peserta didik mestigood-lookingmenimbulkan polemik. Meski sekadar asumsi, dalam kejadian yg sedanghappeningini, saya yakin persyaratan tersebut merupakan pesanan dari pihak yg mengerjakan kerjasama dengan pihak universitas.

Instansi pendidikan merupakan suatu tempat di mana seseorang belajar & mengembangkan diri dalam durasi yg sudah ditentukan. Secara teori, apa pun tipe instansi pendidikannya, harus bebas nilai. Bebas nilai yg dimaksud adalah bebas dari nilai-nilai eksternal. Secara praktis, setiap instansi pendidikan & para pelakunya, tidak memandang ideologi, agama, sosial, budaya yg mereka punya yg jadi latar belakang setiap manusia yg berada dalam lingkungan pendidikan.

Sampai di sini memang dapat dikatakan adanya semacam tuntutan. Pada dasarnya, salah satu sifat ilmu pengetahuan adalah bebas nilai(value free). Hal ini yg kemudian mengikat setiap kegiatan ilmiah supaya berdasarkan pada hakikat ilmu pengetahuan, yakni: menyelidiki, menemukan, meningkatkan pemahaman manusia dari suatu fenomena berdasarkan rumusan-rumusan pasti. Hal-hal berat semacam ini saja mesti dibebaskan. Apalagi dalam urusan yg lebih remeh, sepertigood-looking.

Iya, saya paham setelah menyelesaikan pendidikan, tahap selanjutnya yg dimasuki seseorang adalah dunia kerja. Namanya harap bekerja dengan asa diterima, calon karyawan sudah mulai mengikuti aturan bermain sejak awal. Bisa jadi saat mengerjakannya, menemukan persyaratan mestigood-looking.

Namun dunia kerja ya dunia kerja. Berbeda dengan dunia pendidikan. Bagi saya, menerapkan persyaratan calon mahasiswa agargood-lookingagak berlebihan terlepas persyaratan tersebut merupakan pesanan atau tidak dari instansi yg mengerjakan kerja sama. Karena persyaratan ini mencederai dunia pendidikan berikut hakikat dari ilmu pengetahuan itu sendiri.

Bisa jadi, pihak yg bekerja sama dengan kampus tersebut lupa bahwa kepentingannya sebetulnya punya kesan sensitif. Balik lagi dengan konsep eksklusivitas dalam proses rekrutmen. Memang kalau suatu persyaratan tidak ditulis dalam suatu lowongan, menyebabkan pekerja yg mengurusi proses ini punya jobdesk tambahan. Namun hal ini seyogyanya patut dilakukan karena menyangkut dengan kegiatan belajar-mengajar pada suatu instansi pendidikan.

Jangan pula disamakan dengan persyaratan buta warna yg biasanya dicantumkan kepada calon mahasiswa jurusan tertentu. Artinya, perkaragood-lookingjangan disamakan dengan keterbatasan dalam aspek biologis yg dipunyai seseorang yg akan berpotensi jadi batu sandungan saat belajar nantinya. Saya katakan selama proses belajar, loh, bukan nanti saat sang mantan mahasiswa sudah masuk ke dunia kerja.

Pun begitu dengan pihak instansi pendidikan. Tidak elok rasanya mencantumkan persyaratangood-lookingkepada calon mahasiswa. Ilmu pengetahuan merupakan milik semua manusia terlepas merekagood-lookingatau tidak, & suatu ilmu dapat didapatkan di instansi pendidikan.

Bayangkan kalau persyaratangood-lookingini menjamur ke fakultas atau jurusan lain meskipun dengan alasan kerjasama kepada suatu pihak, pada akhirnya, pendidikan jadi semakin eksklusif. Dalam pembukaan UUD 1945 terdapat kalimat, mencerdaskan kehidupan bangsa, yg dapat diterapkan dalam dunia pendidikan. Namun kalau melihat fenomena ini & potensi yg kemungkinan terjadi, yg dapat cerdas & berpendidikan tinggi hanyalah kelompokgood-looking.

Ini baru membicarakan masalah kecerdasan bangsa, belum perkara taraf hidup yg harus dilakukan setiap manusia. Persyaratan punya ijazah di atas SMA/Sederajat kian menjamur untuk mendapatkan suatu pekerjaan. Memang tidak semua pekerjaan mesti punya pendidikan yg lebih tinggi dari Sekolah Menengah Atas, tetapi jangan disangkal bahwa lowongan pekerjaan yg punya persyaratan pendidikan lebih tinggi daripada itu lebih banyak ditawarkan.

Dalam dunia kerja, beberapa jabatan yg lebih tinggi pun mensyaratkan minimal tingkat pendidikan. Maka, kalau seseorang harap naik jabatan, misalkan, tak jarang mereka berkuliah demi meningkatkan taraf hidup. Karena semakin tinggi tingkat jabatan yg dipunya, pendapatan yg diperoleh lebih banyak dari sebelumnya, & itu dimulai dari memenuhi persyaratan minimal pendidikan.

Nah, kalau persyaratangood-lookingitu sudah diberikan saat calon mahasiswa melamar di suatu universitas, yg mungkin saja menyebar & jadi lumrah di fakultas/jurusan lain, kelompok yg sanggup meningkatkan taraf hidup hanyalah mereka yanggood-looking, sementara gengugly-lookingsemakin terpinggirkan. Kelompok kedua akan kian sulit dalam menjalani hidup. Kesempatan yg dipunya semakin terbatas lantaran tidak punya fisik yg atraktif, atau sinonimnya adalah tampan untuk laki-laki & cantik bagi perempuan.

Apalagi hal semacam ini sebetulnya juga diwariskan dari orang tua. Kalau kebetulan apes, perawatan supaya jadi manusiagood-lookingmembutuhkan biayadepend ondari seberapa parah tingkat keburukan fisik yg dipunya. Kalau sudah begini, keadilan untuk mendapatkan kesempatan demi meningkatkan taraf hidup yg bermula dari jenjang pendidikan, semakin dipertanyakan.

Tulisan ini ditulis oleh Angga Prasetyo diCangkemanpada tanggal 27 Juli 2022. Hari ini 13:09
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.