yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
MENCARI dokter yang tepat memahami bagaimana kesehatan Anda secara menyeluruh memang tidaklah mudah. Saat para dokter merawat, secara psikologis mereka juga merasakan rasa sakit yang Anda rasakan?
Baru-baru ini muncul penelitian tentang bagaimana dokter merasakan apa yang dirasakan pasiennya saat sakit atau diberi pengobatan. Peneliti dari Massachusetts General Hospital (MGH) dan Beth Israel Deaconess Medical Center/Harvard Medical School melakukan penelitian dengan melakukan scan otak pada dokter. Ternyata dari hasil analisis, para dokter yang merawat pasien menempatkan diri mereka seperti ada pada posisi pasien. Otak mereka benar-benar merasakan sakit yang dirasakan pasien yang mereka rawat, demikian yang dilansir Foxnews.
“Kita tahu bahwa dokter memengaruhi pasien, jadi kami ingin tahu sesuatu tentang apa yang mendasari pengaruh secara biologi tersebut," ucap peneliti Ted Kaptchuk, Direktur Program Studi di Placebo dan Encounter Terapi di Beth Israel dan Profesor Kedokteran di Harvard Medical School.
Melalui eksperimen sosial dan medis yang luas, Kaptchuk dan rekan-rekannya menguji efek ini pada kelompok 18 dokter dari spesialisasi medis yang berbeda yang semua menerima gelar mereka dalam dekade terakhir. Mereka mengembangkan sebuah skenario yang unik di mana dokter akan menjalani pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) pada otak mereka saat berinteraksi dan mengamati pasien.
“Kami melihat ketika pasien merasakan sakit, ada bagian dalam otak dokter yang diaktifkan. Daerah otak dokter yang diaktifkan adalah jaringan nyeri. Artinya, ketika pasien merasa sakit, dokter juga merasakan sakit. Mereka seperti berbagi sakit,” ungkap Ted Kaptchuk.
Baru-baru ini muncul penelitian tentang bagaimana dokter merasakan apa yang dirasakan pasiennya saat sakit atau diberi pengobatan. Peneliti dari Massachusetts General Hospital (MGH) dan Beth Israel Deaconess Medical Center/Harvard Medical School melakukan penelitian dengan melakukan scan otak pada dokter. Ternyata dari hasil analisis, para dokter yang merawat pasien menempatkan diri mereka seperti ada pada posisi pasien. Otak mereka benar-benar merasakan sakit yang dirasakan pasien yang mereka rawat, demikian yang dilansir Foxnews.
“Kita tahu bahwa dokter memengaruhi pasien, jadi kami ingin tahu sesuatu tentang apa yang mendasari pengaruh secara biologi tersebut," ucap peneliti Ted Kaptchuk, Direktur Program Studi di Placebo dan Encounter Terapi di Beth Israel dan Profesor Kedokteran di Harvard Medical School.
Melalui eksperimen sosial dan medis yang luas, Kaptchuk dan rekan-rekannya menguji efek ini pada kelompok 18 dokter dari spesialisasi medis yang berbeda yang semua menerima gelar mereka dalam dekade terakhir. Mereka mengembangkan sebuah skenario yang unik di mana dokter akan menjalani pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) pada otak mereka saat berinteraksi dan mengamati pasien.
“Kami melihat ketika pasien merasakan sakit, ada bagian dalam otak dokter yang diaktifkan. Daerah otak dokter yang diaktifkan adalah jaringan nyeri. Artinya, ketika pasien merasa sakit, dokter juga merasakan sakit. Mereka seperti berbagi sakit,” ungkap Ted Kaptchuk.