• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Yamaha Jupiter MX135LC Berbodi Pelat

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
145946p.jpg
145946p.jpg

150338p.jpg
150444p.jpg


Selasa, 11/11/2008 | 15:05 WIB

Seumpama merek dan lambang garputala dihapus, yakin Anda pasti nggak bisa menebak motor apa ini. Dari depan, tampilannya mirip belalang. Sebagai clue, Yamaha Jupiter MX135LC keluaran 2007 dari Singkawang, Kalbar ini dilengkapi komponen dari dua merek kompetitornya. Trus, sebagian yang menutupi bodi bukan dari bahan fiberglass.

Urusan memodifikasi, seperti motor ini, memang jarang mengandalkan bahan fiberglass, layaknya digunakan pemodifikator. “Di sini banyak main pelat, fiber nggak laku,” komentar A Liong, pemilik Jupiter MX.

Singkawang, Kalbar tempat mangkalnya seniman pelat. Termasuk MX 135 LC milik A Liong ini menggunakan bahan pelat setelab 0,4 mm. Tak heran, pembuatan bodi tak banyak tekukan yang tingkat kesulitannya tinggi. Lebih didominasi garis lurus, missal desain jok dan cover bodi belakang.

Menekuk atau membuat bodi pelat penuh lekukan lebih sulit ketimbang patah-patah seperti pada MX 135LC ini. Lagi pula, tidak semua dibuat dari pelat. Seperti bagian tengah atau atas underbone masih mempertahankan cover aslinya. “Cuma dilapisi karbon supaya terkesan sporty.

Kaki-kaki, seperti bagian belakang mengadopsi dari Honda Tiger. “Masih jarang yang mengaplikasi punya Tiger ke bebak Yamaha,” tegas A Liong. Maksud jarang dari A Liong itu untuk di Singkawang. Lantaran bentuk swing arm besar, tentu ada bagian yang harus dibubut, terutama dekat monosok.

Pengerjaan sudah rapi, sayang desain sepatbor kurang pas dengan ukuran roda yang besar. Kesannya masih kedodoran. Selain kaki-kaki, lampu depan juga dicomot dari merek lain, Honda Vario. “Tapi di custom lagi pada bagian rumah lampu supaya membingungkan,” jelas pria yang suka mengoleksi majalah Jepang ini.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.