XiaoYanZi
IndoForum Beginner A
- No. Urut
- 144616
- Sejak
- 14 Jul 2011
- Pesan
- 1.118
- Nilai reaksi
- 38
- Poin
- 48
TRIBUNNEWS.COM, MANADO - Satuan Sabhara Polresta Manado menciduk remaja berinisial FA (18), warga Teling Atas, setelah kedapatan membawa senjata tajam berupa panah payer dan ketapel pelontar, Minggu (7/8/2011) dini hari. Tindakan polisi itu membuat ibu FA menangis histeris di Mapolresta Manado.
"Adoh kasiang, ngana nda sayang pa mama, kiapa sampe bagini dang (Ya ampun, kamu tidak sayang mama, kenapa sampai begini?)," ucapnya sembari terisak. Ibu itu terus terisak sembari mengikuti polisi yang menggelandang anaknya guna pemeriksaan ke ruang Satuan Reskrim II Polresta lantaran melanggar UU Darurat. Polisi menciduk FA saat patroli di Kelurahaan Teling Atas, Lingkungan I.
Patroli menekan aksi tawur antargeng motor yang belakangan merajalela di Manado. FA tertangkap tangan membawa tiga batang panah wayer dan ketapel pelontarnya. Itu terjadi setelah polisi memeriksa kelengkapan kendaraan Yama Vega DB 9014 LX. Saat kejadian, FA tengah bersantai di atas motornya.
Tidak hanya tak berdokumen, sepeda motornya juga tak berspion. Polisi menduga FA anggota geng motor, dan menggelandangkan ke Mapolresta. Namun kepada polisi, FA membantah hendak tawuran. Katanya, dia hanya menemukan benda itu di selokan depan rumah. "Ada yang buang, saya cuma pungut di got," tuturnya. Dia juga menolak disebut ikut geng motor, namun dia mengaku membawa senjata tajam semata berjaga-jaga keran rumahnya kerap diserang orang tak dikenal dengan batu.
"Adoh kasiang, ngana nda sayang pa mama, kiapa sampe bagini dang (Ya ampun, kamu tidak sayang mama, kenapa sampai begini?)," ucapnya sembari terisak. Ibu itu terus terisak sembari mengikuti polisi yang menggelandang anaknya guna pemeriksaan ke ruang Satuan Reskrim II Polresta lantaran melanggar UU Darurat. Polisi menciduk FA saat patroli di Kelurahaan Teling Atas, Lingkungan I.
Patroli menekan aksi tawur antargeng motor yang belakangan merajalela di Manado. FA tertangkap tangan membawa tiga batang panah wayer dan ketapel pelontarnya. Itu terjadi setelah polisi memeriksa kelengkapan kendaraan Yama Vega DB 9014 LX. Saat kejadian, FA tengah bersantai di atas motornya.
Tidak hanya tak berdokumen, sepeda motornya juga tak berspion. Polisi menduga FA anggota geng motor, dan menggelandangkan ke Mapolresta. Namun kepada polisi, FA membantah hendak tawuran. Katanya, dia hanya menemukan benda itu di selokan depan rumah. "Ada yang buang, saya cuma pungut di got," tuturnya. Dia juga menolak disebut ikut geng motor, namun dia mengaku membawa senjata tajam semata berjaga-jaga keran rumahnya kerap diserang orang tak dikenal dengan batu.




