Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Lebih dari 60 juta anak-anak di Indonesia sejak Maret 2020 terpaksa belajar jarak jauh dari rumah secara daring lantaran merebaknya pandemi Covid-19. Mekanisme pembelajaran jarak jauh, seperti pembelajaran daring & melalui televisi, dilakukan oleh Pemerintah Indonesia sebagai upaya mengurangi terhentinya pembelajaran.
Berbagai upaya juga dilakukan untuk memastikan pembelajaran berlansgung, misalnya dengan menyediakan kuota internet supaya anak dapat mengakses pembelajaran. Dalam rilis yg diterima dari Save the Children, upaya tersebut ternyata tak lantas dapat langsung menjawab sepenuhnya tantangan & permasalahan pembelajaran jarak jauh di Indonesia.
Studi Global Save the Children pada Juli 2020 yg dilakukan di 46 negara, khususnya Indonesia, menemukan fakta bahwa 7 dari 10 anak mengatakan jarang belajar atau cuma sedikit belajar selama pandemi.
Hal ini disebabkan oleh beberapa hal, seperti terbatasnya ketersediaan materi belajar yg memadai, terbatas atau tidak adanya kuota internet, tidak mempunyai gawai, bahkan demotivasi karena sulit memahami pekerjaan rumah & tanpa mendapat bimbingan guru.
Baca : Pelecehan Seksual, Saatnya Orang-Orang Rentan Dilindungi
Selina Patta Sumbung, CEO Save the Children Indonesia, mengungkapkan studi tersebut sangat jelas menggambarkan bahwa banyak anak di Indonesia menghadapi kesulitan dalam belajar daring, motivasi belajar jadi menurun.
"Dan ini dapat berpengaruh pada kemampuan literasi & numerasi anak," katanya.
Lebih jauh lagi, dia mengungkapkan bahwa seluruh pihak perlu bersama-sama mengantisipasi kesulitan belajar yg menjadikan anak-anak kehilangan kemampuan & pengalaman belajar (learning loss).
Kondisi ini dikhawatirkan akan berdampak pada kurangnya keahlian anak saat dewasa (less-skilled workers) untuk dapat berkompetisi di dunia kerja atau usaha, serta berakhir pada penurunan kemampuan menghasilkan pendapatan (decreased earning capacity).
Selain itu, dia menambahkan anak-anak terancam putus sekolah karena anak harus bekerja & atau menikah dini di beberapa wilayah.Tindakan yg sistematis, aman, & inklusif harus segera dilakukan & jadi prioritas untuk mendukung pemberian akses pembelajaran bagi semua anak sebagai bagian dari pemulihan yg berkelanjutan.
Sumber : Bisnisindonesia.id
Hari ini 15:40