yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) Ismed Hasan Putra mengungkapkan, "biaya" yang harus dikeluarkan pihaknya untuk sekali rapat dengar pendapat di Dewan Perwakilan Rakyat lebih dari Rp 1 miliar. danang sebesar itu untuk dibagikan kepada 50-an anggota komisi, di mana setiap anggota memperoleh jatah Rp 20-25 juta. "Katanya seperti itu. Tapi bisa saja tidak," ujarnya kepada Tempo Senin, 29 Oktober 2012.
Cerita tentang biaya rapat itu, menurut Ismed, diperoleh dari sekretaris perusahaannya pada saat dia baru menjabat direktur utama pada Maret 2012. "Urunan untuk rapat ternyata sudah menjadi tradisi," dia menambahkan.
Saat itu, Ismed menuturkan, dia langsung membuat kebijakan tak boleh mengeluarkan danang sepeser pun untuk anggota Dewan. "Saya bilang periode saya jangan. Saya tidak akan beri berapa pun besarnya,” katanya.
Ismed juga mengaku pernah dimintai 20 ribu ton gula oleh salah seorang anggota Dewan. Alasannya, gula tersebut untuk dibagikan di daerah pemilihannya sebagai program corporate social responsibility (CSR). »Saya bilang, RNI perusahaan merugi sebesar Rp 68,452 miliar, tidak punya kewajiban dan tidak boleh memberikan CSR.”
Anggota Dewan itu kemudian menurunkan permintaannya menjadi 200 ton gula, dan dikabulkan Ismed. "Tapi dengan syarat harus membeli dengan harga pabrik, agar tetap dapat margin yang pas," tuturnya.
Cerita lain soal pungutan oleh anggota Dewan bisa dibaca di Koran Tempo.
Ketua Komisi BUMN DPR, Airlangga Hertanto, meminta Ismed tak banyak bicara. Menurut dia, Ismed tak pernah hadir rapat dengan Dewan. "Komisi tidak pernah rapat dengan dia. Jadi dari mana dia tahu. Saya minta Ismed jangan banyak omong," ujarnya. Bagaimana
Cerita tentang biaya rapat itu, menurut Ismed, diperoleh dari sekretaris perusahaannya pada saat dia baru menjabat direktur utama pada Maret 2012. "Urunan untuk rapat ternyata sudah menjadi tradisi," dia menambahkan.
Saat itu, Ismed menuturkan, dia langsung membuat kebijakan tak boleh mengeluarkan danang sepeser pun untuk anggota Dewan. "Saya bilang periode saya jangan. Saya tidak akan beri berapa pun besarnya,” katanya.
Ismed juga mengaku pernah dimintai 20 ribu ton gula oleh salah seorang anggota Dewan. Alasannya, gula tersebut untuk dibagikan di daerah pemilihannya sebagai program corporate social responsibility (CSR). »Saya bilang, RNI perusahaan merugi sebesar Rp 68,452 miliar, tidak punya kewajiban dan tidak boleh memberikan CSR.”
Anggota Dewan itu kemudian menurunkan permintaannya menjadi 200 ton gula, dan dikabulkan Ismed. "Tapi dengan syarat harus membeli dengan harga pabrik, agar tetap dapat margin yang pas," tuturnya.
Cerita lain soal pungutan oleh anggota Dewan bisa dibaca di Koran Tempo.
Ketua Komisi BUMN DPR, Airlangga Hertanto, meminta Ismed tak banyak bicara. Menurut dia, Ismed tak pernah hadir rapat dengan Dewan. "Komisi tidak pernah rapat dengan dia. Jadi dari mana dia tahu. Saya minta Ismed jangan banyak omong," ujarnya. Bagaimana