• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Wilayah RI Dicaplok Malaysia Lagi?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. napster
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

napster

IndoForum Newbie A
No. Urut
153823
Sejak
10 Okt 2011
Pesan
394
Nilai reaksi
7
Poin
18
125282_peta-kalimantan_300_225.jpg
Indonesia dan Malaysia kembali berurusan dengan masalah perbatasan negara. Kali ini, seperti diungkapkan Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanuddin, Indonesia berpotensi kehilangan 1.400 hektare tanah di Camar Bulan dan 80 ribu meter persegi di pantai Tanjung Datu, Kalimantan Barat karena dicaplok Malaysia.

Dugaan pencaplokan wilayah Indonesia ditemukan Hasanuddin saat berkunjung ke sana, dua bulan lalu. Ada sejumlah warga yang diusir dari kedua wilayah ini oleh patroli Malaysia. "Malaysia bilang, itu kampung Malaysia."

Dia mengaku sudah menyampaikan temuannya itu ke anggota Komisi I DPR yang lain. "Tanggapan mereka positif. Semoga dalam waktu dekat ada tindak lanjut, termasuk memanggil Menteri Luar Negeri untuk menjelaskan ini."

Hasanuddin kemudian mengacu pada Traktat atau Perjanjian London, kesepakatan bersama antara Kerajaan Inggris dan Hindia Belanda terkait pembagian wilayah administrasi tanah jajahan kedua negara. Traktat ini memasukkan Camar Bulan ke wilayah Indonesia.

Namun, Wakil Kepala Penerangan Kodam Tanjungpura, Letkol Inf Totok, memberikan fakta sebaliknya. Menurutnya, Camar Bulan masuk wilayah Malaysia.

"Hal ini berdasarkan pertemuan antara Indonesia-Malaysia di Semarang tahun 1978 yang memutuskan wilayah Camar Bulan masuk ke wilayah Malaysia," kata Totok.

Meski demikian, Totok mengakui, jika Traktat London memasukkan Camar Bulan ke wilayah Indonesia.

Meski ada Traktat London, kata Totok, TNI bertugas menjaga perbatasan berdasarkan keputusan tahun 1978 di Semarang. "Untuk Kalbar ada 966 km, 30 pos penjagaan termasuk di wilayah Tanjung Datuk dan Camar Bulan," ujarnya.

Wilayah yang menurutnya bermasalah adalah pantai Tanjung Datu (berada di Dusun Camar Bulan), Sungai Buan, Titik D 400, Gunung Raya, dan Sungai Aum. "Kami sedang mempermasalahkan lima kawasan perbatasan itu," kata Totok.

Bagaimana tanggapan pemerintah atas temuan Komisi I DPR ini?

Staf Presiden Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, menyatakan pihak istana belum bisa menanggapinya. "Kami belum bisa mengomentari hal-hal semacam ini. Saya sendiri belum kordinasi dengan Kementerian Luar Negeri," kata Faizasyah.

Dia mengaku belum tahu apakah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mendengar dan menerima laporan pencaplokan wilayah tersebut. Namun, kata dia, informasi itu harus dipastikan dulu kebenarannya.
"Kita masih ingat soal helikopter Malaysia yang dikabarkan berulah di perbatasan kita, ternyata setelah diklarifikasi kejadiannya tidak benar," tambah dia.

Menurut Faizasyah, batas wilayah Indonesia dengan Malaysia itu sangat panjang dan kompleks. Sehingga, untuk menentukannya sangat sulit. "Makanya ada tim teknis yang secara khusus membahas perbatasan kita dengan Malaysia secara rutin," kata dia.

Bermasalah dengan 7 Negara
Direktur Perjanjian Internasional, Politik dan Keamanan Wilayah Kementerian Luar Negeri, Rachmat Budiman menyebut Indonesia bermasalah dengan tujuh negara dalam soal batas negara, yakni Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina, Palau, Thailand, dan India. Indonesia sudah melakukan perundingan. Dan, perundingan intens berlangsung dengan Malaysia dan Singapura.

Perundingan perbatasan lainnya yang sedang dilakukan oleh Indonesia adalah dengan Filipina. Tetapi, katanya, dengan adanya konflik internal di Filipina terkait polemik penentuan titik koordinat baru yang dipersoalkan oleh warga negaranya, maka perundingan dihentikan sementara.

Selain dengan Filipina, Indonesia juga sedang melakukan perundingan dengan Republik Palau. Pertemuan sudah digelar dua kali, namun belum menghasilkan kesepakatan. Selain itu, sambungnya, Indonesia juga sedang melakukan penjajakan dengan India dan Thailand terkait penetapan batas ZTE.

Menanggapi persoalan batas negara yang terus melanda Indonesia, pengamat militer dan pertahanan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jaleswari Pramodhawardani, menilai Indonesia harus memanfaatkan posisinya sebagai Ketua ASEAN untuk mempertegas batas wilayah dengan negara tetangga.

"Negara-negara lain itu sedang agresif memperluas wilayah mereka, seperti China dan Amerika Serikat. Lah, kita masih saja sibuk menghadapi persoalan pencolongan wilayah," kata Jaleswari.

"Pemerintah harus memanfaatkan posisi sebagai Ketua ASEAN untuk memasukkan masalah perbatasan dalam agenda utama pertemuan ASEAN Community 2015."

Dia menilai persoalan perbatasan yang terus mendera Indonesia bermuara pada satu persoalan. "Kesadaran ruang kita benar-benar minim."
 
Sengketa Perbatasan hingga Budaya dengan negara tetangga selalu ditangani dengan lamban dan terkesan setengah hati. Seharusnya Pemerintah berani bertindak tegas untuk menyelesaikan masalah ini.
Tapi sepertinya elit pemerintah kita lebih senang dengan "urusannya" sendiri.
 
Sengketa Perbatasan hingga Budaya dengan negara tetangga selalu ditangani dengan lamban dan terkesan setengah hati. Seharusnya Pemerintah berani bertindak tegas untuk menyelesaikan masalah ini.
Tapi sepertinya elit pemerintah kita lebih senang dengan "urusannya" sendiri.

iya gan,
mngkin karna mereka pd sibuk sndiri X dngn urusan perut.....hufth
 
kenyataan yang seperti ini membuat resah para masyarakat juga,,
moga cepat dicari penyelesaiannya,,
dan bagian Indonesia tidak direbut oleh negara lain,,
 
@masgugun04
yoa,
berharap & percaya negeri INDONESIA kt tercinta ini bs mngatasi masalah yg sudah pernah kt dngar sebelumnya,
seperti kasus pulau AMBALAT yg akhirnya ttep jd milik NKRI
:)
 
btapa sedihnya dng negeriku tercinta ini yg selalu lengah dlm setiap peristiwa :(
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.