yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Perusahaan konstruksi pelat merah PT Wijaya Karya Tbk menyatakan akan memusatkan konsentrasi bisnis luar negeri di wilayah Afrika. Wika mendapatkan tawaran membangun 52 gedung parlemen di benua Afrika dengan total nilai kontrak Rp2 triliun.
Direktur SDM dan Pengembangan Wijaya Karya Toni Warsono mengatakan, saat ini perusahaan sedang memusatkan ekspansi bisnis di Afrika. Tercatat sampai tahun ini Wika telah 6 tahun mengerjakan proyek-proyek konstruksi di Nigeria.
"Saat ini memang kami sedang mengembangkan di Libya dan Nigeria," katanya di Jakarta, Rabu 28 November 2012.
Di Nigeria, perseroan sedang mengerjakan proyek pembangunan kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia dan beberapa proyek dari pemerintah setempat.
Perseroan membidik Algeria dan menargetkan pembangunan dengan total kontrak US$50 juta. Sebagian besar kontrak tersebut adalah pembangunan apartemen. "Detailnya kami belum pasti," katanya.
Tahun tahun Wika telah beberapa kali mengikuti kontrak di Algeria, namun masih menjadi subkontraktor, dan baru tahun depan berani menjadi main kontraktor.
Direktur Keuangan Wijaya Karya Ganda Kusuma mengungkapkan, sampai saat ini perusahaan telah mendapatkan proyek Rp29 triliun. "Target perusahaan sendiri sampai akhir tahun Rp32 triliun," katanya.
Dari keseluruhan nilai proyek ini, sebanyak 19 persen berasal dari pemerintah, sebesar 30 persen dari BUMN-BUMN, dan sisanya 50,3 persen dari proyek swasta, khususnya dari perusahaan minyak dan gas.