Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menyebut saat ini terdapat dua kandidat vaksin yg memiliki kans terbesar untuk jadi vaksin resmi untuk Covid-19. Kedua kandidat vaksin itu adalah vaksin yg dikembangkan oleh AstraZeneca (AZN.L) & Moderna (MRNA.O).
Hal ini dihinggakan oleh Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan. Swaminathan memungkinkan yg ada di urutan perdana dari sekian banyak produk vaksin yg tengah dikembangkan & diujicobakan di dunia adalah vaksin dari AstraZeneca.
Mengenal AstraZeneca
Perusahaan obat asal Inggris ini sudah memulai uji coba vaksin yg dikembangkan oleh para peneliti University of Oxford pada manusia dalam skala besar.
AstraZeneca memiliki kandidat vaksin Covid-19 yg diberi nama AZD1222 yg sebelumnya bernama ChAdOx1-S. Untuk kandidat vaksin milik AstraZeneca sudah masuk tahap ketiga uji klinis.
"Seberapa maju mereka tentu dapat dilihat dari ada di tahap mana mereka sekarang. Saya pikir mereka mungkin jadi kandidat utama. Jadi, mungkin saja mereka akan mendapat hasil yg cukup awal," mengatakan Swaminathan.
Bahkan dalam pekan lalu, AstraZeneca sudah menandatangani kesepakatan tentang pasokan & produksi yg kesepuluh.
Kesepakatan tersebut berisi kesepakatan bahwa AstraZeneca akan menyediakan 400 juta takaran vaksin yg saat ini dikembangkan oleh University of Oxford.
AstraZeneca juga menyebutkan mereka sedang mencari cara untuk memperluas pembuatan vaksin. Perusahaan farmasi asal Inggris ini mengaku akan memasok vaksin tanpa keuntungan selama pandemi corona. Pengiriman akan dimulai pada akhir tahun 2020.
AstraZeneca juga berjanji memasok vaksinnya kepada pemerintah yg sudah berjuang untuk menyetujui pembelian di muka dari perawatan imunisasi corona yg menjanjikan.
AstraZeneca sudah menyetujui kesepakatan manufaktur secara global untuk memenuhi target memproduksi 2 miliar takaran vaksin, termasuk dengan dua usaha yg didukung Bill Gates & perjanjian Rp 17 miliar dengan pemerintah AS.
Vaksin dari Moderna
Sementara di posisi kedua, masih menurut Swaminathan, vaksin yg dikembangkan Moderna tidak terpaut jauh dari vaksin dari AstraZeneca. Moderna memiliki calon kuat vaksin lainnya yg diberi nama mRNA-1273.
Kandidat vaksin dari perusahaan yg berbasis di Massachutes, AS ini dikabarkan akan memasuki fase uji klinis tahap ketiga pada pertengahan Juli nanti.
"Kami tahu vaksin Moderna juga akan masuk ke uji klinis fase tiga, mungkin mulai pertengahan Juli, jadi calon vaksin ini tidak tertinggal jauh di belakang," mengatakan dia.
Meski demikian, dia berpikir AstraZeneca saat ini memiliki cakupan yg lebih global dalam hal uji coba vaksin mereka.
Setidaknya terdapat 200 kandidat vaksin dari perusahaan berbeda yg tengah dikembangkan, 15 di antaranya sudah memasuki uji klinis. Saat ini, WHO masih membicarakan soal pengembangan vaksin potensial ini dengan produsen dari China & peneliti dari India.
Swaminathan meminta para pengembang untuk mempertimbangkan kolaborasi uji coba vaksin Covid-19.
Hari ini 10:20