marcedes
IndoForum Junior E
- No. Urut
- 17648
- Sejak
- 21 Jun 2007
- Pesan
- 1.552
- Nilai reaksi
- 20
- Poin
- 38
walau buku ini diterbikan tahun 2004..bukan berarti tidak berguna....
sama hal nya dhamma sang buddha..walau terbit 2,500 tahun lampau tetap saja bersinar bagai permata mulia.
33. Bila anda mengajarkan orang lain sebelum praktek / kemampuan anda mencapai standard. maka anda lebih banyak membawa ke-tidak-baikan daripada kebaikan.
Dalam hal ini praktek yang di maksud adalah praktek dhamma yaitu
1.Sila(moralitas)
2.samadhi(penguasaan pikiran dengan meditasi samantha)
3.Panna(pengembangan kebijaksanaan dengan vipassana)
Walaupun anda punya niat baik, hendaknya anda menahan diri dulu sampai prakek anda betul-betul mantap sebelum anda mulai mengajarkan kepada orang lain.
Jika tidak maka anda mungkin hanya akan memberikan ajaran yang salah kepada orang lain,,ini bisa ber-akibat buruk bagi semua.
saat ini banyak sekali ajaran-ajaran bahkan kita sendiri ingin mengajar orang agar tercerahkan. tetapi karena diri sendiri belum mantap dalam mempraktekkan dhamma, maka bisa saja memungkinkan kita juga yang terseret dalam ke-burukan itu...bukankah ini merugikan bagi semua makhluk...
------------------
38. Seseorang tersesat dalam dunia tidak memiliki jalan untuk terbebas, Dunia menguasainya, ia disebut makhluk duniawi,hidup dikelilingi oleh kebingungan.
Apakah anda semua tahu rasanya tersesat sendirian dalam hutan belantara dengan mata tertutup, tanpa penunjuk jalan, tanpa tahu arah, dimana-mana ada bahaya mengancam, disana-sini ada perangkap dan jebakan, Anda pasti bungung dan takut, bukan?
Jalan pembebasan membuka mata batin seseorang sehingga bisa melihat dengan jelas sifat segala sesuatu yang sesungguh nya. Kebingungan dan ketakutan akan lenyap memudar se-iring bertumbuhnya kebijaksanaan dalam memahami kehidupan sebagaimana adanya.
Seumpama pelita yang dinyalakan di ruangan yang gelap gulita, ketika cahayanya mulai menerangi ruangan maka nampaklah keadaan di dalamnya.
Orang yang tidak mengenal jalan pembebasan dikatakan sebagai makhluk dunawi yang tersesat dalam dunia
Karena ia memang hidup di dunia tetapi tidak memahami dunia, sehingga senantiasa barada dalam kebingungan dan ketakutan.
-------------
40.Seandainya kita bisa mencapai Nibbana melalui kekuatan napsu keinginan, maka sekarang ini mestilah setiap orang di dunia akan tiba disana.
Masalah dasar manusia adalah AVIJJA(kegelapan batin). Semakin tebal AVIJJA maka semakin besar nafsu keinginannya ( Tanha ).
Semakin besar Tanha berarti semakin jauh dari Nibbana, karena Nibbana dikatakan sebagai padamnya Tanha.
Untuk memadamkan Tanha, kita harus mengikis Avijja.
Untuk mengikis Avijja, kita harus memiliki Pengetahuan/kebijaksanaan sejati(vijja/panna)
untuk memiliki Vijja / Panna kita harus melatih Vipassana.
Untuk melatih Vipassana, kita harus melatih dasarnya yaitu Samadhi(pengendalian pikiran / ketenangan batin) yang dikenal dengan samantha.
Untuk melatih Samadhi kita harus memiliki Sila(moralitas).
Untuk melatih Sila yang sempurna kita mesti melatih samadhi dan Vipassana.
inilah Tiga serangkai praktek dhamma..Sila,Samadhi,Panna.
Syarat Mutlak yang akan membawa anda mencapai Nibbana,
bukan sekedar kekuatan nafsu keinginan untuk mencapai Nibbana.
------------
44. Jangalah percaya dan mengikuti guru anda begitu saja hanya karena beliau mengatakan buah itu manis dan lezat. Rasakanlah sendiri maka keraguan akan lenyap.
Terlepas dari benar atau salahnya apa yang dikatakan seorang guru, Anda memang sebaiknya membuktikan langsung dan merasakan manfaatnya sendiri.
Hanya percaya saja tidaklah cukup.Seumpama anda percaya bahwa obat itu manjur, tetapi bila anda berhenti hanya sampai percaya saja,
anda tidak meminum obat itu, maka penyakit anda tidak akan sembuh bukan?
Anda tidak akan dapat mengetahui rasa sesungguh nya dari buah hanya dengan melihat di tangan anda. Hanya bila anda benar-benar memakannya Barulah anda tahu secara langsung rasanya.
-----------------------------
42.Mendengar dengan benar berarti bahwa pikiran harus terpusat dan terarah dengan mantap. Pikiran yang kokoh tenang. Ini adalah jalan untuk memahami segala sesuatu dari hati.
Pemahaman menyeluruh.
Ini bukan berarti bahwa anda mendengarkan dengan konsentrasi biasa kemudia mencerna informasi yang masuk dengan intelektual anda seperti layaknya di sekolah atau di tempat kerja.
Pikiran yang kokoh tenang, terpusat dan terarah disini berarti pikiran yang telah menyatu dengan objek meditasi.
Pada saat demikian tingkat kesadaran anda lebih tinggi daripada sehari-hari anda rasakan.
Bila anda belum pernah mengalaminya, anda tidak akan bisa membayangkan seperti apa tingkat kesadaran yang dimaksud,
Seumpama anda mencoba membayangkan apa rasa pedas yang belum pernah anda rasakan sebelumnya.
Dengarkanlah dengan pikiran anda,jangan hanya dengan telinga anda.
Telinga memang berfungsi sebagai alat untuk mendengar tetapi untuk mendengarkan dhamma, telinga saja tidak cukup.
Anda harus mendengarkan dengan pikiran yang tenang terpusat dan terarah
"Ajaranku bukanlah suatu doktrin atau filosofi. Ajaranku bukanlah hasil pemikiran diskursif ataupun rekayasa mental seperti berbagai filosofi yang telah merasa puas bahwa esensi fundamental alam semesta adalah api, air, tanah, ataupun roh, atau bahwa alam semesta tidaklah terbatas atau tanpa batas, bersifat sementara ataupun kekal. Rekayasa mental dan pemikiran diskursif mengenai kebenaran bagaikan semut-semut yang berjalan mengelilingi bibir mangkuk--mereka tak akan pernah sampai ke mana-mana.
Ajaranku bukanlah suatu filosofi. Ajaranku merupakan hasil pengalaman langsung. Hal-hal yang kukemukakan berasal dari pengalamanku sendiri. Engkau dapat mengkonfirmasikan semuanya melalui pengalaman langsungmu sendiri. Aku mengajarkan bahwa segala sesuatu tidaklah kekal dan tanpa diri yang terpisah. Ini telah kupelajari dari pengalaman langsungku sendiri. Engkau juga bisa. Aku mengajarkan bahwa segala sesuatu tergantung pada segala sesuatu lainnya untuk muncul, berkembang, lalu menghilang. Tak ada sesuatu pun yang diciptakan dari satu sumber yang tunggal dan orisinil. Secara pribadi aku telah mengalami kebenaran ini dan engkau pun juga bisa. Tujuanku bukanlah untuk menjelaskan alam semesta melainkan membantu memandu orang-orang lain untuk mendapatkan pengalaman langsung akan realita. Kata-kata tak mampu melukiskan realita. Hanya pengalaman langsung yang memungkinkan kita untuk melihat wajah sejati realita."
sama hal nya dhamma sang buddha..walau terbit 2,500 tahun lampau tetap saja bersinar bagai permata mulia.
33. Bila anda mengajarkan orang lain sebelum praktek / kemampuan anda mencapai standard. maka anda lebih banyak membawa ke-tidak-baikan daripada kebaikan.
Dalam hal ini praktek yang di maksud adalah praktek dhamma yaitu
1.Sila(moralitas)
2.samadhi(penguasaan pikiran dengan meditasi samantha)
3.Panna(pengembangan kebijaksanaan dengan vipassana)
Walaupun anda punya niat baik, hendaknya anda menahan diri dulu sampai prakek anda betul-betul mantap sebelum anda mulai mengajarkan kepada orang lain.
Jika tidak maka anda mungkin hanya akan memberikan ajaran yang salah kepada orang lain,,ini bisa ber-akibat buruk bagi semua.
saat ini banyak sekali ajaran-ajaran bahkan kita sendiri ingin mengajar orang agar tercerahkan. tetapi karena diri sendiri belum mantap dalam mempraktekkan dhamma, maka bisa saja memungkinkan kita juga yang terseret dalam ke-burukan itu...bukankah ini merugikan bagi semua makhluk...
------------------
38. Seseorang tersesat dalam dunia tidak memiliki jalan untuk terbebas, Dunia menguasainya, ia disebut makhluk duniawi,hidup dikelilingi oleh kebingungan.
Apakah anda semua tahu rasanya tersesat sendirian dalam hutan belantara dengan mata tertutup, tanpa penunjuk jalan, tanpa tahu arah, dimana-mana ada bahaya mengancam, disana-sini ada perangkap dan jebakan, Anda pasti bungung dan takut, bukan?
Jalan pembebasan membuka mata batin seseorang sehingga bisa melihat dengan jelas sifat segala sesuatu yang sesungguh nya. Kebingungan dan ketakutan akan lenyap memudar se-iring bertumbuhnya kebijaksanaan dalam memahami kehidupan sebagaimana adanya.
Seumpama pelita yang dinyalakan di ruangan yang gelap gulita, ketika cahayanya mulai menerangi ruangan maka nampaklah keadaan di dalamnya.
Orang yang tidak mengenal jalan pembebasan dikatakan sebagai makhluk dunawi yang tersesat dalam dunia
Karena ia memang hidup di dunia tetapi tidak memahami dunia, sehingga senantiasa barada dalam kebingungan dan ketakutan.
-------------
40.Seandainya kita bisa mencapai Nibbana melalui kekuatan napsu keinginan, maka sekarang ini mestilah setiap orang di dunia akan tiba disana.
Masalah dasar manusia adalah AVIJJA(kegelapan batin). Semakin tebal AVIJJA maka semakin besar nafsu keinginannya ( Tanha ).
Semakin besar Tanha berarti semakin jauh dari Nibbana, karena Nibbana dikatakan sebagai padamnya Tanha.
Untuk memadamkan Tanha, kita harus mengikis Avijja.
Untuk mengikis Avijja, kita harus memiliki Pengetahuan/kebijaksanaan sejati(vijja/panna)
untuk memiliki Vijja / Panna kita harus melatih Vipassana.
Untuk melatih Vipassana, kita harus melatih dasarnya yaitu Samadhi(pengendalian pikiran / ketenangan batin) yang dikenal dengan samantha.
Untuk melatih Samadhi kita harus memiliki Sila(moralitas).
Untuk melatih Sila yang sempurna kita mesti melatih samadhi dan Vipassana.
inilah Tiga serangkai praktek dhamma..Sila,Samadhi,Panna.
Syarat Mutlak yang akan membawa anda mencapai Nibbana,
bukan sekedar kekuatan nafsu keinginan untuk mencapai Nibbana.
------------
44. Jangalah percaya dan mengikuti guru anda begitu saja hanya karena beliau mengatakan buah itu manis dan lezat. Rasakanlah sendiri maka keraguan akan lenyap.
Terlepas dari benar atau salahnya apa yang dikatakan seorang guru, Anda memang sebaiknya membuktikan langsung dan merasakan manfaatnya sendiri.
Hanya percaya saja tidaklah cukup.Seumpama anda percaya bahwa obat itu manjur, tetapi bila anda berhenti hanya sampai percaya saja,
anda tidak meminum obat itu, maka penyakit anda tidak akan sembuh bukan?
Anda tidak akan dapat mengetahui rasa sesungguh nya dari buah hanya dengan melihat di tangan anda. Hanya bila anda benar-benar memakannya Barulah anda tahu secara langsung rasanya.
-----------------------------
42.Mendengar dengan benar berarti bahwa pikiran harus terpusat dan terarah dengan mantap. Pikiran yang kokoh tenang. Ini adalah jalan untuk memahami segala sesuatu dari hati.
Pemahaman menyeluruh.
Ini bukan berarti bahwa anda mendengarkan dengan konsentrasi biasa kemudia mencerna informasi yang masuk dengan intelektual anda seperti layaknya di sekolah atau di tempat kerja.
Pikiran yang kokoh tenang, terpusat dan terarah disini berarti pikiran yang telah menyatu dengan objek meditasi.
Pada saat demikian tingkat kesadaran anda lebih tinggi daripada sehari-hari anda rasakan.
Bila anda belum pernah mengalaminya, anda tidak akan bisa membayangkan seperti apa tingkat kesadaran yang dimaksud,
Seumpama anda mencoba membayangkan apa rasa pedas yang belum pernah anda rasakan sebelumnya.
Dengarkanlah dengan pikiran anda,jangan hanya dengan telinga anda.
Telinga memang berfungsi sebagai alat untuk mendengar tetapi untuk mendengarkan dhamma, telinga saja tidak cukup.
Anda harus mendengarkan dengan pikiran yang tenang terpusat dan terarah
"Ajaranku bukanlah suatu doktrin atau filosofi. Ajaranku bukanlah hasil pemikiran diskursif ataupun rekayasa mental seperti berbagai filosofi yang telah merasa puas bahwa esensi fundamental alam semesta adalah api, air, tanah, ataupun roh, atau bahwa alam semesta tidaklah terbatas atau tanpa batas, bersifat sementara ataupun kekal. Rekayasa mental dan pemikiran diskursif mengenai kebenaran bagaikan semut-semut yang berjalan mengelilingi bibir mangkuk--mereka tak akan pernah sampai ke mana-mana.
Ajaranku bukanlah suatu filosofi. Ajaranku merupakan hasil pengalaman langsung. Hal-hal yang kukemukakan berasal dari pengalamanku sendiri. Engkau dapat mengkonfirmasikan semuanya melalui pengalaman langsungmu sendiri. Aku mengajarkan bahwa segala sesuatu tidaklah kekal dan tanpa diri yang terpisah. Ini telah kupelajari dari pengalaman langsungku sendiri. Engkau juga bisa. Aku mengajarkan bahwa segala sesuatu tergantung pada segala sesuatu lainnya untuk muncul, berkembang, lalu menghilang. Tak ada sesuatu pun yang diciptakan dari satu sumber yang tunggal dan orisinil. Secara pribadi aku telah mengalami kebenaran ini dan engkau pun juga bisa. Tujuanku bukanlah untuk menjelaskan alam semesta melainkan membantu memandu orang-orang lain untuk mendapatkan pengalaman langsung akan realita. Kata-kata tak mampu melukiskan realita. Hanya pengalaman langsung yang memungkinkan kita untuk melihat wajah sejati realita."