• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Wejangan Untuk yg Belum & Akan Menikah

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Wejangan Untuk yg Belum & Akan Menikah

Source

Biasanya wejangan diberikan oleh seoang Suhu yg sudah mengalami kepada yg belum mengalami. Ronaldo & Messi berhak memberi wejangan tentang bola pada pesepakbola muda. Dewa Budjana & Erros berhak memberi wejangan tentang gitar paa gitaris muda. Syahrul Yasin Limpo & Juliari Batubara berhak memberi wejangan tentang jadi iblis kepada iblis.

Tapi, kali ini saya, harap memberi wejangan untuk yg belum & akan menikah. Dari saya yg belum nikah. Mengutip sedikit dari khatib shalat jumat, wejangan ini saya tulis khususnya kepada diri saya sendiri, umumnya kepada useless people sekalian.

Percayalah, ini sebenarnya adalah cuma hal dasar. Hal yg semestinya dapat dipikirkan oleh manusia yg sudah berevolusi sempurna, karena yg jadi pembahasan banyak yg nyerempet ekonomi & dasar dalam bermasyarakat.

Biak. Kita mulai.

Kita selayaknya sepakat. Bahwa kita tak dapat mengukur secara pasti kesiapan mental seseorang untuk menikah & memiliki anak atau tidak. Kita cuma punya tanda-tandanya saja, yg tidak dapat dikonversi ke dalam angka. Selain itu, tidak ada alat ukur pasti.

Tapi, kita dapat mengukur kesiapan ekonomi seseorang untuk menikah & memiliki anak atau tidak. Karena ada angka. Ada angka yg dapat diolah untuk menghasilkan jawaban seseorang itu sudah siap atau belum secara ekonomi.

Jadi ini dia wejangan dari saya. Nomor 6 bikin anda merindink!



1. Menikahlah Saat Punya Pekerjaan
Wejangan Untuk yg Belum & Akan Menikah

Source

Jika anda punya pendapatan yg dapat mencukupi kebutuhan primer dua manusia. Silakan menikah. Jika tidak punya. Ya jangan menikah dulu. Itu juga berlaku kalau anda pengin punya anak. Jika pendapatan belum bertambah, jangan punya anak dulu.

Jangan maksa.

Lebih baik anda pergi ke minimarket terdekat. Lalu bilang ke kasir "Mbak, beli "elastic goods inhibit world population growth" satu aja". Ntar mbak kasir pasti jawab "Hah?". Timpali "Kondom, mbak. Kondom!". Lalu bayar, jangan lupa 200nya didonasikan.


2. Jangan Berpikir "Setiap anak punya rejeki"

Wejangan Untuk yg Belum & Akan Menikah

Source

Sebagai insan yg tidak religius religius banget. Saya percaya bahwa rejeki setiap makhluk itu sudah diatur oleh Tuhan. Itu ada di Kitab Suci.

Tapi. Sepanjang saya hidup. Saya belum pernah menjumpai seorang bayi lahir bawa CV lalu berangkat ngelamar kerja. Artinya apa? Betul. Orang tua adalah jalan rejeki anak bagi anak . Lalu bayangkan kalo jalannya rusak, apakah rejeki itu dapat hingga dengan lancar?

3. Jangan Menyalahkan Orang Lain Atas Keputusan Sendiri

Konten Sensitif
Buka
Wejangan Untuk yg Belum & Akan Menikah


Source

"Ntar lu juga bakal ngerasain kayak gue"

Bruh, kesulitan yg datang menghampiri anda itu adalah konsekuensi atas opsi anda sendiri. Jika kami memilih untuk nikah & punya anak tanpa persiapan matang seperti anda, tentu kami bakal ngerasain kayak kalian.

Saya sepenuhnya sadar, bahwa berumah tangga itu pasti ada konflik & masalah di dalamnya. Namanya dua orang yg ketemu tiap hari. Tapi ya jangan hingga masalah itu hingga keluar. Jangan hingga mengharuskan orang lain ikut menyelesaikannya.

"Lu enak masih bujang, belum punya tanggungan"

Ya emang enak. Anda juga pernah ngerasain, kan? Kalo belum puas bujang & ekonomi masih ngos-ngosan, ngapain pilih punya tanggungan? Nikah & punya anak itu pilihan. Bukan dapat dari lotre!

4. Punyalah danang Darurat,
dan Jangan Jadikan Orang Lain Sebagai danang Darurat

Wejangan Untuk yg Belum & Akan Menikah


Source

Untuk anda-anda yg berusia 20-30, pasti sudah familiar dengan danang darurat. Jika tidak pun, ada sebuah istilah bernama tabungan. Jangan sekali-kali nikah kalau gak punya danang darurat/ tabungan.

Jika punya tabungan, ya jangan habiskan semuanya untuk pesta perkimpoian. Masih ada hari esok. Kita sudah tidak hidup di masa berburu, yg buruan hari ini harus dihabiskan hari ini. Ketimbang tabungan dihabiskan untuk pesta, tabung aja. Tabung!

Untuk hal ini anda perlu mengamini "Kalo dapat dihabiskan besok. Kenapa dihabiskan sekarang". Masih ada hari esok. Kalopun besok mati. Tabungan anda dapat dipakai biaya pemakaman anda!

5. Jangan Berpikir Membantu Anda Adalah Kewajiban Orang Lain

Wejangan Untuk yg Belum & Akan Menikah


Source

Manusia tidak dapat hidup sendiri. Ada waktunya kita harus meminta bantuan orang lain. Tapi ya tidak setiap anda ada kesulitan, orang lain wajib menolong anda. Jangan pakai poin nomor 4 untuk dijadikan pembenaran bahwa orang lain harus menolong anda.

Ketika anda sudah memilih sebuah pilihan, mengambil sebuah tanggung jawab. Anda harus konsekuen. Jangan ajak orang lain menanggung konsekuensi atas opsi anda.

****************************************************************************

Jadi, mari mendayapakai akal yg sudah dianugerahkan Tuhan. Belajar mengerti konsekuensi. Anda tetap dapat hidup kalau terjun dari lantai 5 sebuah gedung tanpa parasut & pengaman. Tapi konsekuensinya mungkin kaki patah, tulang punggung patah, lengan patah, bibir pecah-pecah, panas dalam, cantengan, & divideoin oleh seseorang demi views media sosialnya.

Begitu juga dengan nikah & punya anak. Kita tetap dapat hidup saat memilih nikah & mempunyai anak tanpa kesiapan ekonomi. Tapi konsekuensinya mungkin pas mau USG pinjam ke Wagimin, pas popok habis pinjam ke Sugeng, & pas susu abis pinjam ke Asep.

Sekali lagi, wejangan ini saya tulis khususnya untuk saya sendiri, & umumnya untuk useless people sekalian. Tidak ada tendensi untuk menyinggung siapapun.

Tapi kalo anda tersinggung, saya dari hati terdalam mengucapkan "BODO AMAT!".

Ingat, sohabat. Imam Syafi'i pernah berkata "Saat anda menyampaikan kebenaran, maka anda akan menemukan 2 reaksi yg berbeda. Orang yg cerdas akan merenung. Orang yg bodoh akan tersinggung"

KEEP READ AND SOUND

Baca Juga Thread Lainnya DISINI​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.