Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Pembahasan kali ini tentu tak dapat lepas dari video lama dari Ustadz Khalid Basalamah, tidak secara eksplisit tetapi secara implisit dapat saja dimaknai, bahwa wayang itu dilarang atau bahasa umumnya diharamkan.
Apa yg beliau ucapkan dapat dilihat jelas pada video potongan ceramah di bawah ini.
Lagipula sudah ada klarifikasinya dari beliau sendiri, untuk lengkapnya dapat dilihat di bawah ini,
Namun ketika agan menyukai tradisi lalu agan sendiri beragama Islam, maka ketika dua hal ini dibenturkan pasti akan terjadi dilema. Inilah bahayanya bila ada sebuah kelompok yg sengaja membenturkan tradisi & agama.
Tapi kita tak akan bicarakan tentang kelompok yg tidak suka dengan hidup damai lebih bahagia berseteru antara tradisi & agama , namun kita akan membahas tentang sisi lain dari wayang.
Wayang, dianggap sudah hadir semenjak 1500 tahun sebelum Masehi. Ada yg bilang berasal dari India, ada juga yg bilang itu akulturasi antara India & Jawa, tetapi ada juga yg mengatakan wayang itu dari budaya Cina, namun ada yg beranggapan bahwa wayang sepenuhnya berasal dari Jawa.
Jadi begini dari berbagai hipotesis itu India menyumbang cerita dasar, & Jawa menyumbang cara presentasinya. Awalnya dari lembaran yg disebut Beber, lalu kemudian mengpakai boneka & bayangannya. Maka karena hal itu disebut wayang atau bayangan.
Disini jelas hipotesis wayang itu tidak berasal dari India, tetapi dari Jawa semakin menguat, dapat dibilang wayang asli produk Nusantara. Karena, istilah dalam pertunjukkan selain cerita memang semuanya asli Bahasa Jawa & tidak ada mengatakan serapan dari bahasa Sansekerta.
Seperti pada wayang yg kita kenal, di bagian tangkai kayu untuk menggerakkan tangan disebut tuding, lalu ada gapit untuk menciptakan rangka wayangnya, kemudian ada layar yg disebut kelir, disandingkan dengan alat musik tradisional Jawa.
Ini dapat dibilang hipotesis paling solid, karena bahasa adalah induk kebudayaan. Jadi wayang itu asli dari Jawa, cuma saja ceritanya ditambahkan dari India kuno.
Dimasa lalu Wayang dimainkan dalam ritual pemujaan roh nenek moyang & dalam upacara-upacara adat Jawa, dimasa lalu wayang diperkirakan cuma terbuat dari rerumputan yg diikat sehingga bentuknya masih sangat sederhana.Kemudian berjalannya waktu, wayang dimodifikasi jadi boneka yg lebih sempurna.
Namun ketika para penyebar agama Islam datang ke bumi nusantara, tidak pernah berfikir mengharamkan seni wayang, malah sebaliknya sebagai peluang untuk menyebarkan agama Islam, karena mereka taklid kepada sunnah rasul.
Dimana berdakwah itu harus sesuai dengan bahasa kaumnya, hal ini juga berdasarkan
Quote:
Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya dia dapat memberi penjelasan kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yg Dia kehendaki, & memberi petunjuk kepada siapa yg Dia kehendaki. Dia Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Ibrahim Ayat 4
Jadi kalau ada orang yg berdakwah dengan bahasa yg tidak dimengerti banyak orang di kaumnya, maka dapat dibilang tidak sesuai ajaran Qur'an. Maka, dapat kita lihat para pendakwah di Indonesia mengpakai bahasa Indonesia bukan bahasa Arab.
Maka ketika itu Wali Songo, berfikir bagaimana menjadikan wayang sebagai alat dakwah. Hal ini juga terjadi pada tradisi yg lain, seperti Sunan Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik, melihat banyak orang suka silat & pengobatan ke dukun, maka dibuatlah padepokan silat & pengobatan secara syariah.
Lalu ada sunan Bonang, dimana masyarakat suka seni musik maka beliau berdakwah mengpakai sejumlah perangkat seni, termasuk gamelan, juga karya sastra.
Sedangkan wayang, jadi sarana dakwah Sunan Kalijaga. Namun ada masalah karena bentuk wayang dimasanya, memiliki bentuk yg sempurna seperti mahluk hidup. Dan seni pagelaran wayang itu bukan cuma sebuah seni namun mistisme, karena biasanya sang dalang kesurupan roh nenek moyang dalam memainkan seni tersebut, bahkan kisah Mahabrata & Ramayana merupakan 2 contoh kisah yg jadi favorit pada zaman Hindu Budha di masa itu.
Sunan Kalijaga yg galau mengerjakan itjihad, maka wayang diubah modelnya oleh Sunan Kalijaga seperti wayang yg saat ini kita lihat, dimana bentuknya berbeda dari mahluk hidup di dunia nyata. Lalu kisah Mahabrata & Ramayana dimodifikasi supaya yg bertentangan dengan syariat Islam itu hilang.
Karena dalam ajaran Islam ada gambar yg disembah, dikultuskan jelas itu terlarang. Namun, kalau gambar yg biasa saja itu diperbolehkan. Argumentasi ini berasal dari pedang perdana Nabi Muhammad, yaitu Al Ma'thur yg memiliki bentuk dua kepala ular.
Tapi Sunan Kalijaga takut, wayang itu karena bentuknya manusia dapat diselewengkan untuk disembah. Maka para sunan ini dapat dibilang adalah pendakwah Islam di nusantara yg mengikuti sunnah nabi, mereka para pendakwah garis lurus yg mengikuti syariat Islam.
Jadi wayang dimasa Sunan Kalijaga sudah dibuat sesuai aturan syariat Islam, karena unsur-unsur yg tidak sesuai syariat di dalam seni wayang sudah dihilangkan.
Jadi kalau ada kelompok yg harap Islam itu harus Arab, & Arab harus Islam ini tentu saja tidak nyunnah. Sesuai dakwah yg dianjurkan Qur'an tadi. Namun pemikiran keliru ini banyak terjadi di masa sekarang, jadi apapun tradisi lokal yg tidak sesuai dengan tradisi Arab akan dianggap tidak Islami atau di bid'ahkan.
Contoh, beduk ini tradisi lokal Indonesia yg berkaitan dengan budaya Cina & juga Buddha maka mereka membid'ahkan & melarang penggunaannya.
Namun kubah, yg awalnya adalah tradisi persia atas penyembahan Ahura Mazda agama Zoroaster, diapplikasikan pada Masjid berkubah perdana dalam sejarah Islam, yg dibangun di Yerussalem, Palestina antara 685 Masehi hingga 691 Masehi. Pembangunan masjid yg diketahui dengan sebutan Masjid Qubbat as-Sakhrah (Masjid Kubah Batu) atau Dome of the Rock ini, dimulai ketika Yerussalem jatuh ke dalam kekuasaaan Islam pada era Khalifah Umar bin Khattab hingga era Khalifah Abdul Malik bin Marwan dari Dinasti Ummaiyyah.
Namun karena ini bid'ahnya di Arab jadi tidak dipermasalahkan. Kalau bid'ahnya lokal nusantara maka akan di usik, jadi itulah pandangan saya kepada wayang yg sudah dimodifikasi oleh Sunan Kalijaga.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik, klik, klik, klik
Pic : google