Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber Gambar:Artificial Intelligence
Hai semuanya, Shalom Aleichem!
Selamat pagi kalian semuanya!
Pada kesempatan yg sangat berharga ini, gue, Mbak Rora, akan membahas tentang anemia pada penyakit kanker perut (neuroblastoma), salah satu tipe kanker yg termasuk dalam kelompok kanker blastoma (kanker yg cuma menyerang anak balita saja)
Kesehatan anak merupakan hal yg sangat penting bagi setiap orang tua. Masa balita adalah periode perkembangan yg sangat penting, di mana organ tubuh & sistem kekebalan tubuh sedang berkembang pesat. Dalam fase ini, berbagai penyakit dapat muncul, mulai dari penyakit ringan hingga penyakit yg lebih serius. Salah satu penyakit anak yg jarang dibicarakan tetapi sangat penting untuk dikenali adalah kanker perut pada anak balita (neuroblastoma).
Neuroblastoma merupakan salah satu tipe kanker anak yg berasal dari sel saraf yg belum matang. Sel-sel ini biasanya ditemukan di jaringan saraf yg berhubungan dengan sistem saraf simpatis (sistem saraf yg berkaitan dengan respons emosi takut atau marah), khususnya di sekitar kelenjar adrenal yg terletak di atas ginjal. Oleh karena itu, banyak kasus neuroblastoma muncul sebagai tumor di bagian perut anak, sehingga orang awam juga sering menyebut penyakit ini sebagai kanker perut.
Penyakit ini memang tergolong langka kalau dibandingkan dengan penyakit anak lainnya. Namun, neuroblastoma merupakan salah satu tipe kanker blastoma, yaitu kanker yg cuma terjadi pada bayi & anak usia di bawah 5 tahun saja. Fakta yg perlu diketahui oleh para orang tua adalah bahwa penyebab pasti neuroblastoma hingga saat ini belum diketahui secara jelas. Selain itu, tidak ada cara pasti untuk mencegah penyakit ini.
Meskipun demikian, kabar baiknya adalah neuroblastoma memiliki peluang kesembuhan yg cukup baik kalau dapat dideteksi sejak dini. Semakin cepat kanker ini ditemukan, semakin akbar peluang anak untuk mendapatkan pengobatan yg efektif & memiliki kualitas hidup yg lebih baik. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk mengenali tanda-tanda awal yg mungkin muncul.
Thread ini akan membahas tiga gejala yg sering kali dianggap sepele, tetapi sebenarnya dapat jadi sinyal awal dari adanya neuroblastoma pada balita.
Quote:
Mengenal Neuroblastoma Lebih Dekat
Neuroblastoma berkembang dari sel saraf yg disebut neuroblas, yaitu sel saraf yg masih dalam tahap perkembangan. Pada kondisi normal, sel-sel ini akan berkembang jadi sel saraf matang. Namun, dalam beberapa kasus, sel tersebut mengalami pertumbuhan yg tidak normal & membentuk tumor.
Tumor neuroblastoma paling sering ditemukan di kelenjar adrenal (di atas ginjal), jaringan saraf di perut, dada, leher, & tulang belakang. Karena letak tumor sering berada di perut, gejala yg muncul pun sering berkaitan dengan gangguan pada sistem pencernaan atau perubahan pada kondisi fisik anak.
Yang perlu dipahami oleh orang tua adalah bahwa gejala neuroblastoma sering kali tampak seperti masalah kesehatan biasa. Inilah yg menciptakan penyakit ini sering terlambat terdeteksi.
Quote:
1. Jangan Sepelekan Sembelit & Diare Berkepanjangan Tanpa Tanda Infeksi
Gangguan pencernaan seperti sembelit atau diare merupakan keluhan yg cukup biasa pada anak-anak. Biasanya kondisi ini disebabkan oleh pola makan, infeksi virus, atau perubahan makanan.
Namun, orang tua perlu mulai waspada apabila:
1) Sembelit terjadi dalam waktu lama
2) Diare berlangsung berkepanjangan
3) Tidak disertai tanda-tanda infeksi seperti demam atau muntah
4) Pengobatan biasa tidak sanggup memberikan perbaikan
Pada beberapa kasus neuroblastoma, tumor yg berkembang di dalam perut dapat menekan organ pencernaan atau saraf yg mengatur kerja usus. Akibatnya, anak dapat mengalami gangguan pada sistem pencernaan seperti sembelit kronis atau diare yg tidak jelas penyebabnya.
Selain itu, tekanan tumor pada organ sekitar juga dapat mengganggu pergerakan usus sehingga anak tampak mengalami masalah pencernaan yg terus berulang.
Memang, tidak semua kasus sembelit atau diare pada anak berkaitan dengan kanker. Namun, kalau keluhan tersebut berlangsung lama & tidak membaik dengan penanganan biasa, sebaiknya orang tua segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Quote:
2. Jangan Sepelekan Mata Panda pada Anak
Lingkaran hitam di bawah mata sering disebut sebagai mata panda. Banyak orang tua menganggap kondisi ini cuma disebabkan oleh anak yg kurang tidur.
Padahal, dalam beberapa kasus neuroblastoma, lingkaran hitam di sekitar mata dapat jadi tanda penting yg perlu diperhatikan.
Kondisi ini terjadi karena penyebaran sel kanker ke area tulang di sekitar mata, yg dapat menyebabkan memar atau perubahan warna kulit di bagian bawah mata. Gejala ini dalam dunia medis sering disebut sebagai ekimosis periorbital (lebam biru karena rembesan darah di kelopak mata).
Beberapa ciri mata panda yg perlu diwaspadai, antara lain:
1) Lingkaran hitam di bawah mata yg tidak hilang
2) Mata panda tidak membaik meskipun anak sudah tidur cukup
3) Kadang, mata panda itu disertai pembengkakan di sekitar mata
4) Warna kulit mata tampak kebiruan atau keunguan
Mata panda yg tidak biasa ini sering kali menciptakan paras anak tampak letih atau sakit, meskipun sebenarnya anak terlihat cukup aktif.
Sekali lagi, tidak semua lingkaran hitam di bawah mata merupakan tanda penyakit serius. Namun, kalau kondisi tersebut muncul terus-menerus & tidak memiliki penyebab yg jelas, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.
Quote:
3. Jangan Sepelekan Perut Kembung Berkepanjangan Tanpa Sebab
Gejala lain yg sering muncul pada neuroblastoma adalah perut yg tampak membesar atau kembung dalam waktu lama.
Pada banyak anak, perut kembung sering dianggap sebagai masalah pencernaan biasa, misalnya karena terlalu banyak makan atau menelan udara saat makan.
Namun, pada kasus neuroblastoma, pembesaran perut dapat terjadi karena adanya tumor yg berkembang di dalam rongga perut. Tumor ini dapat tumbuh cukup akbar sehingga menciptakan perut anak tampak menonjol.
Beberapa tanda yg patut diperhatikan antara lain:
1) Perut anak tampak membesar tanpa sebab yg jelas
2) Perut terasa keras saat disentuh
3) Anak terlihat tidak nyaman atau sering rewel
4) Nafsu makan menurun
5) Berat badan tidak bertambah dengan baik
Kadang-kadang, orang tua baru menyadari kondisi ini ketika melihat ukuran perut anak tidak proporsional dibandingkan bagian tubuh lainnya.
Jika perut kembung berlangsung lama & tidak membaik, dokter biasanya akan mengerjakan pemeriksaan lanjutan seperti USG, CT scan, atau pemeriksaan darah untuk memastikan apakah terdapat kelainan pada organ di dalam perut.
Quote:
Pentingnya Deteksi Dini
Salah satu faktor yg sangat menentukan keberhasilan pengobatan neuroblastoma adalah seberapa cepat penyakit ini terdeteksi.
Pada stadium awal, peluang kesembuhan neuroblastoma dapat sangat tinggi. Banyak anak yg dapat sembuh sepenuhnya setelah mendapatkan terapi yg tepat.
Sebaliknya, kalau penyakit ini baru diketahui pada stadium lanjut, pengobatan jadi lebih kompleks & risiko komplikasi meningkat.
Beberapa metode yg biasanya dipakai untuk mendiagnosis neuroblastoma, meliputi:
1) Pemeriksaan fisik oleh dokter
2) Tes darah & urin
3) Pemeriksaan pencitraan (USG, CT scan, MRI)
4) Biopsi jaringan tumor
Pengobatan neuroblastoma sendiri dapat meliputi kombinasi beberapa metode, seperti:
1) Operasi pengangkatan tumor
2) Kemoterapi
3) Radioterapi
4) Terapi imun
Kemajuan dalam dunia kedokteran anak saat ini menciptakan banyak kasus neuroblastoma dapat ditangani dengan lebih baik dibandingkan beberapa dekade yg lalu.
Quote:
Peran Orang Tua Sangat Penting
Karena gejala awal neuroblastoma sering kali tidak spesifik, peran orang tua dalam mengenali perubahan pada tubuh anak jadi sangat penting.
Beberapa langkah sederhana yg dapat dilakukan, antara lain:
1) Memperhatikan perubahan pola makan & buang air anak
2) Mengamati perubahan fisik seperti pembesaran perut
3) Tidak mengabaikan keluhan yg berlangsung lama
4) Segera berkonsultasi dengan tenaga medis kalau ada gejala yg mencurigakan
Ingatlah bahwa beberapa akbar gejala yg disebutkan di atas memang sering terjadi pada anak-anak, & biasanya tidak berbahaya. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, supaya penyakit serius dapat dideteksi sedini mungkin.
Deteksi dini bukan berarti jadi terlalu khawatir, melainkan lebih kepada bersikap peka kepada kondisi kesehatan anak.
Quote:
PENUTUP
Neuroblastoma merupakan tipe kanker yg cuma menyerang bayi & anak usia dini, khususnya balita. Penyakit ini memang tidak dapat dicegah & penyebab pastinya masih belum diketahui. Namun, kabar baiknya, neuroblastoma memiliki peluang kesembuhan yg tinggi apabila dapat terdeteksi sejak awal.
Tiga tanda yg sering dianggap sepele tetapi perlu diwaspadai oleh orang tua, antara lain:
1) Sembelit atau diare berkepanjangan tanpa tanda infeksi
2) Mata panda yg tidak hilang meskipun anak sudah cukup tidur
3) Perut kembung atau membesar tanpa sebab yg jelas
Dengan memperhatikan tanda-tanda tersebut, orang tua dapat menolong mendeteksi kemungkinan masalah kesehatan sejak dini. Jika terdapat gejala yg mencurigakan, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.
Kesadaran & kewaspadaan orang tua merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan anak. Semakin cepat suatu penyakit ditemukan, semakin akbar peluang bagi anak untuk mendapatkan pengobatan yg tepat & menjalani masa depan yg sehat.
Quote:
SUMBER
Maris, J. M., Hogarty, M. D., Bagatell, R., & Cohn, S. L. (2007). Neuroblastoma. The Lancet, 369(9579), 21062120.
Park, J. R., Eggert, A., & Caron, H. (2010). Neuroblastoma: Biology, prognosis, and treatment. Hematology/Oncology Clinics of North America, 24(1), 6586.
American Cancer Society. (2023). Neuroblastoma in children. American Cancer Society. https://www.cancer.org
National Cancer Institute. (2022). Neuroblastoma treatment (PDQ)Patient version. National Cancer Institute. https://www.cancer.gov
Brodeur, G. M. (2018). Neuroblastoma: Biological insights into a clinical enigma. Nature Reviews Cancer, 3(3), 203216.
@aldo12 @itkgid @swiitdebby