• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Waspada, Terlalu Banyak Tidur Sebabkan Demensia

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
LANSIA yang terlalu banyak tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan mereka. Mereka lebih cenderung terkena penyakit demensia. Kok bisa?
gj4Tc.jpg
Para ilmuwan percaya, tidur sampai tujuh jam semalam dapat mencegah penuaan otak selama dua tahun dibandingkan jika terlalu banyak tidur atau kurang tidur. Peneliti dari Brigham dan Women’s Hospital, Boston, Amerika Serikat menemukan bahwa wanita lansia yang tidur tujuh jam semalam, memiliki konsentrasi dan memori yang jauh lebih baik dibanding yang tidur selama sembilan jam atau kurang dari lima jam.

Para akademisi percaya, mereka yang menderita penurunan kognitif atau kurang tajam di usia tua lebih mungkin rentan terhadap penyakit demensia. Sebelumnya juga diketahui bahwa tidur tujuh jam semalam dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan meningkatkan risiko gangguan jantung dan diabetes.

Penelitian yang dipresentasikan dalam Alzheimer’s Association International Conference di Vancouver, Kanada, meneliti 15.000 wanita berusia 70-an selama lima tahun. Semua partisipan menjalani tes rutin untuk memeriksa rentang memori, konsentrasi dan perhatian mereka.

Peneliti Elizabeth Devore mengatakan, “Temuan kami mendukung gagasan bahwa durasi tidur yang ekstrem dan perubahan durasi tidur dari waktu ke waktu dapat menyebabkan penurunan kognitif dan Alzheimer pada lansia. Implikasi kesehatan masyarakat dari temuan ini bisa besar karena mereka mungkin mengarah pada identifikasi akhir dari strategi tidur untuk mengurangi risiko gangguan kognitif dan Alzheimer.”

Seorang juru bicara Alzheimer’s Society menambahkan, “Tidur malam yang baik adalah salah satu kenikmatan hidup, tetapi sekali lagi, penelitian ini kuat menunjukkan bahwa kualitas dan durasi tidur juga dihubungkan dengan kesehatan kognitif kita.”

Namun, lanjutnya, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah faktor-faktor seperti durasi tidur merupakan penyebab atau efek dari penurunan kognitif.

“Kami tidak mengatakan bahwa Anda tidak dapat meikmati tidur, tapi lebih baik tidur secara berkualitas, makan makanan seimbang, menjaga kesehatan, dan berat badan, berolahraga secara teratur dapat membuat perbedaan dalam mengurangi risiko Anda terkena dememsia atau Alzheimer.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.