napster
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 153823
- Sejak
- 10 Okt 2011
- Pesan
- 394
- Nilai reaksi
- 7
- Poin
- 18
Titik-titik rawan ranjau paku yakni Jalan Gatot Subroto, Hayam Wuruk, dan Sultan Agung
Kepolisian Daerah Metro Jaya meminta kepada masyarakat pengguna jalan, khususnya sepeda motor untuk berhati-hati jika berkendara pada malam hari. Sebab kejahatan tebar paku di jalan utama Jakarta dan Bekasi kembali marak.
Titik-titik rawan tersebut yakni Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, dan Jalan Sultan Agung. Serta dari traffic light Pondok Ungu sampai jembatan Banjir Kanal Timur, Cakung, Bekasi.
"Karena sudah menjadi keluhan masyarakat, kami akan menyisir kawasan rawan tersebut. Penyisiran akan dilakukan setiap pagi sekitar pukul 05.30, sebelum masyarakat mulai beraktivitas," ujar Kepala Bagian Pembinaan dan Operasional, Ajun Komisaris Besar Lutfi Usman, Jumat 14 Oktober 2011.
Latif mengatakan, sebagai tindak lanjut dari keluhan masyarakat itu, pihaknya akan melakukan penyisiran dengan mengerahkan kendaraan golf yang dimodifikasi. Bagian depan kendaraan dipasang papan magnet untuk menyisir jalan agar paku yang disebar bisa menempel.
Menurut Latif, pihaknya sudah melakukan penyisiran sejak September lalu. Untuk kawasan Bekasi, petugas mendapatkan 4304 paku yang didapat di sepanjang jalan Sultan Agung, Cakung.
"Meski belum ada yang tertangkap tangan, para pelaku ini sengaja menyebar paku untuk melakukan tindak kejahatan jalanan seperti perampasan atau pun hanya untuk sekedar menarik keuntungan untuk bisnis tambal ban," kata Latif.
Dia menduga, paku yang disebar kebanyakan di jalur kiri motor. Caranya yaitu dengan membengkokan paku sehingga bisa langsung menancap ke ban sepeda motor calon korban.
Di sepanjang jalan yang rawan tersebut, kata Latif, sudah ada tukang tambal ban yang menjual ban dalam dengan harga cukup tinggi. Sehingga mau tidak mau para korban harus mengganti ban tersebut agar bisa melanjutkan perjalanannya.
Dia melihat tebar paku biasa dilakukan oleh pelaku pada jam padat aktivitas.
"Untuk itu kami sarankan agar selalu meningkatkan kewaspadaan warga, kemudian lapor polisi jika merasa sudah tidak aman," kata dia. (sj)
• VIVAnews
