yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Aksi penipuan dengan modus transfer uang ke rekening bunk kembali terjadi. Tak tanggung-tanggung, pelaku meminta korban mentransfer uang Rp35 juta ke rekening bro.
Korban, Anna Sitanggang (50), Kamis kemarin, dalam perjalanan menuju rumahnya di Jalan Haji Dilun Nomor 17, Ulujami, Cipulir, Jakarta Selatan. Ketika hampir tiba di rumah, dia menerima telepon di ponsel miliknya dari nomor 081934230413.
“Dia bilang anak saya, Anggi, saat itu ada di kantor polisi, ditangkap karena kasus narkoba. Lalu saya disuruh transfer Rp35 juta saat itu juga. Teman-teman anak saya yang juga ditangkap katanya sudah mentransfer,” ungkap korban kepada Okezone, Jumat (24/8/2012).
Dalam keadaan panik, Anna mengatakan kepada pelaku bahwa dia tidak memiliki uang sebanyak itu. “Lalu dia tanya, yang ada berapa? Saya jawab mungkin hanya Rp5 juta,” tutur Anna.
Karena pelaku mengancam Anna untuk tidak bicara ke orang lain sebelum uang tersebut ditransfer, Anna pun ketakutan. Dia segera mencari anjungan tunai mandiri (ATM) terdekat. Setelah tiba di ATM BCA Pasar Cipulir, Anna mendapati saldo tabungannya hanya bersisa kurang dari Rp5 juta. “Saya bilang hanya ada Rp4 juta lebih dan akhirnya hanya Rp4 juta yang saya transfer,” sambungnya.
Anna mentransfer uang tersebut ke nomor rekening bro 530701015679538 atas nama Erwinsyah, sesuai yang diperintahkan si pelaku melalui telepon.
Setelah kembali ke rumah dan bertemu dengan putranya, Anggi, Anna pun tersadar dia ditipu oleh pelaku. Anna kemudian menghubungi kerabatnya yang bekerja di bro dan akhirnya diketahui bawa nomor rekening tersebut terdaftar di bro cabang Simpang Amplas, Sunggal, Medan, Sumatera Utara.
Kemudian dari data tersebut juga diketahui bahwa pelaku menarik uang di ATM bro yang berada di SPBU Gaperta, Jalan Gatot Subroto, Medan. Hingga kini, korban belum melaporkan kasus ini ke kepolisian karena masih syok.
Korban, Anna Sitanggang (50), Kamis kemarin, dalam perjalanan menuju rumahnya di Jalan Haji Dilun Nomor 17, Ulujami, Cipulir, Jakarta Selatan. Ketika hampir tiba di rumah, dia menerima telepon di ponsel miliknya dari nomor 081934230413.
“Dia bilang anak saya, Anggi, saat itu ada di kantor polisi, ditangkap karena kasus narkoba. Lalu saya disuruh transfer Rp35 juta saat itu juga. Teman-teman anak saya yang juga ditangkap katanya sudah mentransfer,” ungkap korban kepada Okezone, Jumat (24/8/2012).
Dalam keadaan panik, Anna mengatakan kepada pelaku bahwa dia tidak memiliki uang sebanyak itu. “Lalu dia tanya, yang ada berapa? Saya jawab mungkin hanya Rp5 juta,” tutur Anna.
Karena pelaku mengancam Anna untuk tidak bicara ke orang lain sebelum uang tersebut ditransfer, Anna pun ketakutan. Dia segera mencari anjungan tunai mandiri (ATM) terdekat. Setelah tiba di ATM BCA Pasar Cipulir, Anna mendapati saldo tabungannya hanya bersisa kurang dari Rp5 juta. “Saya bilang hanya ada Rp4 juta lebih dan akhirnya hanya Rp4 juta yang saya transfer,” sambungnya.
Anna mentransfer uang tersebut ke nomor rekening bro 530701015679538 atas nama Erwinsyah, sesuai yang diperintahkan si pelaku melalui telepon.
Setelah kembali ke rumah dan bertemu dengan putranya, Anggi, Anna pun tersadar dia ditipu oleh pelaku. Anna kemudian menghubungi kerabatnya yang bekerja di bro dan akhirnya diketahui bawa nomor rekening tersebut terdaftar di bro cabang Simpang Amplas, Sunggal, Medan, Sumatera Utara.
Kemudian dari data tersebut juga diketahui bahwa pelaku menarik uang di ATM bro yang berada di SPBU Gaperta, Jalan Gatot Subroto, Medan. Hingga kini, korban belum melaporkan kasus ini ke kepolisian karena masih syok.