Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bisa Masuk Indonesia Kapan Saja
Warga +62 perlu waspada. Saat ini, penipuan bermoduskan obroral seks tengah merebak di Eropa. Dari Belanda hingga Amerika Serikat. Dan bukan hal yg tak mungkin. Penipuan modus serupa dapat masuk Indonesia. Kapan saja.
Modus yg dipakai para penipu di Eropa adalah dengan cara mengajak korbannya mengobrol. Selama mungkin. Melalui situs web spesifik dewasa. Mereka akan mengpakai foto profil perempuan yg menggiurkan. Yang posenya aduhai.
Targetnya adalah para lelaki yg berusia 50 keatas. Target kategori ini lebih mudah untuk ditipu. Karena, biasanya. Bagi korban kategori usia segitu mengobrol sudah cukup. Dan jarang mengajak kopi darat. Kalaupun ada permintaan kopi darat. Para pelaku punya trik. Ada cara tersendiri untuk menghindar. Cara yg sudah dipelajari & dilatih secara terus menerus.
Para perempuan yg disuruh mengajak para korban mengobrol bukan orang Eropa. Mereka kebanyakan orang Suriname hingga Nigeria. Mereka direkrut melalui agen-agen.
Para agen mengiklankan lowongan kerja secara daring. Lewat media sosial. Mengincar para kaula muda. Yang berpendidikan. Yang pengangguran. Yang butuh pekerjaan.
Dalihnya pekerjaan legal. Bisa kerja dari rumah. Bisa dapat banyak uang. Pekerjaanya cuma peran online. Pemasaran digital. Hingga moderator chat. Tanpa ada embel-embel konten dewasa. Sama sekali.
Setelah mendapatkan calon pekerja. Ada staff spesifik pelatihan. Para staff akan melatih para pekerja. Tentang segala khal. Mulai dari sosial, budaya, kebiasaan hingga bahasa. Karena itu akan jadi senjata utama.
Para pekerja harus fasih berbahasa Inggris. Secara tulisan maupun percakapan. Kalaupun kurang fasih. Akan dilatih. Sampai fasih.
Menurut BBC Indonesia, para penipu ini terorganisir. Mereka bahkan memiliki perusahaan. Salah satunya. LMS namanya. Didirikan oleh salah seorang pria asal Suriname.
Untuk memikat pekerja, agen memposting foto dirinya dengan pakaian & perhiasan gelamor. Atau saat berlibur di tempat eksotis.
Setelah semua siap, waktunya bekerja. Para pekerja yg sudah terlatih mulai menciptakan profil. Membuat status. Memajang foto profil palsu. Di situs web dewasa. Berselancar mencari korban. Mereka biasa berganti-ganti profil. Bisa punya puluhan akun palsu di satu situ web itu.
Mereka punya software khusus. Untuk memalsukan lokasi. Ketika mendapatkan korban. Mereka dapat memposisikan jarak cuma beberapa kilo meter. Dari para korbannya. Seolah begitu dekat. Seperti tetangga sebelah rumah. Padahal mereka berada jauh. Di seberang benua. Benua Afrika.
Mereka akan mencoba mengajak korbannya mengobrol. Selama mungkin. Untuk menguras uang korban. Situs web dewasa yg mereka pakai memang gratis. Tidak ada pungutan biaya. Untuk setiap pendaftaran. Tapi untuk dapat mengobrol dengan perempuan palsu ini. Para korban harus merogoh kocek.
Mereka harus membayar Rp90 ribu hingga Rp4,5 juta. Untuk jasa ngobrol seks. Melihat video erotis. Atau sekadar untuk mendapatkan sebuah foto. Semua jasa berbayar.
Sejumlah korban yg sempat diwawancarai mengaku sudah menghabiskan banyak uang. Ada yg sudah keluarkan US$64,99 atau setara Rp1 jutaan. Ada juga yg sudah habis US$300 atau sekitar Rp4,5 juta. Saya sudah chat puluhan perempuan. Dan mereka sering menunda. Ketika diajak ketemu, keluh seorang pria dikutip dari BBC Indonesia. (moerni)
Penulis: @moerni.id2122022
Narasi: Pribadi
Sumber: 1,
Foto: 1,
Hari ini 17:21
Warga +62 perlu waspada. Saat ini, penipuan bermoduskan obroral seks tengah merebak di Eropa. Dari Belanda hingga Amerika Serikat. Dan bukan hal yg tak mungkin. Penipuan modus serupa dapat masuk Indonesia. Kapan saja.
Modus yg dipakai para penipu di Eropa adalah dengan cara mengajak korbannya mengobrol. Selama mungkin. Melalui situs web spesifik dewasa. Mereka akan mengpakai foto profil perempuan yg menggiurkan. Yang posenya aduhai.
Targetnya adalah para lelaki yg berusia 50 keatas. Target kategori ini lebih mudah untuk ditipu. Karena, biasanya. Bagi korban kategori usia segitu mengobrol sudah cukup. Dan jarang mengajak kopi darat. Kalaupun ada permintaan kopi darat. Para pelaku punya trik. Ada cara tersendiri untuk menghindar. Cara yg sudah dipelajari & dilatih secara terus menerus.
Para perempuan yg disuruh mengajak para korban mengobrol bukan orang Eropa. Mereka kebanyakan orang Suriname hingga Nigeria. Mereka direkrut melalui agen-agen.
Para agen mengiklankan lowongan kerja secara daring. Lewat media sosial. Mengincar para kaula muda. Yang berpendidikan. Yang pengangguran. Yang butuh pekerjaan.
Dalihnya pekerjaan legal. Bisa kerja dari rumah. Bisa dapat banyak uang. Pekerjaanya cuma peran online. Pemasaran digital. Hingga moderator chat. Tanpa ada embel-embel konten dewasa. Sama sekali.
Setelah mendapatkan calon pekerja. Ada staff spesifik pelatihan. Para staff akan melatih para pekerja. Tentang segala khal. Mulai dari sosial, budaya, kebiasaan hingga bahasa. Karena itu akan jadi senjata utama.
Para pekerja harus fasih berbahasa Inggris. Secara tulisan maupun percakapan. Kalaupun kurang fasih. Akan dilatih. Sampai fasih.
Menurut BBC Indonesia, para penipu ini terorganisir. Mereka bahkan memiliki perusahaan. Salah satunya. LMS namanya. Didirikan oleh salah seorang pria asal Suriname.
Untuk memikat pekerja, agen memposting foto dirinya dengan pakaian & perhiasan gelamor. Atau saat berlibur di tempat eksotis.
Setelah semua siap, waktunya bekerja. Para pekerja yg sudah terlatih mulai menciptakan profil. Membuat status. Memajang foto profil palsu. Di situs web dewasa. Berselancar mencari korban. Mereka biasa berganti-ganti profil. Bisa punya puluhan akun palsu di satu situ web itu.
Mereka punya software khusus. Untuk memalsukan lokasi. Ketika mendapatkan korban. Mereka dapat memposisikan jarak cuma beberapa kilo meter. Dari para korbannya. Seolah begitu dekat. Seperti tetangga sebelah rumah. Padahal mereka berada jauh. Di seberang benua. Benua Afrika.
Mereka akan mencoba mengajak korbannya mengobrol. Selama mungkin. Untuk menguras uang korban. Situs web dewasa yg mereka pakai memang gratis. Tidak ada pungutan biaya. Untuk setiap pendaftaran. Tapi untuk dapat mengobrol dengan perempuan palsu ini. Para korban harus merogoh kocek.
Mereka harus membayar Rp90 ribu hingga Rp4,5 juta. Untuk jasa ngobrol seks. Melihat video erotis. Atau sekadar untuk mendapatkan sebuah foto. Semua jasa berbayar.
Sejumlah korban yg sempat diwawancarai mengaku sudah menghabiskan banyak uang. Ada yg sudah keluarkan US$64,99 atau setara Rp1 jutaan. Ada juga yg sudah habis US$300 atau sekitar Rp4,5 juta. Saya sudah chat puluhan perempuan. Dan mereka sering menunda. Ketika diajak ketemu, keluh seorang pria dikutip dari BBC Indonesia. (moerni)
Penulis: @moerni.id2122022
Narasi: Pribadi
Sumber: 1,
Foto: 1,
Hari ini 17:21