jennywijaya
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 288379
- Sejak
- 10 Nov 2020
- Pesan
- 318
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 18
Bakteri pneumonia sebenarnya memiliki beberapa jenis infeksi yang berbeda dan mengetahui jenis pneumonia yang Anda miliki sangat penting untuk mendapatkan perawatan yang tepat sesuai kebutuhanmu.
Menurut Thomas Monaco, MD, asisten profesor kedokteran paru di Baylor College of Medicine, berbagai jenis penyakit atau infeksi akibat bakteri pneumonia terkadang memerlukan perawatan yang berbeda. Misalnya, satu kelompok bakteri yang menyebabkan pneumonia mungkin tidak merespon antibiotik yang sama dengan kelompok lain, dan antibiotik tidak akan membantu sama sekali jika penyebab pneumonia adalah karena virus atau beberapa penyebab pneumonia yang lebih jarang.
Pneumonia adalah infeksi pada kantung udara kecil di paru-paru, yang disebut alveoli. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pneumonia dapat menyebabkan penyakit ringan hingga parah pada orang-orang dari segala usia. Sekali lagi, tidak ada satu jenis pneumonia, dan setiap bentuk memiliki penyebab yang sedikit berbeda. Berikut adalah rincian dari berbagai jenis pneumonia, menurut para ahli.
1. Bakteri pneumonia
Pneumonia bakterial adalah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri—paling sering, streptococcus pneumoniae. Ini adalah bakteri yang biasanya hidup di saluran pernapasan bagian atas yang dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan infeksi. Menurut American Lung Association (ALA), bentuk pneumonia ini akan berkembang setelah Anda terkena virus, seperti pilek atau flu.
Streptococcus pneumoniae bukan satu-satunya jenis bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia bakteri. Mycoplasma pneumoniae, chlamydophila pneumoniae, dan legionella pneumophila merupakan kemungkinan penyebab lainnya.
2. Pneumonia virus
Pneumonia virus disebabkan oleh virus, dan ada banyak virus yang dapat membuat Anda sakit, termasuk:
- Virus syncytial pernapasan (RSV)
- Virus influenza
- Virus parainfluenza
- Adenovirus
- Virus campak
- Coronavirus, termasuk SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19
Sayangnya, antibiotik tidak mengobati pneumonia virus, tetapi ada beberapa obat yang dapat membantu jika infeksi diketahui lebih awal, termasuk obat antivirus dan kortikosteroid, untuk mencoba membantu mengurangi peradangan.
Dalam kasus yang lebih parah, Anda mungkin memerlukan oksigen tambahan sebagai pengobatan. Namun, untuk kasus penyakit yang lebih ringan, dokter mungkin akan merekomendasikan agar Anda beristirahat di rumah dan mendapatkan banyak cairan.
Namun, Anda memiliki pilihan untuk mencegah beberapa virus yang dapat menyebabkan pneumonia—flu, campak, dan COVID-19, semuanya memiliki vaksin yang tersedia untuk mencegah penyakit parah.
3. Pneumonia jamur
Pneumonia jamur biasanya terinfeksi ketika seseorang menghirup spora jamur tertentu. Namun, ada kondisi yang disebut demam lembah, yang merupakan jenis pneumonia jamur yang disebabkan oleh jamur coccidioides.
Pneumonia jamur biasanya lebih mudah menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti mereka yang menderita diabetes, AIDS, atau kanker. Pengobatan biasanya melibatkan obat antijamur seperti flukonazol.
4. Pneumonia kimia
Pneumonia kimia disebabkan oleh racun yang Anda hirup. Pneumonia kimiawi juga bisa disebabkan hal-hal lain, termasuk secara tidak sengaja menghirup asap dalam jumlah besar dari persediaan pembersih, peralatan kolam renang, atau bahkan penyegar udara, jika mereka disemprotkan langsung ke saluran udara seseorang. Hal-hal ini secara fisik dapat mengiritasi paru-paru.
5. Pneumonia aspirasi
Pneumonia aspirasi adalah infeksi yang dapat terjadi ketika Anda secara tidak sengaja menghirup zat ke dalam paru-paru, seperti asam lambung atau partikel makanan Anda sendiri. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan terkadang cedera dapat diikuti oleh infeksi bakteri pneumonia sekunder.
Menurut Thomas Monaco, MD, asisten profesor kedokteran paru di Baylor College of Medicine, berbagai jenis penyakit atau infeksi akibat bakteri pneumonia terkadang memerlukan perawatan yang berbeda. Misalnya, satu kelompok bakteri yang menyebabkan pneumonia mungkin tidak merespon antibiotik yang sama dengan kelompok lain, dan antibiotik tidak akan membantu sama sekali jika penyebab pneumonia adalah karena virus atau beberapa penyebab pneumonia yang lebih jarang.
Pneumonia adalah infeksi pada kantung udara kecil di paru-paru, yang disebut alveoli. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pneumonia dapat menyebabkan penyakit ringan hingga parah pada orang-orang dari segala usia. Sekali lagi, tidak ada satu jenis pneumonia, dan setiap bentuk memiliki penyebab yang sedikit berbeda. Berikut adalah rincian dari berbagai jenis pneumonia, menurut para ahli.
1. Bakteri pneumonia
Pneumonia bakterial adalah pneumonia yang disebabkan oleh bakteri—paling sering, streptococcus pneumoniae. Ini adalah bakteri yang biasanya hidup di saluran pernapasan bagian atas yang dapat masuk ke paru-paru dan menyebabkan infeksi. Menurut American Lung Association (ALA), bentuk pneumonia ini akan berkembang setelah Anda terkena virus, seperti pilek atau flu.
Streptococcus pneumoniae bukan satu-satunya jenis bakteri yang dapat menyebabkan pneumonia bakteri. Mycoplasma pneumoniae, chlamydophila pneumoniae, dan legionella pneumophila merupakan kemungkinan penyebab lainnya.
2. Pneumonia virus
Pneumonia virus disebabkan oleh virus, dan ada banyak virus yang dapat membuat Anda sakit, termasuk:
- Virus syncytial pernapasan (RSV)
- Virus influenza
- Virus parainfluenza
- Adenovirus
- Virus campak
- Coronavirus, termasuk SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19
Sayangnya, antibiotik tidak mengobati pneumonia virus, tetapi ada beberapa obat yang dapat membantu jika infeksi diketahui lebih awal, termasuk obat antivirus dan kortikosteroid, untuk mencoba membantu mengurangi peradangan.
Dalam kasus yang lebih parah, Anda mungkin memerlukan oksigen tambahan sebagai pengobatan. Namun, untuk kasus penyakit yang lebih ringan, dokter mungkin akan merekomendasikan agar Anda beristirahat di rumah dan mendapatkan banyak cairan.
Namun, Anda memiliki pilihan untuk mencegah beberapa virus yang dapat menyebabkan pneumonia—flu, campak, dan COVID-19, semuanya memiliki vaksin yang tersedia untuk mencegah penyakit parah.
3. Pneumonia jamur
Pneumonia jamur biasanya terinfeksi ketika seseorang menghirup spora jamur tertentu. Namun, ada kondisi yang disebut demam lembah, yang merupakan jenis pneumonia jamur yang disebabkan oleh jamur coccidioides.
Pneumonia jamur biasanya lebih mudah menyerang orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti mereka yang menderita diabetes, AIDS, atau kanker. Pengobatan biasanya melibatkan obat antijamur seperti flukonazol.
4. Pneumonia kimia
Pneumonia kimia disebabkan oleh racun yang Anda hirup. Pneumonia kimiawi juga bisa disebabkan hal-hal lain, termasuk secara tidak sengaja menghirup asap dalam jumlah besar dari persediaan pembersih, peralatan kolam renang, atau bahkan penyegar udara, jika mereka disemprotkan langsung ke saluran udara seseorang. Hal-hal ini secara fisik dapat mengiritasi paru-paru.
5. Pneumonia aspirasi
Pneumonia aspirasi adalah infeksi yang dapat terjadi ketika Anda secara tidak sengaja menghirup zat ke dalam paru-paru, seperti asam lambung atau partikel makanan Anda sendiri. Kondisi ini menyebabkan peradangan dan terkadang cedera dapat diikuti oleh infeksi bakteri pneumonia sekunder.