Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Gambar
Dunia berkembang dengan sangat maju, tekhnologi sudah jadi bagian dari hidup manusia. Banyak sekali perkembangan yg tercipta dari hasil olahan tekhnologi ini. Dan tentunya sangat menolong manusia dalam mengerjakan mobilitas sehari-hari.
Kemajuan tekhnologi tentu memiliki nilai lebih & kurangnya. Jika dipakai untuk hal yg baik maka akan sangat bermanfaat, namun kalau dipakai untuk tidak baik maka akan memunculkan kerugian bagi banyak orang. Saat ini, yg harus dilakukan adalah tetap waspada dengan modus apapun yg sekiranya dapat menciptakan kerugian pada diri sendiri.
Hingga saat ini kejahatan dengan modus penipuan belum juga sepenuhnya sanggup ditumpas. Hal ini disebabkan karena oknum-oknum yg bermain di belakang itu semua terus mengerjakan perkembangan kepada penipuan mereka. Jika dulu, modus seperti ini kebanyakan meminta pulsa hingga muncul sebutan "Mama minta pulsa" maka kini para penjahat itu sudah sanggup menguras isi saldo yg terdapat di rekening bunk.
Gambar
Bagi mereka yg tak mengerti apapun soal modus semacam ini akan sangat berbahaya sekali sebab dapat saja saldo rekening mereka kelak habis begitu saja tanpa mengetahui siapa orang yg mengambilnya.
Baru-baru ini sedang trending di Twitter soal modus social engineering (soceng) yg jadi viral diperbincangkan warganet. Para penjahat ini akan berpura-pura jadi karyawan bunk demi mendapatkan bukti diri korbannya.
Gambar
Berikut beberapa modus dari soceng :
1. Info perubahan tarif transfer
Para begal rekening ini akan menyamar jadi seorang pegawai bunk. Mereka akan menyampaikan informasi berupa perubahan tarif transfer secara meyakinkan supaya korbannya dapat percaya. Nantinya para korban ini diminta untuk mengisi formulir yg berisikan data pribadi seperti username, PIN, OTP, password, dll.
2. Tawaran jadi nasabah priorotas
Modus lainnya ialah menawarkan kepada korban dengan cara jadi nasabah prioritas. Seperti jadi nasabah BCA Solitaire & Prioritas melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, atau Whatsapp dengan tabungan cuma sebesar Rp. 10 juta.
Rendahnya ketentuan minimal tabungan itu dapat jadi daya tarik bagi para korban.
Gambar
3. Akun layanin Konsumen Palsu
Modus semacam ini biasanya terjadi pada korban yg mengeluhkan kepada pelayanan bunk. Lalu para pembegal rekening ini pun memberikan akses ke situs mereka dengan tujuan mengambil data pribadi milik korbannya.
Hal ini juga dapat melalui artikel clickbait di mana korbannya dapat tergiur atas judul yg dibuat & virus malware akan menginfeksi perangkat ponsel & mencuri data-data penting.
Maka sebelum itu terjadi sebaiknya kewaspadaan harus ditumbuhkan dalam diri & menanggulanginya sedini mungkin.
Gambar
Kita dapat mencegah begal rekening ini dengan beberapa cara di antarnaya :
1. Tidak mudah percaya kepada pesan masuk yg mengatasnamakan sebuah bunk
Biasanya bunk resmi akan mengumumkan promosi atau programnya lewat layanin web resmi, di E-banking & pesan dengan nomor resmi.
2. Memasang mengatakan sandi yg kuat
Amankan data pribadi di handphone dengan cara memasang mengatakan sandi yg kuat melalui dua otentikasi dua faktor.
3. Blokir nomor-nomor mencurigakan
Segera blokir nomor yg mencurigakan supaya nomor tersebut tak dapat lagi masuk dalam kontak.
Sumber :
1
Opini pribadi