yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Peneliti Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, Deni Septiadi, mengatakan, angin kencang tersebut bukan tidak mungkin menyebabkan bencana alam.
Angin kencang berasal dari badai tropis di Australia bagian utara. Badai tersebut menyebabkan cuaca di laut selatan Pulau Jawa menjadi lebih hangat.
“Dari badai itu menimbulkan awan-awan konvektif. Selanjutnya, awan membentuk sikon dan menumpuk di daerah Pulau Jawa, terutama bagian selatan,” terang Deni.
Dari hasil pengamatan BMKG, angin bertiup kencang dari biasanya. Angin berembus dengan kecepatan 22 knot (31 kilometer per jam), bahkan bisa mencapai 64 kilometer per jam.
Selain menumbangkan pohon tua, angin dengan kecepatan tersebut juga bisa menyebabkan hujan deras yang berimbas pada banjir dan pergerakan tanah atau longsor.
“Salah satunya adalah daerah Cianjur dan Sukabumi,” sebut Deni.
Dia juga mengimbau para pengemudi sepeda motor berhati-hati. Pasalnya, kecepatan angin tersebut juga bisa menyebabkan pengendara kehilangan kendali.
“Kehati-hatian diutamakan saat melintasi kawasan yang tinggi, seperti Jalan Layang Pasupati atau jembatan Kiaracondong,” katanya.
Angin kencang menerjang Kota Bandung dan daerah-daerah lain di Jawa Barat hingga dua hari mendatang.
Annie Hanifah, staf Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, menjelaskan, angin berkecepatan 22 knot atau 31 kilometer per jam terjadi karena adanya siklon tropis Narelle atau Badai Narelle yang terjadi di selatan Mataram, Nusa Tenggara Barat.
Siklon tropis Narelle, kata Annie, mengakibatkan terjadinya pertemuan angin di kawasan Sumatera, Jawa, hingga Mataram. Sementara, embusan angin kencang sudah dirasakan di Kota Bandung sejak Kamis, 10 Januari.
Annie meminta warga Bandung dan para nelayan di pesisir Jawa Barat lebih waspada. Angin dengan kecepatan tersebut bisa saja menumbangkan pohon dan menyebabkan gelombang tinggi hingga enam meter.