Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dalam artian sempit, warung adalah tempat bagi masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan sehari-hari sedangkan dalam artian luas warung dapat jadi tempat nongkrong, tempat bermain, tempat ngutang hingga tempat buat pdkt. Kendati begitu keberadaan warung mendapatkan pesaing yg bernama supermarket.
Supermarket perdana kali diperkenalkan pada tahun 1930 di Amerika Serikat oleh Michael Cullen (saudara jauhnya Edward Cullen) yg mana dia memperkenalkan slogan 'timbun sebanyak mungkin & jual dengan harga murah'. konsep pembeli melayani diri sendiri ini pun disempurnakan dengan penambahan segmen makanan, diskon & juga tempat parkir.
Konsep supermarket pun masuk ke Indonesia pada tahun 1971 & keberadaan supermarket ini tumbuh sejajar dengan warung-warung di Indonesia, sering dibandingkan namun keberadaan keduanya sudah memiliki penggemar masing-masing.
Warung, khususnya di pedesaan, lebih disukai karna lokasinya yg terjangkau & dapat dipakai sebagai tempat nongkrong, minum kopi sembari berbincang dengan warga lain. Warung-warung kecil juga banyak menyediakan barang dalam bentuk eceran seperti jajanan atau sembako & terkadang harganya masih dapat ditawar.
Sedangkan supermarket bukanlah tempat cocok untuk nongkrong karna supermarket memang tidak menyediakan tempat duduk untuk pengunjungnya. Di supermarket pembeli harus mencari barang yg mereka harapkan sendiri & mengantri di depan kasir untuk membayar. Jangan berharap menemukan jajanan seribu rupiah per sachet di supermarket karna yg seperti itu memang tidak ada.
Namun kebanyakan supermarket lebih lengkap dibanding warung karna supermarket mencakup banyak hal mulai dari jajanan, kebutuhan rumah tangga, kebutuhan sehari-hari hingga pulsa & top up. Rata-rata supermarket yg saya lihat juga lebih bersih & luas dibandingkan warung & juga lebih terang, lampu & AC mereka sering menyala & diskon mereka sering menarik mata.
Lalu bagaimana dengan pelayanannya? Sekali lagi supermarket menerapkan konsep self-serving, layani diri sendiri. Para pekerja disana memang bersedia dimintai tolong kalau kita kesusahan mencari barang namun cuma sebatas itu saja, pembeli sendirilah yg harus memilih. Setelah itu pembeli akan antri di mesin kasir & menunggu barang mereka dihitung, nggak boleh nawar apalagi hutang. Setelah barang dibayar kasir supermarket akan tersenyum sembari menempelkan kedua telapak tangannya & berkata 'terima kasih sudah berbelanja, datang lagi!'
Kalau di warung sih lebih bebas, tinggal bilang 'Bro, bungkus tepung sepuluh kilo, mi 10 bungkus sama kacang tanahnya 3 mug, utang dulu ya, bayar kalau ada duit.' Hmm, pantas aja sih kalo ada yg bilang warung itu untuk masyarakat miskin supermarket buat yg berduit, toh tipe pelanggannya aja begitu.
Jadi, agan sista disini lebih suka belanja di supermarket atau di warung? Warung apa aja bebas, mau warung sembako atau warung obat sekalipun.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya. Hari ini 14:11