Constantine
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 64676
- Sejak
- 19 Feb 2009
- Pesan
- 6.946
- Nilai reaksi
- 320
- Poin
- 83
VIVAnews - Roxana Saberi, jurnalis AS-Iran yang dituduh melakukan aksi mata-mata, dijatuhi vonis delapan tahun penjara, Sabtu 18 April 2009. Demikian ungkap pengacara Saberi, seperti dikutip dari laman stasiun televisi BBC.
Sidang Saberi diadakan secara tertutup di Pengadilan Revolusioner Iran. "Dia dijatuhi vonis delapan tahun penjara. Saya akan naik banding," kata pengacara Saberi, Abdolsamad Khorramshahi.
Saberi ditahan Januari lalu dan diadili pada pekan ini. Wartawati 31 tahun tersebut ditangkap karena secara ilegal bekerja sebagai jurnalis setelah kartu identitas wartawannya dicabut pada 2006. Selama enam tahun berada di Iran, dia melakukan peliputan untuk BBC, NPR, dan Fox News. Awalnya, Saberi ditangkap karena membeli minuman beralkohol.
Kesadaran publik Iran tentang kasus Saberi rendah. Media lokal tidak menulis laporan apapun terkait penangkapan dan persidangan Saberi. Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) mengecam penangkapan Saberi.
Sebelumnya, CPJ telah mengirimkan sepuluh ribu tanda tangan yang ditujukan kepada Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, untuk menuntut pembebasan Saberi. Tanda tangan itu dikumpulkan melalui situs jejaring sosial Facebook.
Perempuan keturuan Iran-Jepang ini pernah dimahkotai sebagai Miss North Dakota dan pernah menjadi finalis Miss America 1998. Saberi meraih dua gelar master dari Northwestern University, AS, dan Cambridge University, Inggris. Dia sedang menempuh pendidikan untuk meraih gelar master ketiganya.
sumber
Sidang Saberi diadakan secara tertutup di Pengadilan Revolusioner Iran. "Dia dijatuhi vonis delapan tahun penjara. Saya akan naik banding," kata pengacara Saberi, Abdolsamad Khorramshahi.
Saberi ditahan Januari lalu dan diadili pada pekan ini. Wartawati 31 tahun tersebut ditangkap karena secara ilegal bekerja sebagai jurnalis setelah kartu identitas wartawannya dicabut pada 2006. Selama enam tahun berada di Iran, dia melakukan peliputan untuk BBC, NPR, dan Fox News. Awalnya, Saberi ditangkap karena membeli minuman beralkohol.
Kesadaran publik Iran tentang kasus Saberi rendah. Media lokal tidak menulis laporan apapun terkait penangkapan dan persidangan Saberi. Komite Perlindungan Wartawan (CPJ) mengecam penangkapan Saberi.
Sebelumnya, CPJ telah mengirimkan sepuluh ribu tanda tangan yang ditujukan kepada Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, untuk menuntut pembebasan Saberi. Tanda tangan itu dikumpulkan melalui situs jejaring sosial Facebook.
Perempuan keturuan Iran-Jepang ini pernah dimahkotai sebagai Miss North Dakota dan pernah menjadi finalis Miss America 1998. Saberi meraih dua gelar master dari Northwestern University, AS, dan Cambridge University, Inggris. Dia sedang menempuh pendidikan untuk meraih gelar master ketiganya.
sumber