• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Warga Tewas Terinfeksi Flu Burung, Sleman Belum KLB

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
yO9c0.jpg


Seorang warga Sleman, DIY, positif terinfeksi flu burung hingga meninggal dunia. Kendati demikian, Bupati Sleman, Sri Purnomo, belum menyatakan Kondisi Luar Biasa (KLB) kasus Avian Influenza (AI).

"Di lokasi tempat tinggal pasien yang positif tidak ditemukan unggas yang mati. Masak kita akan mengeluarkan KLB flu burung," kata Sri seusai mengikuti penyerahan Daftar Isian Penggunaan Anggaran (DIPA) 2013 di Kantor Gubernur DIY, Kepatihan, Senin (17/12/12).

Hanya saja dengan kejadian tersebut, Sri Purnomo mengaku terus meminta aparaturnya untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat.

Sementara itu, Koordinator Unit Pengendali Penyakit Avian Influenza Local Disease Control Center (LDCC) Dinas Pertanian DIY, Tri Wahono, memastikan, masih ada kejadian unggas mati mendadak karena flu burung di Sleman. Namun demikian, kejadian tersebut tidak dilaporkan masyarakat.

"Saya yakin di Sleman masih ada kasus flu burung. Saya tidak akan menutup-nutupi kalau ada kasus. Dari pada kalau ditutupi malah meledak, nanti pengendaliannya akan sulit,'' tandas Tri.

Tri mengatakan, jatuhnya korban manusia akibat AI, untuk suspect balita dinyatakan tidak positif terinfeksi flu burung. Sementara untuk kasus yang terjadi empat bulan lalu hingga kini disebutnya sebagai pekerjaan rumah (PR) yang harus segera ditangani.

Penemuan lokasi terinfeksinya korban lelaki berusia 39 tahun warga Prambanan, Sleman, masih terus dilakukan. "Kami masih harus mencari kapan dan dimana pasien tersebut terinfeksi H5N1. Untuk korban ini jenis virusnya masih yang lama," tambah Tri.

Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, baru didapatkan kronologis kehidupan sehari-hari korban yang disebutkan berinisial A. Namun dari penyelidikan epidemiologis dua lingkungan tempat tinggal A, di Prambanan dan Mrican, Yogyakarta, bersih dari kasus kematian unggas secara mendadak
.
Untuk memudahkan cara mendapatkan informasi penularan penyakit zoonosis LDCC Dinas Pertanian memanfaatkan jejaring komunikasi desa. Jejaring tersebut dikatakannya telah terbentuk semenjak 2007 dan saat ini sudah memiliki sekira 2.700 anggota.

Setiap ada informasi kemunculan penyakit zoonosis seperti flu burung, masyarakat dapat menghubungi langsung anggota jejaring yang biasa disebut PDSR atau Partisipatory Distric Surveillance Respons.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.