• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Warga Solo Manfaatkan Abu Vulkanis untuk Pupuk

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
6QhR.jpg
Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo berencana mengolah abu vulkanis hasil erupsi Gunung Kelud menjadi media tanam berupa pupuk. Kandungan mineral yang ada dalam abu vulkanik dinilai dapat menyuburkan tanaman.

Kabid Kebersihan DKP, Gatot Sutanto, saat ditemui wartawan di Balai Kota, Senin (17/2/2014), mengatakan abu vulkanik sisa erupsi tak hanya meninggalkan persoalan.

Menurutnya, abu tersebut dapat dimanfaatkan sebagai pupuk untuk mendukung pembibitan. “Abu vulkanik besar manfaatnya bagi kesuburan. Untuk pembibitan bagus,” ujarnya.

Gatot mengatakan unsur mineral yang terkandung dalam abu vulkanik mampu mempercepat proses pertumbuhan tanaman. Saat ini, pihaknya mulai mengumpulkan abu vulkanik di balai pembibitan untuk diolah menjadi media tanam.

Menurut Gatot, pupuk hasil olahan abu bakal digunakan untuk mendukung pembuatan taman di bekas tempat pembuangan sementara (TPS). “Kemarin sudah ada sejumlah abu yang digunakan media tanam di TPS,” tuturnya.

Selain bermanfaat sebagai pupuk, abu vulkanik diyakini mampu menjadi campuran semen. Bahkan menurut Gatot, campuran semen berbahan abu tergolong berkualitas kelas satu. Hal itu lantaran tingginya kandungan silika (SiO2) dan aluminium yang identik dengan bahan adonan semen.

Sebagai informasi, letusan erupsi rendah dari batuan beku memproduksi karakteristik abu yang mengandung 45-55% silika. “Abu Gunung Kelud tak jauh beda dengan abu Merapi yang mengendap di Kaliworo. Kualitas satu,” terangnya.

Sementara itu, Pemkot belum memiliki penelitian yang pasti ihwal manfaat abu vulkanik. Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Solo, Weni Ekayanti, mengaku belum mendalami sejumlah unsur berikut manfaat yang terkandung dalam abu vulkanik.

“Belum ada kajian yang pasti mengenai hal itu,” ujarnya saat dihubungi Solopos.

Meski demikian, Weni mengaku sudah memanfaatkan abu vulkanik sebagai campuran media tanam di instansinya. Dirinya percaya abu tersebut mampu mendatangkan kesuburan seperti di daerah sekitar Gunung Merapi maupun Gunung Kelud.

“Kami dengar kandungan mineralnya tinggi. Sejauh ini kami sudah menggunakannya untuk menutup pot maupun lahan-lahan kosong yang ada di Dispertan,” tandasnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.