yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
WONOGIRI--Warga Dusun Niru Wetan, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Kamis (24/5/2012) sekitar pukul 16.00 WIB digegerkan dengan penemuan mayat.
Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan di Sungai Niru Wetan. Korban diketahui bernama Narso, 44, warga Niru Wetan RT 002/RW 014, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo.
Beberapa warga setempat menyatakan, korban tewas diduga karena penyakit epilepsinya kambuh. Kali pertama, mayat korban ditemukan oleh seorang pencari rumput yang masih tetangga korban bernama Supriyanto alias Perceng, 35.
Kapolsek Ngadirojo, AKP Darmanto mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Ni Ketut Swastika saat mengonfirmasi Solopos.com menyatakan, tim medis Puskesmas Ngadirojo tak menemukan tanda-tanda tindak kriminalitas. “Pihak keluarga tak mau korban diautopsi. Karenanya, jenazah korban sudah diserahkan setelah pihak keluarga membuat surat pernyataan.”
Dikatakannya, saat itu saksi Supriyanto mencari rumput di pinggir sungai. “Saksi Supri segera menghubungi rekannya bernama Satino untuk memberitahukan penemuan mayat ke warga yang lain.”
Informasi lain yang diperoleh Solopos.com, jenazah korban dimakamkan Kamis malam. “Korban memang menderita epilepsi. Saat ditemukan sudah berbau dan diperkirakan lebih dari satu hari karena muka korban sudah rusak diduga dimakan yuyu,” ujar Sudib.
Mayat berjenis kelamin laki-laki itu ditemukan di Sungai Niru Wetan. Korban diketahui bernama Narso, 44, warga Niru Wetan RT 002/RW 014, Desa Ngadirojo Kidul, Kecamatan Ngadirojo.
Beberapa warga setempat menyatakan, korban tewas diduga karena penyakit epilepsinya kambuh. Kali pertama, mayat korban ditemukan oleh seorang pencari rumput yang masih tetangga korban bernama Supriyanto alias Perceng, 35.
Kapolsek Ngadirojo, AKP Darmanto mewakili Kapolres Wonogiri, AKBP Ni Ketut Swastika saat mengonfirmasi Solopos.com menyatakan, tim medis Puskesmas Ngadirojo tak menemukan tanda-tanda tindak kriminalitas. “Pihak keluarga tak mau korban diautopsi. Karenanya, jenazah korban sudah diserahkan setelah pihak keluarga membuat surat pernyataan.”
Dikatakannya, saat itu saksi Supriyanto mencari rumput di pinggir sungai. “Saksi Supri segera menghubungi rekannya bernama Satino untuk memberitahukan penemuan mayat ke warga yang lain.”
Informasi lain yang diperoleh Solopos.com, jenazah korban dimakamkan Kamis malam. “Korban memang menderita epilepsi. Saat ditemukan sudah berbau dan diperkirakan lebih dari satu hari karena muka korban sudah rusak diduga dimakan yuyu,” ujar Sudib.