• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Warga Mojosongo Solo Krisis Air Bersih

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Sejumlah warga Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo, masih membeli air bersih eceran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurut sukardi,48, salah satu warga RT 002/RW 032 Kelurahan Mojosongo sumber air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Solo tidak layak untuk diminum.

“Kalau untuk konsumsi memang kurang bagus. Sejak dua tahun yang lalu warnanya terkadang sampai berwarna kecoklatan,” jelas dia saat ditemui Solopos.com, Rabu (16/4/2014).

Sukardi yang selama 10 tahun menggunakan jasa air bersih dari PDAM mengaku sudah melaporkan keluhan ini kepada pihak PDAM. “Tidak ada tindak lanjutnya dari dulu, untuk itu warga sini terpaksa membeli air bersih keliling,” tandas dia.

Sukardi menuturkan satu hari untuk kebutuhan minum dan memasak, ia menghabiskan satu jeriken air seharga Rp2000. “Kadang juga bisa lebih, mau bagaimana lagi, di sini memang air bersih sangat sulit. Kalau air dari PDAM hanya untuk mandi dan mencuci saja, itu pun harus di saring beberapa kali,” imbuh dia.

Senada dengan hal tersebut, Darno,56, warga RT 002/035 mengatakan harus menghabiskan 60 jeriken dalam sebulan hanya untuk air bersih. “Sumber air utama di sini kan memang PDAM, jadi kami sangat bergantung di situ, kalau kualitas airnya seperti itu ya kami terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk air bersih,” papar dia.

Darno menuturkan terkadang air juga mengeluarkan bau busuk. “Kalau pagi, biasanya warnanya langsung cokelat dan mengeluarkan bau busuk. Jadi kami tidak bisa menggunakan air tersebut untuk minum dan masak,” kata dia.

Sebagai warga, Darno juga sadar akan kewajibannya untuk membayar tagihan dari PDAM setiap bulannya. “Saya enggak pernah telat membayar, soalnya kalau nunggak saya sendiri yang repot selain itu nanti akan disegel dari pihak PDAM, jadi saya selalu membayar tepat waktu,” beber dia.

Sementara itu, Direktur Umum PDAM Solo, Taufan Pristiwahono, menuturkan menurunnya kualitas air di daerah Mojosongo lantaran sumber air yang berasal dari sumur dalam. “Produksi air PDAM sendiri sudah bagus, namun untuk distribusi kami akan mencari tahu lebih lanjut penyebab air keruh tersebut. Ke depannya kami akan melakukan wash out untuk sumur dalam di sana,” kata dia.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.