Kupang, 18/9 (ANTARA) - Sebagian warga Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, terpaksa menggali sumur sederhana di pinggir kali mati dalam bentuk jebakan air untuk dikonsumsi, setelah daerah itu dilanda kekeringan berat.
"Kali Oesao yang sebelumnya berlimpah mata air akhirnya mengering dan membentuk kali mati sejak kekeringan melanda wilayah NTT Agustus 2012," kata Rance (34), warga Desa Oesao, di Kupang, Selasa.
Meski telah menjadi kali mati, warga yakin masih ada sisa air di bagian bawahnya. Air yang tak seberapa itu selanjutnya disaring secara manual, untuk dikonsumsi.
"Ini terpaksa dilakukan warga setempat sebagai salah satu solusi sederhana mengatasi kekeringan di wilayah itu yang sudah termasuk kategori berat," katanya.
"Kali Oesao yang sebelumnya berlimpah mata air akhirnya mengering dan membentuk kali mati sejak kekeringan melanda wilayah NTT Agustus 2012," kata Rance (34), warga Desa Oesao, di Kupang, Selasa.
Meski telah menjadi kali mati, warga yakin masih ada sisa air di bagian bawahnya. Air yang tak seberapa itu selanjutnya disaring secara manual, untuk dikonsumsi.
"Ini terpaksa dilakukan warga setempat sebagai salah satu solusi sederhana mengatasi kekeringan di wilayah itu yang sudah termasuk kategori berat," katanya.