yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
George Sabra
DOHA – Kelompok oposisi Suriah yang tergabung dalam organisasi Dewan Nasional Suriah (SNC) memilih sosok baru untuk memimpin perjuangan mereka dalam menjatuhkan rezim Bashar al-Assad. Pemimpin baru itu berasal dari warga Kristiani, George Sabra.
Sabra terpilih sebagai Presiden SNC untuk priode enam bulan. Saat ini, Sabra bermukim di Turki, dan akan didampingi oleh Farouq Tayfour yang terpilih sebagai wakilnya. Tayfour sendiri berasal dari fraksi Ikhwanul Muslimin.
Pria berusia 65 tahun itu lahir di wilayah Qatana di Ibu Kota Damaskus, Suriah. Sebelumnya, ia adalah pemimpin kelompok kiri di Suriah dan menjadi salah satu pejabat di Partai Rakyat Demokratis Suriah (SDPP) yang menjadi oposisi Pemerintah Suriah. Sabra juga sudah pernah ditahan oleh rezim Bashar al-Assad.
“Saya akan bekerja sama dengan seluruh komponen kelompok oposisi untuk mempercepat kejatuhan rezim Bashar al-Assad yang telah melakukan banyak kejahatan di Suriah”, ujar Basra, seperti dikutip Al Jazeera, Sabtu (10/11/2012).
SNC adalah koalisi terbesar dari kelompok oposisi yang saat ini sedang berjuang menjatuhkan rezim Pemerintah Suriah. Namun, pihak Barat seringkali mengkritik SNC yang dianggap kurang terstruktur.
Barat terus mendorong kelompok oposisi Suriah untuk membentuk organisasi baru yang lebih terstruktur dan diikuti oleh seluruh kelompok oposisi yang sedang berjuang di Suriah.
Pemilihan pemimpin baru yang dilakukan SNC dinilai sebagai tindakan untuk merespons tekanan Barat kepada mereka. SNC juga akan mempertahankan posisi kepemimpinannya dalam perjuangan kelompok oposisi Suriah.