• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Warga DIY Tewas Kena Flu Burung

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
ZCRbX.jpg
Penyebaran virus flu burung atau avian influenza (AI) terus mengkhawatirkan. Bahkan di DIY, Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat telah ada dua korban meninggal dunia akibat terpapar virus ini.

Satu korban yang dalam status suspect diketahui baru meninggal dunia sepekan lalu.Sementara satu korban lainnya yang dinyatakan positif menderita flu burung meninggal sekitar empat bulan lalu.

Dua korban tersebut berasal dari Kabupaten Sleman. Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Masalah Kesehatan (P2MK) Dinkes DIY Daryanto Chadorie mengatakan, dari penyelidikan,tidak ditemukan adanya kasus unggas mati mendadak di sekitar tempat tinggal korban yang dinyatakan positif flu burung maupun suspect.“ Namun khusus untuk suspect kita juga masih menunggu hasil laboratorium sampel darah,” tambah Daryanto.

Pasienyangdinyatakanpositif terinveksi AI berasal dari Kecamatan Prambanan. Korban berjenis kelamin laki-laki dengan usia sekira 39 tahun. Sementara untuk suspect data yang diterima Dinkes DIY masih kategori balita.Anggota Tim Penanggulangan H5N1 RS dr Sardjito Yogyakarta, dr Sumardi membenarkan adanya suspect AI yang meninggal dunia. “Sebenarnya kami sudah siap-siap untuk menerima rujukan pasien balita dari Sleman tersebut.Tetapi belum sampai di RSUP Dr Sardjito pasien tersebut meninggal. Kasusnya seminggu lalu,”jelasnya.

Sementara menyusul maraknya unggas mati di 21 kabupaten/ kota di Jawa Tengah, kalangan Dewan mendesak Pemprov Jateng bertindak cepat melakukan langkah penanganan. Hal itu perlu dilakukan agar tidak muncul korban jiwa manusia. “Terus turun ke lapangan, lakukan pendataan, untuk kemudian dilakukan langkahlangkah penanganan,”ujar Sekretaris Komisi E DPRD Jateng Mahmud Mahfudz kemarin. Politisi PKS ini menambahkan, meski belum menelan korban manusia, kasus flu burung ini telah merugikan masyarakat. Sebab, puluhan ribu ternak mereka mati.

“Tidak sekadar ternak masyarakat mati. Selain itu,munculnya kasus flu burung ini juga bisa menyebabkan berbagai kekhawatiran di masyarakat, misalnya menular pada manusia. Karena itu, penanganan mutlak segera dilakukan,” terangnya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Anung Sugihantono memastikan, terus memantau perkembangan kasus ini.Langkah serupa dilakukan Dnas Pertanian (Dispertan) Kota Semarang.

Memasuki musim penghujan memang sangat rentan, kami sudah sosialisasikan agar bagi masyarakat yang memelihara unggas,pokoknya segala jenis unggas agar menjaga kebersihan kandangnya. Dibersihkan secara rutin dan bisa menggunakan penyemprotan cairan disinfektan di kandang yang sudah dibersihkan tersebut,” ujar kepala Dispertan Kota Semarang Ayu Entys WLE,kemarin.

Dia juga mengimbau kepada para pemilik unggas agar tidak meliarkan.Semua unggas diwajibkan dijaga di dalam kandang.Hal itu dimaksudkan agar dapat segera dilokalisir jika ditemukan temuan unggas yang mati terindikasi karena flu burung. Langkah tegas juga diambil terkait masuknya unggas dari luar ke Kota Semarang. Setiap unggas yang masuk dan diperdagangkan, wajib memiliki surat keterangan sehat dari daerah asal. “Jadi, jika tidak dilengkapi surat-surat tersebut tidak boleh dijual di Semarang,” tukasnya.

Sementara Dinas Peternakan Kabupaten Brebes mulai kewalahan stok cairan disinfektan, menyusul maraknya kematian itik secara mendadak dalam jumlah besar di sejumlah kandang ternak. Mereka meminta bantuan cairan disinfektan kepada pihak provinsi Jawa Tengah. Disinfektan adalah bahan kimia yang digunakan untuk mencegah terjadinya infeksi atau pencemaran oleh jasad renik atau obat untuk membasmi kuman penyakit. Disinfektan juga merupakan senyawa kimia yang bersifat toksik dan memiliki kemampuan membunuh mikroorganisme yang terpapar langsung oleh cairan ini.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Peternakan Brebes Jhoni Murrahman mengaku beredarnya kasus dugaan flu burung atau Avian Influenza (AI) yang menyerang belasan ribu ekor itik di Brebes, membuatnya melakukan penanganan. Di antara penanganannya adalah penyemprotan cairan disinfektan ke kandangkandang. Hal itu dilakukan untuk mengurangi tingkat penularan virus dari satu itik ke itik lainnya.

Sebab,saat ini tercatat jumlah hewan itik yang mati mendadak mencapai 11.600 ekor yang tersebar di kandang itik warga seperti di Kelurahan Limbangan Wetan Kecamatan Brebes,Tonjong, Bumiayu,Wanasari, Bulakamba dan kecamatan lain. Saking banyaknya kandang yang disemprot dengan disinfektan, pihaknya mulai berjaga- jaga dengan mendatangkan cairan disinfektan tambahan.

“Saat ini di tempat kami masih ada 20 dus yang setiap dus berisikan 12 botol.Per botol berisikan sekitar 1 liter cairan disinfektan,” kata Jhoni dihubungi dari Brebes kemarin. “Setelah kemarau panjang, turun hujan. Terus kemarau lagi,dan hujan datang satu kali atau tak tentu. Itu mengakibatkan daya tahan tubuh itik menurun. Kalau sekarang, hujan turun terus dengan normalnya,” terangnya.

Disinggung apakah ada warga Brebes yang terkena virus akibat kematian itik mendadak, Jhoni menyatakan sejauh ini belum ada informasi yang menyatakan warga terkena virus tersebut. Ketua Kelompok Ternak Itik (KTTI) Adem Ayem Desa Pakijangan Bulakamba Brebes, Atmo Suwito Rasban menduga kematian itik itu akibat cuaca sehingga menurunkan daya tahan tubuh. Maka tidak heran banyak itik yang mati. Kondisi demikian membuat dampak tersendiri terhadap harga itik.Yakni menurunnya harga jual sejak sepuluh hari terakhir.

Bupati Brebes Idza Priyanti mengatakan, pihaknya segera mengambil tindakan baik untuk membantu peternak yang itiknya mati atau mencegah penyebaran virus. Di antaranya, pemerintah akan memberi bantuan lewat perbankan. Yakni bantuan pinjaman yang disubsidi dari pemerintah dengan bunga setiap tahun tidak lebih dari 5%.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.