Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Dear IFers,
Sekarang zaman susah banyak orang yg tidak kuat iman langsung berubah haluan jadi open BO, banyak juga para menteri di Istana raja jadi jualan alat kesehatan supaya tetep kaya, tetep tajir melintir hingga tujuh turunan.
Saking susahnya semua mendadak jualan, apapun dijual dari hal yg biasa hingga yg aneh & absurd sekalipun. Pasti masih inget dengan Dinar Candy yg butuh jajan, untung saja CD nya dapat laku hingga 50 juta.
Lah kalok mbok Inem bagaimana? Udah susah ditambah susah, bansos aja kadang gak merata mau dagang tanpa modal sulit, terjun ke bisnis esek-esek ya dosa. Eitss, tetapi bukan masalah perdagangan yg akan kita bahas, tetapi tehnik berdagangnya.
Para pedagang saat ini susahnya minta ampun, jual sembako laku tetapi untungnya tipis, jual gorengan sekarang harga minyak bikin kepala mau pecah, apalagi dagang barang yg kurang primer dapat nunggu sampe jamuran baru ada yg nawar.
Maka banyak pedagang menawarkan bonus, entah itu berupa discount, gratis ongkir, buy one get one & banyak konsep lainnya yg ditawarkan.
Tapi kalau konsepnya jualan biar laris dengan tidak memakai bra gimana?
Wah, edun ini sih! Dan ternyata hal ini dilakukan oleh seorang wanita cantik di negeri Gajah Putih Thailand.
Penjual crepes di Chiang Mai, Thailand ini menawarkan dagangannya dengan telanjang dada. Umurnya baru 23 tahun namun konsep berdagangnya bikin pusing kepala atas bawah, tentu saja hal ini viral & pihak keamanan memberikan teguran.
Karena berdagang di depan publik ada aturannya, hal yg dilakukan wanita muda ini tentu dapat dilihat anak-anak dimuka umum.
Menariknya wanita yg bernama Aranya Apaiso atau diketahui Olive, salah satu pedagang crepes di sepanjang Jalan Jed Yod-Chiang Kiang Chiang Mai ini beralasan memang itu gaya berpakaiannya, dengan sweater tanpa kancing & juga tanpa bra!
Ia pun berdalih bahwa itu adalah fashion dirinya dalam hal berpakaian, maka petugas keamanan cuma menegur supaya ia berpakaian secara bijaksana.
Thailand memang cukup berbeda dengan Indonesia, dalam urusan gender pun disana tidak mempermasalahkan asal tidak mengerjakan tindak kejahatan.
Sepertinya kalau cara berdagang seperti ini diterapkan di Indonesia apa yg akan terjadi?
Apakah kita tidak tahu bahwa berdagang sambil bertelanjang dada adalah budaya masyarakat Indonesia tempoe doeloe?
****
Nah apa nih pendapat kalian tentang hal ini? Sekian pembahasan kali ini, semoga kalian sukses selalu, & terima kasih.
Salam from Boyo,
Sumber klik Hari ini 18:05