• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Wanita 50 Riyal, Sisi Lain TKW Di Arab Saudi

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0


Wanita 50 Riyal, Sisi Lain TKW Di Arab Saudi


Negara Arab memang jadi tempat banyak orang Indonesia untuk bekerja, melihat hujan riyal yg dapat menciptakan kaya raya di kampung. Tentunya, semakin ada saja keharapan masyarakat khususnya wanitanya untuk beradu nasib di negara tersebut.

Walau sudah banyak kasus tenaga kerja wanita yg diperkosa, dianiaya, dilecehkan, bahkan tak menyurutkan langkah wanita Indonesia yg susah brrsaing di negeri sendiri untuk mencari penghasilan di sana, menariknya stigma tkw Indonesia di arab bukanlah sebagai tenaga kerja tetapi pelacur.

Bahkan dianggap pelacur yg paling murah, mereka mendapatkan gelar sebagai Abu Khomsin, yaitu wanita yg harganya 50 riyal sekali pakai. Tentu hal ini sungguh miris, masihkah mau berfikir realistis atau lebih bahagia berfantasi?

Wanita 50 Riyal, Sisi Lain TKW Di Arab Saudi


Kabar burung mereka yg bekerja sebagai tkw di Arab, gajinya sama akbar dengan manager di Indonesia. Tentu hal itu menciptakan banyak para wanita Indonesia, khususnya mereka yg dikampung masih muda sudah jadi janda, himpitan ekonomi yg terpuruk, tentu kabar ini membawa angin segar hingga menggoda mereka untuk pergi bekerja ke Arab.

Banyak yg tidak beruntung mendapat majikan yg kejam & cabul, lalu mereka melarikan diri tanpa tujuan. Mau ke KBRI juga tak tahu jalan, akhirnya hingga ke tempat penampungan-penampungan tkw disana.

0.jpg



Ternyata eh ternyata di Arab sana tempat penampungan tkw tidak seperti yg diharapkan, dimana banyak kisah-kisah menciptakan air mata jatuh, lari dari majikan yg kejam kerap tersaji di telinga. Tapi seperti keluar dari mulut singa masuk mulut buaya karena tempat penampungan tkw itu banyak yg dikuasai mafia

Quote:


anggota regu pemantau haji DPR lainnya berkunjung ke Riyadh, ibukota Arab Saudi. Sampai saat ini, Zaenal bersama regu masih di kota itu. Selain berjumpa dengan para pejabat KBRI, Zaenal juga mengerjakan pertemuan dengan sejumlah TKW. Pengakuan-pengakuan pun muncul bahwa para TKW itu dijadikan pelacur oleh PJTKI & penampung di Arab Saudi

Zaenal yg mengaku sempat melihat penampungan-penampungan liar ilegal sebagai tempat penjajaan seks itu. "Saya betul mengelus-elus dada. Ternyata para TKW yg dikirim ke Arab Saudi, dengan berbagai modus, dijadikan pemuas seks di berbagai penampungan tidak resmi," jelas Zaenal. Penampungan penjajaan seks ini memang dikuasai mafia, terdiri dari warga Indonesia & juga warga negara lain.

Sumber kutipan https://news.detik.com/berita/d-2800...di-arab-saudi-



Wanita 50 Riyal, Sisi Lain TKW Di Arab Saudi


Cerita-cerita seperti ini sudah sering terjadi, namun kembali terulang hingga batas waktu yg tak ditentukan. Walau sudah banyak jatuh korban, tetapi terus saja tkw berdatangan hingga negara cape, dari tahun ke tahun mengurusi hal seperti ini yg tak kunjung usai.

Sekarang kita lihat perspektif dari orang-orang Arab, dapat dibilang mereka mendadak kaya di tahun 1970an akibat adanya oil boom, sebelum tahun itu eksplorasi minyak biasa-biasa saja.

Quote:


Penduduk Arab awalnya nomaden, mengandalkan pendapatan dari para jemaah yg beribadah ke Mekah & Madinah. Setelah minyak ditemukan, negeri tersebut membangun infrastruktur yg kuat, terdiri atas sumur-sumur minyak, pipa, kilang, & pelabuhan.

Sumber kutipan https://progres.id/lifestyle/raja-sa...disengaja.html



Wanita 50 Riyal, Sisi Lain TKW Di Arab Saudi


Bayangkan mentalitas mereka yg awalnya susah tiba-tiba jadi kaya, sebagai negara petro dollar. Karena mereka kaya mendadak, harus secara radikal membangun negara dari infrastruktur, hingga tempat hiburan, gedung yg tinggi, pabrik, sekolah langsung dibuat sedini mungkin.

Karena mereka sudah terlalu kaya, maka tidak ada yg mau lagi bekerja sebagai kuli, pedagang eceran, buruh & sebagainya. Maka mereka hidupnya sering ketergantungan dari pendatang asing, & untuk memenuhi hal itu mereka mengambil orang-orang dari luar negeri. Kebanyakan mengambil tenaga kerja dari negara yg tidak kaya seperti India, Pakistan, Bangladesh, & Etopia, Indonesia juga banyak yg masuk jadi tenaga kerja di Arab.

Tentu saja hal itu menciptakan kaget mereka, terjadi juga shock culture & mengakibatkan mereka jadi rasis luar biasa. Jangankan di Arab di Malaysia pun tkw pun terkena cap yg negatif. Bisa dibilang hal seperti itu wajar, karena uang mengakibatkan kesombongan yg luar biasa.

Wanita 50 Riyal, Sisi Lain TKW Di Arab Saudi


Karena culturenya yg keras, orang Arab kerap mengerjakan pelecehan seksual. Namun karena budaya menutupi aib, tentu jadi persoalan tersendiri, karena tidak ada angkanya untuk masalah perzinahan, korupsi & lainnya.

Quote:


Banyak pemuka agama, pejabat negara, maupun sesama jamaah sendiri seperti mengerjakan konspirasi jahat dengan menghidupkan mitos bahwa pengalaman pelecehan seksual sang perempuan saat berhaji merupakan teguran Tuhan atau balasan atas perbuatan buruknya di tempat asal masing-masing.

Dan dengan berlindung kepada mitos serupa itu negara pengirim jamaah atau Arab Saudi sebagai negara penyelenggara ibadah haji, secara sengaja mengerjakan pembiaran yg terencana atas fakta kekerasan seksual yg dialami jamaah perempuan ini.

0.jpg



Alih-alih menolong korban dengan penanganan trauma atau berupaya menindak pelaku, korban malah distigma sebagai pelaku kejahatan seksual di tempat asalnya.

Anehnya, meski dalam ajaran Islam tak diketahui konsep hukum karma, dalam kasus-kasus seperti itu justru karma dijadikan sebagai jawaban atas nasib buruk yg dialami perempuan korban kekerasan seksual selama mereka berhaji.

Sumber kutipan https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-43268073



Namun orang arab tidak mengenal pelacuran, maka tkw yg bekerja di sana kerap terjadi pelecehan seksual.

Sedangkan mereka yg kabur & masuk perangkap mafia di penampungan tkw, harus melacurkan diri untuk biaya makan, biaya tempat tinggal & pelanggannya adalah orang asing yg kerja di Arab biasanya dari India, Pakistan & Bangladesh.

0.jpg



Maka kalau wanita orang Indonesia ketemu mereka yg berasal dari negara-negara tersebut, pasti pikiran mereka banyak yg cabul. Karena pikiran mereka wanita Indonesia itu gampangan & harganya murah.

Biar lebih detil cerita ini juga diungkap oleh media di Indonesia,

Quote:


Pemerintah Saudi mengeluarkan kebijakan baru. Umrah atau haji cuma dapat melalu biro perjalanan resmi. Maksudnya, supaya tidak ada lagi jamaah haji atau umrah yg kemudian bekerja di Saudi secara ilegal. Sedangkan, mereka yg benar-benar harap bekerja harus melalui agen resmi pengerah tenaga kerja.

Dengan kebijakan baru itu, jumlah orang-orang Indonesia yg harap bekerja di Saudi bukannya surut, justru bertambah. Alasannya, ya, itu tadi, dapat haji & umrah sambil bekerja. Apalagi, di negeri sendiri kesempatan kerja sangat sulit. Namun, untuk bekerja di Saudi tidak sering menyenangkan. Bagi yg mendapatkan majikan baik tentu sangat beruntung. Bahkan, ada yg dapat keliling dunia mengikuti majikannya. Tapi, dapat buntung buat mereka yg mendapatkan majikan buruk.

Wanita 50 Riyal, Sisi Lain TKW Di Arab Saudi


Kita pun sering mendengar perlakuan buruk yg dialami para pembantu rumah tangga di Saudi. Dari penyiksaan fisik, pelecehan seksual, hingga tidak digaji & seterusnya. Banyak di antara mereka kemudian melarikan diri dari majikannya. Dari sejumlah teman di Saudi, saya beberapa kali mendapatkan cerita mengenaskan tentang nasib buruk yg dialami TKW kita yg melarikan diri dari majikannya.

Ketika melarikan diri, para TKW tidak tahu harus pergi ke mana. Tidak sempat membawa pakaian & perbekalan lainnya, sementara paspor ditahan majikan. Saat itulah datang orang-orang (juga dari Indonesia) yg menawarkan memberi penampungan. Di rumah penampungan mereka diberi makan, pakaian, & kebutuhan sehari-hari lainnya. Namun, setelah dua atau tiga bulan kemudian, sang tuan rumah yg ternyata bagian dari jaringan mafia, menyodorkan biaya yg harus diganti oleh si TKW selama di penampungan.

Tentu saja si TKW tidak mempunyai uang buat pengganti. Mereka pun terpaksa menerima 'paksaan' dari mafia untuk jadi pelacur. Menurut teman-teman saya, pelanggannya kebanyakan para kuli atau tenaga kasar dari Pakistan, Bangladesh, India, & negara-negara Afrika. Sedangkan, uang jasa pelayanan seks itu cuma 50 riyal untuk lima atau bahkan 10 orang.

Sumber kutipan https://www.republika.co.id/berita/m...-di-tanah-suci




Karena di Saudi itu psk paling murah harganya dari orang Indonesia, nah terkait hal ini apa yg dilakukan oleh KBRI? Minim informasi tentang hal ini.

Menariknya saat ini dunia Arab tidak seperti dulu lagi, kasus-kasus pemerkosaan jauh berkurang. Mereka sudah mengenal internet & dunia luar, bahkan banyak yg migrasi ke puncak Bogor.

Wanita 50 Riyal, Sisi Lain TKW Di Arab Saudi


Namun mafia di Arab masih tetap ada, ekspor pelacur dari Indonesia masih berjalan karena peminatnya juga bertambah. Maka psk Indonesia yg berada disana bukan lagi karena terpaksa, tetapi memang niat kesana untuk jadi psk. Disini ada istilah "umrohan" padahal mereka bukan umroh, tetapi dagang daging sempit.

Quote:


"Lelaki Arab Saudi jarang pakai pelacur, makanya di sini banyak TKI jadi korban pelecehan seksual majikan," mengatakan Nasir

Sebab itu, mengatakan dia, jangan kaget kalau cerita pelecehan seksual dialami pembantu asal Indonesia menjadibuahbibirsesama para TKI di Saudi. "(Lelaki Saudi) jarang sekali main dengan pelacur karena dia malu & lebih memilih menjaga marganya," ujarnya.

Nasir memperkirakan 2,5 persen dari jumlah TKW di Jeddah bekerja sebagai pelacur. Jeddah memang jadi kota terbesar buat pelacuran lantaran lebih bebas ketimbang kota-kota lain di Saudi. Mirisnya, pelacur Indonesia juga banyak beroperasi di Makkah & Madinah. "Nomor satu Jeddah, nomor dua Makkah, nomor tiga Madinah," tuturnya.

TKW asal Indonesia memang mendominasi pelacuran di Saudi. Saking terkenalnya, jangan kaget kalau orang Pakistan, India, & Bangladesh menyamaratakan semua TKI di sana sebagai pelacur.

"Bagi orang India & Pakistan, orang Indonesia itu syarmuth (pelacur)," mengatakan nasir. Namun penyebutan itu tidak berlaku bagi orang Arab Saudi. Mereka masih memandang orang Indonesia bukan pelacur.

Sumber https://m.merdeka.com/khas/melacur-h...ah-suci-2.html



Walau di Arab sana keamanannya cukup ketat pengawasannya, namun tetap saja dapat diakali dengan si laki-laki menakai kerudung hitam dengan cadar otomatis pengawas juga membiarkan mereka jalan berdua, atau masuk kamar berdua sesama wanita padahal yg satu nyamar.

Wanita 50 Riyal, Sisi Lain TKW Di Arab Saudi


ilustrasi nyamar

Semoga ini jadi bahan renungan, bahan pertimbangan apakah moral Indonesia sudah pada taraf yg mengkhawatirkan. Hingga mendapatkan cap semua wanita Indonesia syarmuth!

Semoga pemerintah ada jalan keluar yg lebih baik untuk masa depan Indonesia.

Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.

emoticon-I Love Indonesia


Wanita 50 Riyal, Sisi Lain TKW Di Arab Saudi


"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik
Pic : google

emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Rate 5 Star
emoticon-Rate 5 Star


Wanita 50 Riyal, Sisi Lain TKW Di Arab Saudi

Kemarin 21:06
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.