steven yan
IndoForum Junior D
- No. Urut
- 208832
- Sejak
- 2 Jan 2013
- Pesan
- 1.870
- Nilai reaksi
- 23
- Poin
- 38
TUBAN - Dua puluh siswa dan siswi Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al Ya’un Najwa, Desa Mentoro, Kecamatan Soko, Tuban, Jawa Timur, ditangkap oleh Polres Tuban. Mereka tertangkap tangan menjadi joki dalam ujian nasional (UN) Kejar Paket C di sekolahnya.
Meski demikian, para joki ini tidak akan ditahan dan hanya akan dijadikan saksi. Para santri itu mengaku, hanya disuruh pengasuh Pondok Pesantren Al Ya’un Najwa Ikhwan Effendi untuk menggantikan peserta UN Paket C yang asli. Ikhwan pun ditahan polisi dan berstatus tersangka. Ikhwan mengaku, telah melakukan praktik perjokian itu sejak 2012 lalu.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban Sutrisno menjelaskan, akibat praktik joki UN kejar Paket C di Ponpes Al Ya’un Najwa tersebut, pihaknya tidak akan meluluskan para peserta asli.
"Perjokian ini merupakan pelanggaran berat dalam pelaksanaan UN dan telah mencederai rasa kejujuran dalam pelaksanaan UN," kata Sutrisno, Kamis (18/4/2013).
Terbongkarnya kasus joki UN ini berawal saat tim pengawas independen dari Universitas Airlangga Surabaya yang curiga terhadap para peserta UN. Saat mengabsen peserta perempuan, ternyata yang mengangkat tangan adalah peserta laki-laki, demikian juga sebaliknya. Kecurigaan lainnya timbul karena kartu peserta UN merupakan hasil fotokopi dengan foto peserta joki UN. Tim pengawas pun langsung melaporkan penemuan mereka ke polisi.
Sementara itu pengasuh sekaligus kyai Ponpes Al Ya’un Najwa Ikhwan Effendi mengaku,dia yang memerintahkan ke-20 santrinya tersebut untuk menjadi joki. Ikhwan beralasan, kebanyakan para peserta asli UN Kejar Paket C tersebut sedang bekerja di luar daerah, sehingga tidak bisa menghadiri ujian.