• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Waktuku Hilang Karena Overscroll

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Rasanya hidup ini melelahkan.
Bukan karena satu masalah besar, melainkan karena hari-hari yg terus penuh, tanpa benar-benar memberi ruang untuk berhenti.

Aku mulai menyadari, betapa banyak hal yg menuntut perhatianku. Grup WhatsApp yg tak pernah habis, media sosial yg terus bergerak, berita yg silih berganti, iklan, belanja online, layanin pesan-antar & masih banyak lagi media online yg dapat dikunjungi. Semua ada di satu layar kecil, semua terasa penting, semua seolah tak boleh dilewatkan.

Tanpa sadar, beberapa akbar waktuku habis untuk scroll.

Di sela pekerjaan, saya membuka ponsel.
Saat makan, mataku masih tertuju ke layar.
Selesai ibadah, tanganku refleks mencarinya lagi.
Bersama teman, kebersamaan terpotong notifikasi.
Di rumah, di tengah keluarga, saya masih sering tidak sepenuhnya hadir.

Bahkan saat sendiri, saya jarang benar-benar sendiri.

Malam hari, saya tidur menjelang tengah malam. Bukan karena hari sudah selesai, tetapi karena tubuh akhirnya kelelahan. Scroll jadi pengantar tidur. Pagi datang, saya sering lupa apa yg kulihat semalam, namun kebiasaan itu tetap berulang. Bangun tidur, membuka ponsel. Sebelum mandi, masih sempat scroll. Sarapan pun sering berlalu sambil menatap layar.

Semua terjadi begitu otomatis.

Perlahan, tubuh mulai memberi tanda.
Mataku mudah lelah. Minus terasa bertambah. Kepala sering terasa berat, kadang berdenyut tanpa sebab yg jelas. Aku mengira ini hal biasakurang tidur, mungkin. Padahal dapat jadi, ini cara tubuh berbicara: aku terlalu lama menatap, terlalu jarang beristirahat.

Aku lelah, tetapi bukan karena bekerja terlalu keras.
Aku letih karena terlalu banyak menerima.

Scroll memberi kesan istirahat, padahal sebenarnya menumpuk kelelahan. Informasi datang tanpa henti, perbandingan hidup orang lain terus masuk, pikiran tak pernah benar-benar sunyi. Tubuh duduk diam, tetapi batin terus bergerak.

Yang paling mengganggu, semua ini terasa normal.

Aku mulai bertanya pada diri sendiri, dengan lebih jujur: kapan terakhir kali saya benar-benar hadir? Hadir saat makan. Hadir saat berbincang. Hadir saat berdoa. Hadir untuk diriku sendiri.

Waktu itu tidak hilang begitu saja.
Ia berpindah, sedikit demi sedikit.
Ditukar dengan layar yg terang, tetapi tidak sering memberi terang.

Merapikan hidup, mungkin tidak harus dimulai dengan perubahan besar. Barangkali cukup dengan satu pencerahan kecil: berani meletakkan ponsel, meski sebentar. Memberi mata waktu untuk beristirahat. Memberi kepala ruang untuk tenang. Memberi hati kesempatan untuk kembali peka.

Tulisan ini ku tulis bukan untuk menyalahkan diri sendiri, tetapi untuk mengingatkan: hidup tidak harus sering diisi. Ada bagian yg perlu dikosongkan supaya jiwa dapat bernapas lebih lega, menghirup udara segar.
Dan mungkin, dari situlah ketenangan dapat mulai kembali.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.