Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Aktor atau aktris adalah orang yg memainkan peran tertentu dalam suatu aksi. Biasanya, mereka adalah orang yg dididik atau dilatih secara spesifik untuk mengerjakansandiwaramelalui suatupendidikanatausekolah, atau berpura-pura memerankan suatutokoh sehingga tampak seperti tokoh sungguhan.
Pelaku peran ini sangat identik dengan Riasan / make up yg berguna mengubah penampilan dari bentuk asli sebenarnya dengan bantuan bahan & alatkosmetik. Istilahmake uplebih sering ditujukan kepada pengubahan bentuk wajah, meskipun sebenarnya seluruh tubuh dapat di hias (make up).
Tata rias paras membutuhkan banyak pengetahuan tentang:
Anatomi (untuk memberikan bentuk ideal anggota tubuh)
Karakterisasi Warna & garis (untuk memberikan karakterisasi personal)
Gradasi Warna (untuk memperhalus hasil akhir tata rias)
Komposisi Warna
Banyak orang tertipu & percaya bahwa aksi yg mereka pertontonkan & wujud mereka saat memainkan peran adalah bentuk asli dari orang tersebut.
Bagi yg tidak penasaran dengan sosok asli seorang tokoh peran tidak apa - apa disini kita akan cari tahu sosok asli di belakang aktor/aktris dalam sebuah institusi negara.
1. DPR
Ada setidak nya 7 staff yg mendampingi satu anggota DPR yg di bayar pemerintah sebagai pegawai non pns. Diantara nya ada staff administrasi karena banyak anggota DPR tidak faham dengan Format laporan yg di kirim oleh instansi lain di pemerintahan. Ada juga staff yg spesifik menolong si anggota dewan dalam memahami suatu kajian dengan mengatakan lain si anggota dewan tidak mengerti kajian itu maka di kontrak lah staff pakar untuk menerangkan nya. Kemudian ada staff pakar yg mengurus hubungan politik hingga staff pakar berpakaian di fasilitasi untuk satu anggota dewan.
Melihat semua fasilitas ini, anggota dewan harus nya benar - benar dapat menghasilkan kebijakan atau program yg pro kepada rakyat spesifik nya masyarakat ekonomi lemah, lantas kenapa selama ini yg kita lihat malah sebalik nya?
2. Aparat penegak hukum
Intitusi yg satu ini di persenjatai lengkap yg harus nya dapat melindungi rakyat secara baik dengan kekuatan & kekuasaan nya ini. Melihat dari kasus novel baswedan polri terlihat sekali prinsip nya dalam menegakan ke adilan. Bukan nya membongkar tuntas ke bobrokan di tubuh polri masyarakat malah di giring pada suatu drama peradilan tanpa menyentuh inti dari masalah nya ini (pelaku sebenarnya). Berbeda dengan kasus djoko tjandra yg malah di fasilitasi oleh petinggi polri bukan kah sangat drama sekali?
Serupa juga dengan kementrian terkait yg melepas kasus akbar dengan memberitakan keberhasilan menangkap ibu paruh baya di serbia.
3. Presiden
Terlepas dari pandemi yg sedang melanda indonesia, pemimpin tetap bagaimana pun harus memihak pada rakyat terlebih masyarakat ekonomi lemah. Selain paling banyak di marahi / disalahkan dalam masa pandemi ini, kebijakan yg turun juga banyak yg tidak hingga yg artinya semua kekacauan berawal dari elite karena pemimpin cuma fokus pada kesalahan rakyat kecil tetapi tidak melihat kesalahan para pejabat & segelintir orang yg menguasai ekonomi di indonesia.
Masih banyak lagi institusi yg harus di bongkar paras aslinya seperti apa, & ini baik bagi kita semua. Yang bahaya itu mereka yg dekat dengan akses kekuasaan bukan nya para penulis seperti ini yg hingga di grebek di jemput mobil tinu - ninu - ninu - ninu.
"Apa guna banyak baca kalau tetap mau di bungkam"
Hari ini 03:51