Closed
IndoForum Newbie A
- No. Urut
- 110753
- Sejak
- 11 Des 2010
- Pesan
- 296
- Nilai reaksi
- 3
- Poin
- 18
Listrik Sekolah
Wah, Siswa Dibebani Biaya Listrik SMA
Senin, 27 Desember 2010 | 22:41 WIB
www.sripoku.com
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - SMA Negeri 1 Kota Tasikmalaya membebankan biaya listrik operasional sekolah sebesar Rp 150 ribu per siswa, membuat orang tua siswa merasa keberatan terhadap kebijakan tersebut.
Salah seorang orang tua siswa SMAN 1 yang tidak ingin dipublikaskan identitasnya, Senin (27/12/2010) mengungkapkan keberatan dengan rencana kebijakan sekolah yang membebankan biaya pemasangan penambahan daya listrik sekolah kepada orang tua siswa.
"Kenapa hal itu dibebankan kepada siswa, bukan di anggarkan oleh pihak sekolah saja," kata sumber itu yang mewanti-wanti kepada wartawan agar tidak menuliskan namanya serta anaknya yang belajar di SMAN 1 Kota Tasikmalaya.
Meskipun pihak sekolah telah bermusyawarah dengan para orangtua siswa, namun kebijakan tersebut, dibelakang musyawarah menjadi perbincangan ketidak setujuan.
Para orangtua siswa yang menyekolahkan anaknya berkelas RSBI itu, dalam musyawarah tidak ada yang berani mengungkapkan penolakan rencana beban biaya penambahan daya listrik oleh siswa.
Diharapkan rencana penambahan daya listrik untuk kepentingan sarana berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut merupakan kebutuhan sekolah yang seharusnya sudah dianggarkan oleh sekolah.
Para orang tua siswa tentu masih banyak kebutuhan dalam menunjang pendidikan anaknya seperti membeli buku, apalagi biaya pendidikan agar dapat menjadi siswa di SMAN 1 Kota Tasikmalaya sudah cukup mahal.
"Kalau mengungkapkan didepan gak berani tetapi kalau dibelakang banyak yang tidak setuju, waktu pembagian raport juga sudah ada yang diminta 50 persennya tanpa kwitansi," katanya.
Sementara, salah seorang guru SMAN 1 Kota Tasikmalaya, Nia Kurnia, sebagai perwakilan sekolah membenarkan adanya permintaan uang kepada orangtua siswa untuk penambahan daya listrik sekolah.
Alasan penambahan daya listrik itu, dijelaskan Nia agar kegiatan belajar mengajar yang menggunakan alat elektornik salah satunya perangkat komputer berjalan maksimal tidak sering mati listrik.
Menurutnya, sekolah meminta bantuan danang kepada orangtua siswa, karena anggaran penambahan daya itu pihak sekolah kekurangan biaya.
Permintaan danang tersebut telah dilakukan musyawarah antara pihak sekolah dan seluruh orang tua siswa, dengan kesepakatan bantuan danang itu bagi orang tua yang mampu sebesar Rp 150 ribu per siswa.
"Sudah dilakukan musyawarah dan mendapatkan persetujuan dari para orang tua siswa," kata Nia menambahkan siswa SMAN 1 Kota Tasikmalaya secara keseluruhan berjumlah 950 orang.