• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Wah.... Bom Nuklir Hilang di Bawah Es

roughtorer

IndoForum Senior A
No. Urut
44416
Sejak
24 Mei 2008
Pesan
6.755
Nilai reaksi
175
Poin
63
Kamis, 13 November 2008 | 14:40 WIB

KOPENHAGEN, KAMIS- Otoritas pemerintahan di Greenland, Rabu (13/11), membenarkan laporan BBC yang menyatakan bahwa Amerika Serikat meninggalkan sebuah bom nuklir di bawah lapisan es di kawasan protektorat Denmark itu, menyusul jatuhnya sebuah pembom pada 1968.

Menteri Luar Negeri Denmark Per Berthlesen mengemukakan, Greenland sudah menyadari masalah ini sejak lama. "Tak ada yang baru dalam laporan ini, dan kami tahu sejak lama bahwa salah satu dari empat bom nuklir belum diketemukan menyusul pencarian oleh orang-orang Amerika," katanya, seraya menambahkan "tak ada risiko" terhadap lingkungan.

Berthlesen menyatakan, pihak berwenang di Greenland mengharapkan tanggapan dari AS dan pemerintah Denmark setelah pembeberan dokumen dari BBC tersebut. Dalam pernyataannya, Greenland mengungkapkan insiden ini telah diselidiki pada 1995.

Dengan memanfaatkan kesaksian dari mereka yang terlibat dan dokumen yang telah dideklasifikasi berdasarkan UU Kebebasan Informasi AS, diperoleh informasi bahwa senjata tersebut tak pernah ditemukan, sekalipun telah dilakukan upaya pencarian secara besar-besaran di lokasi jatuhnya pesawat dekat sebuah pangkalan militer AS di Thule.

Dibangun pada awal dekade 1950-an, Pangkalan Udara Thule merupakan pangkalan sangat strategis AS selama berlangsungnya Perang Dingin antara AS dan Uni Sovyet. Dari pangkalan inilah radar dapat memindai langit untuk mendeteksi berbagai rudal yang meluncur dari Kutub Utara.

Akan tetapi, Washington mencemaskan Sovyet kemungkinan akan menghancurkan pangkalan ini sebagai babak pembukaan serangan nuklir atas AS.

Akibatnya, militer AS menempatkan sejumlah pembom B-52 yang bersenjata nuklir untuk mengadakan patroli di atas pangkalan itu mulai 1960, sehingga mereka dapat langsung menuju Moskow seandainya pangkalan itu dihancurkan, kata jaringan televisi itu.

Namun demikian, pada 21 Januari 1968 salah satu dari pesawat itu jatuh ke lapisan es beberapa kilometer dari pangkalan. Bahan peledak yang melingkupi empat senjata nuklir di pesawat diledakkan, namun peralatan nuklir aktifnya belum, kata BBC.

Para investigator menemukan ribuan pecahan pesawat di lokasi, termasuk es yang mengandung zat radioaktif, namun segera disadari hanya tiga senjata nuklir yang keamanannya dapat dipertanggungjawabkan.

Upaya pencarian di bawah air dilancarkan pada April 1968, namun mereka tak menemukan apapun dan akhirnya mereka menghentikan pencarian.
 
:-O :-O :-O CC KITA NGE POST BERITA YG SAMA :-O :-O :-O :-O

hanya berbeda jeda 2 menitan :-O :-O :-O :-O

wadduh gimana nih???

vie ngalah az dech...hapus az punya vie ok ;)

keep post /no1
 
nah loh...klo tiba" meledak g mn yah???
 
Nasib2, kalo meledak sial yg lewat sana...
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.