• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Waduh, Kelebihan Gula Bikin Kanker Pankreas

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
TERLALU banyak gula dalam makanan bisa berbahaya. Gula dapat memengaruhi berbagai fungsi biologis dalam tubuh dan menyebabkan berbagai kondisi medis.

Menurut Franklin Institute Online, gula merupakan nutrisi yang menyediakan energi untuk tubuh. Diet gula dari karbohidrat seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, dan sayuran diubah menjadi glukosa di hati, dilepaskan ke dalam darah dan menjadi bahan bakar sel-sel saraf di otak.

Berikut dampak buruk terlalu banyak mengonsumsi gula, sebagaimana dilansir Livestrong.

Tinggi gula darah

Terlalu banyak gula atau terlalu sering mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik tinggi, seperti roti olahan, dapat meningkatkan gula darah. Menurut Harvard Medical School, indeks glisemik menunjukkan bagaimana makanan memengaruhi gula darah.

Gula darah tinggi dapat menyebabkan sel otot rangka menjadi resisten terhadap insulin, suatu hormon yang dilepaskan oleh pankreas yang mengangkut gula darah ke sel. Resistensi insulin dikaitkan dengan diabetes tipe 2.

Menurut American Diabetes Association, gula darah yang tetap tinggi untuk jangka waktu yang panjang, terutama pada penderita diabetes, dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan akhirnya koma. The Franklin Institute online mengatakan bahwa gula terlalu banyak pada satu waktu dapat mencabut otak glukosa, menguras pasokan energi, dan memengaruhi kemampuan otak untuk berkonsentrasi, mengingat, dan belajar.​

Kegemukan

Menurut Robert Lustig, MD, seorang neuroendocrinologist pediatrik di University of California, San Francisco, terlalu banyak mengonsumsi gula pasir dan sirup jagung fruktosa tinggi, dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan obesitas.

Asupan gula diubah menjadi lemak dalam tubuh. Semakin banyak gula yang dikonsumsi, lemak yang dibuat lebih banyak dan disimpan dalam sel lemak.

Terlalu sering mengudap makanan-makanan makanan dengan indeks glikemik tinggi, dapat menyebabkan otak untuk merasa haus akan gula. Hal ini juga dapat menyebabkan kenaikan berat badan meningkat dan lemak tubuh, khususnya di perut dan jumlah lemak tinggi dalam darah.​

Kerusakan gigi

Sukrosa dalam makanan manis dapat menyebabkan kerusakan gigi. Bakteri mulut pada gigi mendaparkan makanan dari sukrosa dan menyebabkan kerusakan gigi.

Makanan lengket dengan sukrosa yang melekat di gigi dapa menyebabkan adanya plak pada gigi. Karies gigi berhubungan dengan asupan tinggi gula setiap hari.​

Kanker pankreas

Gula dalam makanan juga bisa menyebabkan kanker pankreas. Penelitian oleh DS Michaud diterbitkan dalam Journal of National Cancer Institute pada 2002 menemukan bahwa diet dengan beban glikemik tinggi dapat meningkatkan risiko kanker pankreas pada wanita yang mengalami resistensi insulin.

Penelitian oleh SC Larsson yang dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 2006 menemukan bahwa konsumsi tinggi makanan manis dan gula buatan, termasuk minuman ringan, terkait dengan risiko lebih besar terkena kanker pankreas.​
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.