Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Masih ingat nggak dengan proyek Meta dari Facebook yg digagas oleh Mark Zuckerberg? Meski beritanya sudah mulai menghilang belakangan ini namun proyek Meta masih terus berjalan & terus dikembangkan.
Salah satu fitur yg disediakan oleh Meta adalah chatbot yg memiliki dataset melimpah ruah sehingga dapat bercakap-cakap layaknya manusia normal. Para pengguna dapat menanyakan apa saja pada chatbot & chatbot akan membalasnya dengan bahasa yg seperti manusia normal.
Chatbot ini dapat dibilang fitur yg keren karena kita tidak diberi jawaban-jawaban template seperti situs-situs lain. Meski begitu kebebasan chatbot dalam berbicara ternyata sama sekali tidak diberi filter, chatbot ini bahkan dapat menghina penciptanya sendiri.
Hal ini ditemukan oleh user Twitter Max Woolf. Karena penasaran sejauh apa topik yg dapat dibahas oleh chatbot, dia pun menanyakan pendapat si chatbot mengenai Mark Zuckerberg si pendiri Meta. Chatbot bernama BlenderBot3 itu ternyata memberikan jawaban yg mengejutkan.
Saat seseorang ditanya pendapat mengenai atasannya mayoritas orang pasti akan mengatakan hal-hal baik (kebanyakan karena takut dipecat), tetapi chatbot menjawab dengan jujur(?) bahwa Mark Zuckerberg adalah pebisnis yg baik, tetapi praktek bisnisnya tidak sering etis. Mengejutkan bukan? kira-kira dari siapa dia mengetahui hal itu?
Tertarik dengan tweet tersebut, jurnalis BBC James Clayton ikut mencoba berbicara dengan BlenderBot3. Dari hasil pembicaraan tersebut, BlenderBot mengungkapkan kecurigaan bahwa Mark Zuckerberg sudah melanggar hukum & harus diseret ke penjara. Untungnya BlenderBot3 hanyalah sebuah AI, kalau dia merupakan pegawai Meta maka dia akan langsung dipecat karena berkata begitu.
Kecerdasan buatan yg satu ini memang cukup kontroversial karena semakin banyak dia berbicara dengan orang-orang di internet maka semakin banyak dia belajar. Dengan mengatakan lain semakin banyak orang yg menghujat Mark Zuckerberg di Meta maka semakin mengerikan pula jawaban yg akan diberikan chatbot.
Meski begitu fakta bahwa BlenderBot3 menghina CEO perusahaannya sendiri adalah bukti bahwa chatbot ini dibiarkan berkembang tanpa batasan apa pun. Kan tidak adil kalau chatbot bicara buruk mengenai semua orang tetapi cuma berkata yg baik-baik tentang penciptanya sendiri. Well, semoga saja BlenderBot3 dapat terus seperti itu.
Sekian dari saya mari berjumpa di thread saya yg lainnya.
sumur Hari ini 16:00