cotutgaulCoraSolar
IndoForum Senior A
- No. Urut
- 51340
- Sejak
- 28 Agt 2008
- Pesan
- 8.284
- Nilai reaksi
- 260
- Poin
- 83



Kamis, 20 November 2008 - 11:03 wib
Anton Suhartono
D'Zhana Simmons tak kuasa membendung air mata saat bercerita penderitaannya pada konferensi pers di Jackson Memorial Medical Center University of (19/11). Selama 118 hari, dia terpaksa hidup hanya mengandalkan sepasang pompa darah/Reuters
MIAMI - Malang benar nasib D'Zhana Simmons. Remaja putri asal South Carolina Amerika Serikat ini terpaksa hidup dengan bantuan dua pompa karena jantungnya tidak berfungsi normal. Dia sudah menjalani hidup dengan pompa selama hampir empat bulan.
Alat untuk memompa darah dirancang khusus oleh perusahaan Thoratec Corp of Pleasanton California dan ditanamkan untuk menjaga kestabilan aliran darah dalam tubuhnya. Terakhir dokter mengganti alat tersebut pada 29 Oktober lalu.
Tim dokter Miami yang menanganinya mengatakan, alat tersebut tetap akan dipasangkan pada tubuh D'Zhana Simmons sampai dia mendapat donor jantung.
Tim dokter juga menyatakan, sebenarnya ini bukan kasus pertama di dunia. Seorang warga Jerman juga pernah hidup tanpa organ jantung dan hanya mengandalkan bantuan alat pompa selama sembilan bulan. Namun untuk kasus anak-anak, ini merupakan yang pertama di dunia dan Simmons mampu bertahan selama itu.
Simmons menyatakan, hidup dengan alat pompa merupakan pengalaman yang mengerikan. "Kita tak akan pernah tahu, kapan alat ini berhenti berfungsi," katanya saat konferensi pers di Jackson Memorial Medical Center, University of Miami seperti dikutip Reuters, Kamis (20/11/2008).
"Saya seperti orang yang palsu. Seperti tak benar-benar hidup namun saya tetap ada," akunya.
Gadis berusia 14 tahun ini menderita pembengkakan cardimyopathy. Sebuah kondisi di mana jantung bekerja sangat lemah dan membesar. Sehingga jantung tak bisa memompa darah secara efisien.
Pada 2 Juli lalu Simmons sempat menjalani transplantasi jantung di Miami Holtz Children Hospital. Namun jantung barunya tak berfungsi efesien dan langsung diangkat kembali.
"Selama 118 hari, dia hidup sama sekali tanpa organ jantung. Hidupnya hanya ditopang oleh dua pompa," kata Marco Ricci, direktur penderita jantung anak-anak. Selama waktu tersebut, Simmons menjalankan aktivitas biasa, namun tetap tinggal di rumah sakit.
(ton)



