• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Wabup Ingin Ada Tim Investigasi Pengisian Perdes

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
6boIr.jpg
SRAGEN-Wakil Bupati (Wabup) Sragen, Daryanto, menginginkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen membentuk tim investigasi untuk menelusuri para calon perangkat desa (perdes) yang ditengarai bermain uang dalam proses pengisian 236 lowongan perdes. Tim investigasi itu diperlukan agar hasil seleksi perdes benar-benar bersih.

“Saya rasa pembentukan tim investigasi itu tidak terlambat untuk dibentuk, karena belakangan saya sering menerima laporan dari bawah. Para calon baru mendaftar saja sudah didindikasikan bermain uang, apalagi adanya sejumlah oknum pejabat yang titip. Hasil investigasi tim ini akan menentukan perdes lolos tes benar-benar murni,” ujar Wabup saat ditemui solopos.com, Kamis (24/5/2012), di ruang kerjanya.

Wabup menerima laporan tentang indikasi permainan uang dari wilayah Kedawung, Sambirejo, Gondang dan Masaran. Bahkan Wabup mencium ada oknum pejabat yang menitipkan 19 orang di satu wilayah tertentu. Menurut Wabup, hal seperti ini tidak bisa dibenarkan dan benar-benar harus diinvestigasi untuk menemukan bukti.

Bila nantinya ada bukti yang jelas, lanjut Wabup, calon perdes yang bersangkutan bisa langsung didiskualifikasi. Di sisi lain, Wabup berharap panitia pengisian kekosongan perdes ini harus transparan.

Selama ini Wabup menilai panitia pengisian kekosongan perdes tidak transparan karena hasil seleksi perdes tidak pernah diumumkan ke publik. “Saya sudah berkomunikasi dengan plt Sekretaris Daerah (Sekda) untuk mengantisipasi adanya permainan uang dalam pengisian perdes,” tambahnya.

Sebelumnya, sebanyak 984 calon perdes mengikuti seleksi tertulis, wawancara dan praktik dari 141 desa di 20 kecamatan. Tes tertulis dilaksanakan di SMAN 1 Sragen, sedangkan tes wawancara dan praktik dilakukan di kecamatan masing-masing. Mereka rencana bakal dilantik awal Juni mendatang.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.