Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Di Yunani terdapat sebuah pepatah antik yg kurang lebih berbunyi "Jika mengharapkan keadilan sejati, maka tunggulah penghakiman di akhirat, tetapi kalau yg kau cari adalah keadilan di dunia maka patuhilah hukum"Pepatah tersebut sejatinya menggambarkan sistem kerja negara-negara modern saat ini termasuk juga Indonesia. Sebagian akbar kehidupan manusia modern saat ini di atur lewat sebuah tatanan yg disebut dengan hukum & barang siapa yg melanggar tatanan ini biasanya akan di ganjar dengan sanksi mulai dari denda, kurungan penjara & bahkan kematian kalau pelanggaran hukum yg di lakukan sudah di nilai melewati batas norma manusia. Namun sesuai dengan kebijakan sebuah negara yg berbeda-beda kadang sanksi bagi para pelanggar hukum ini tak melulu soal denda & kurungan. Terkadang sebuah sanksi juga dapat di sesuaikan dengan tingkat kesalahan seseorang. Maka tak heran kalau kadang akan muncul sanksi hukum yg aneh & terkesan unik yg pernah muncul di dunia ini, & berikut ini adalah Hukuman paling Aneh Dan unik Yang Pernah Dijatuhkan Pengadilan...
Mendengarkan Lagu 1 Jam Nonstop Dengan Volume Penuh
Pada tahun 2008 yg lalu Hakim Paul Sacco yg berasal dari Negara bagian Colorado, Amerika Serikat, menangani sebuah kasus yg dapat dibilang cukup aneh. Kasus ini berupa tuntutan dari seseorang kepada tetangganya yg sering memutar musiak dengan volume yg sangat keras & mengganggu dirinya.
Singkat cerita pada saat momen pembacaan vonis sudah tiba, Hakim Sacco menyatakan bahwa tergugat memang bersalah karena sudah berulang kali mengganggu tentangganya dengan kebisingan yg dia buat hingga tergugat layak dihukum. Namun bukanya menjatuhkan sanksi penjara atau denda, Hakim Sacco justru menjatuhkan saksi sesuai dengan minat si tergugat yaitu sesuatu yg berhubungan dengan musik. Hukuman tersebut adalah mendengarkan musik pop & juga lagu dari Barry Manilow yg merupakan penyanyi favorit sang Hakim selama satu jam penuh dengan volume yg keras.
Meskipun terdengar sederhana tetapi sanksi ini sebenarnya tergolong berat mengingat terdakwa merupakan pesayang musik rock & metal. Saat menjalankan hukumanya tersebut si terdakwa tak cuma harus mendengarkan musik pop & lagu dari Barry Manilow selama satu jam nonstop tetapi penderitaan dari si pesakitan masih harus di tambah dengan kewajiban untuk mendengarkan musik anak-anak dari acara Barney and Friends dengan volume yg maksimal. Menurut Sacco dengan tindakanya ini Ia berharap bahwa terpidana dapat mempelajari tata krama dalam mendengarkan musik.
Membuat Twit Permintaan Maaf Sebanyak 466 Kali
Hukuman unik kali ini muncul pada pada tahun 2012 yg lalu di negara Perancis. Merasa gerah karena sering diolok-olok lewat media sosial twitter dua orang politikus Perancis yg kala itu tengah menduduki kursi parlemen yaitu Nathalie Kosciusko-Morizet & Jean-Francois Cope, memutuskan untuk menuntut seorang pengguna twitter bernama Fluzin Baptiste yg secara konsisten terus menghina mereka lewat jejaring sosial mikroblog tersebut. Oleh kedua politis tersebut Baptiste akhirnya dilaporkan ke pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik. Dan setelah melewati persidangan yg berlangsung selama bebeapa bulan. Hakim akhirnya memutuskan bahwa kicauan Baptiste di Twiiter tersebut merupakan sebuah tindakan fitnah kepada kedua politikus parlemen tersebut.
Dan akibat tindakanya ini Baptiste harus menjalani sanksi yg cukup unik. Hal ini disebabkan karena Morizet & Cope tak menuntut ganti rugi berupa materi melainkan mewajibkan Baptiste untuk meminta maaf secara tebuka lewat Twitter. Permintaan keduanya ini di setujui oleh Hakim, yg kemudian mewajibkan Baptiste untuk mengerjakan 466 kicauan permintaan maaf pada kedua politisi tersebut dengan menyebut nama keduanya secara gamblang. Hukuman ini wajib di jalankan oleh Baptiste selama 10 bulam penuh.
Wajib Mendatangi Gereja Dengan Rutin Selama 10 Tahun
Seorang pemuda bernama bernama Tyler Alred yg berasal dari kota Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat harus menjalani sebuah sanksi yg terbilang aneh dari pengadilan di wilayah tempatnya tinggal. Kisah ini bermula ketika pemuda berusia 17 tahun ini terlibat sebuah kecelakaan tunggal yg sudah menewaskan temanya yg duduk di sebelah kursi pengemudi. Kejadian naas tersebut terjadi karena Alred menemudi ugal-ugalan dalam keadaan mabuk. Dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya itu pengadilan menjatuhkan sanksi yg terbilang unik yaitu dengan mewajibkan Alred untuk secara ruting datang ke Gereja selama 10 tahun. Hukuman unik ini diberlakukan karena menimbang usia Alred yg masih dibawah umur serta sekaligus sebagai syarat supaya remaja ini tak harus masuk penjara.
Selain syarat harus medatangi gereja secara rutin Alred juga msih harus mejalankan beberapa syarat lainya diantaranya, dia wajib lulus kuliah & rutin mengerjakan test uji narkoba setiap 6 bulan sekali. Vonis unik ini dijatuhkan kepada Alred pada tahun 2012 yg lalu & hingga kini pemuda ini masih diwajibkan untuk mematuhi perintah pengadilan dengan rutin datang ke gereja setiap akhir pekan. Pemuda ini pun wajib lulus kuliah seperti yg diminta hakim. Caitlin Dum kakak dari Alred sangat mengapreiasi kebijakan dari hakim yg tak memenjarakan adiknya.
Hukuman Wajib Mengikuti Sekolah Mengemudi Kepada Bocah 6 Tahun
Sekolah mengemudi merupakan sebuah hal yg biasa bagi orang yg harap mendapatkan SIM supaya dapat berkendara di jalanan. Tapi bagaimana kalau yg mengikuti sekolah mengemudi ini adalah seorang bocah berusia 6 tahun. Aneh bukan tetapi itulah yg terjadi di New Mexico ketika seorang hakim menutuskan untuk menjatuhkan sanksi wajib mengikuti sekolah mengemudi bagi seorang bocah yg masih berusia 6 tahun, uniknya lagi sanksi ini di jatuhkan atas permintaan sang Ibu kandung dari bocah itu sendiri. Singkat cerita pada tahun 2009 yg lalu seorang pengemudi wanita yg tak disebutkan namanya ditilang oleh Polisi karena dianggap mengerjakan kelalaian dengan tak memasangkan sabuk pengaman bagi putaranya yg masih berusia 6 tahun.
Dan dalam persidangan kasus tilang ini yg di ketuai oleh Hakim John Sanchez terjadi sesuatu yg dapat dibilang sangat unik karena si Ibu justru mengeluh kejadian tersebut terjadi karena anaknya tak pernah mau saat dipasangkan sabuk pengaman. Dan Ibu ini malah meminta supaya hakim juga menghukum putranya supaya mereka tak terjerat masalah hukum seperti ini untuk kedepanya. Tanpa diduga, Hakim Sanchez mengamini permintaan Ibu tersebut & memberikan sanksi sanksi bai si anak untuk wajib datang ke sekolah mengemudi, supaya diajarai tentang pentingnya penggunaan sabuk pengaman saat berkendara guna menghindari resiko terburuk saat terjadi kecelakaaan.
Membawa Papan Bertuliskan Saya Pencuri
Seorang pencuri dari kota Liberty, Ohio, AS ini dapat dibilang cukup beruntung setelah dirinya berhasil menghindari sanksi penjara akibat ulahnya yg ketahuan hendak mencuri sebuah televisi 52 Inchi dari sebuah toko yg merupakan bagian dari jaringan waralaba Walmart, pada 22 Maret 2016 yg lalu. Pria bernama Greg Davenport berhasil lolos dari sanksi penjara setelah memilih untuk menjalankan sanksi alternatif yg di sediakan oleh pengadilan setempat. Hukuman ini sepintas mirip dengan hukum adat bagi pencuri yg ada dipulau Bali dengan berjalan dengan membawa papan yg bertuliskan "Saya Pencuri", cuma saja bedanya selain harus berjalan keliling kota Greg juga harus melambai pada setiap mobil yg lewat dijalan.
Hukuman ini wajib dilakukan selama 8 jam sehari yg mayoritas di lakukan di lapangan parkir Walmart & harus dilakukan selama 10 hari berturut-turut. Jika ketahuan melanggar maka pihak Walmart akan memproses kembali pencurian yg dilakukanya. Saat diwawancarai oleh TV lokal "Greg mengaku bahwa dirinya lebih suka sanksi seperti dibandingkan harus mendekam di penjara".Hukuman unik yg dijalani Greg ini muncul setelah managemet Walmart. berkonsultasi dengan pihak kepolisian & keduanya berpendapat kalau sanksi yg bersifat memberi rasa malu seperti ini lebih berdampak positif bagi perubahan seseorang.
Referensi :
Quote:
Hari ini 04:31
Mendengarkan Lagu 1 Jam Nonstop Dengan Volume Penuh
Pada tahun 2008 yg lalu Hakim Paul Sacco yg berasal dari Negara bagian Colorado, Amerika Serikat, menangani sebuah kasus yg dapat dibilang cukup aneh. Kasus ini berupa tuntutan dari seseorang kepada tetangganya yg sering memutar musiak dengan volume yg sangat keras & mengganggu dirinya.
Singkat cerita pada saat momen pembacaan vonis sudah tiba, Hakim Sacco menyatakan bahwa tergugat memang bersalah karena sudah berulang kali mengganggu tentangganya dengan kebisingan yg dia buat hingga tergugat layak dihukum. Namun bukanya menjatuhkan sanksi penjara atau denda, Hakim Sacco justru menjatuhkan saksi sesuai dengan minat si tergugat yaitu sesuatu yg berhubungan dengan musik. Hukuman tersebut adalah mendengarkan musik pop & juga lagu dari Barry Manilow yg merupakan penyanyi favorit sang Hakim selama satu jam penuh dengan volume yg keras.
Meskipun terdengar sederhana tetapi sanksi ini sebenarnya tergolong berat mengingat terdakwa merupakan pesayang musik rock & metal. Saat menjalankan hukumanya tersebut si terdakwa tak cuma harus mendengarkan musik pop & lagu dari Barry Manilow selama satu jam nonstop tetapi penderitaan dari si pesakitan masih harus di tambah dengan kewajiban untuk mendengarkan musik anak-anak dari acara Barney and Friends dengan volume yg maksimal. Menurut Sacco dengan tindakanya ini Ia berharap bahwa terpidana dapat mempelajari tata krama dalam mendengarkan musik.
Membuat Twit Permintaan Maaf Sebanyak 466 Kali
Hukuman unik kali ini muncul pada pada tahun 2012 yg lalu di negara Perancis. Merasa gerah karena sering diolok-olok lewat media sosial twitter dua orang politikus Perancis yg kala itu tengah menduduki kursi parlemen yaitu Nathalie Kosciusko-Morizet & Jean-Francois Cope, memutuskan untuk menuntut seorang pengguna twitter bernama Fluzin Baptiste yg secara konsisten terus menghina mereka lewat jejaring sosial mikroblog tersebut. Oleh kedua politis tersebut Baptiste akhirnya dilaporkan ke pengadilan atas tuduhan pencemaran nama baik. Dan setelah melewati persidangan yg berlangsung selama bebeapa bulan. Hakim akhirnya memutuskan bahwa kicauan Baptiste di Twiiter tersebut merupakan sebuah tindakan fitnah kepada kedua politikus parlemen tersebut.
Dan akibat tindakanya ini Baptiste harus menjalani sanksi yg cukup unik. Hal ini disebabkan karena Morizet & Cope tak menuntut ganti rugi berupa materi melainkan mewajibkan Baptiste untuk meminta maaf secara tebuka lewat Twitter. Permintaan keduanya ini di setujui oleh Hakim, yg kemudian mewajibkan Baptiste untuk mengerjakan 466 kicauan permintaan maaf pada kedua politisi tersebut dengan menyebut nama keduanya secara gamblang. Hukuman ini wajib di jalankan oleh Baptiste selama 10 bulam penuh.
Wajib Mendatangi Gereja Dengan Rutin Selama 10 Tahun
Seorang pemuda bernama bernama Tyler Alred yg berasal dari kota Tulsa, Oklahoma, Amerika Serikat harus menjalani sebuah sanksi yg terbilang aneh dari pengadilan di wilayah tempatnya tinggal. Kisah ini bermula ketika pemuda berusia 17 tahun ini terlibat sebuah kecelakaan tunggal yg sudah menewaskan temanya yg duduk di sebelah kursi pengemudi. Kejadian naas tersebut terjadi karena Alred menemudi ugal-ugalan dalam keadaan mabuk. Dan untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya itu pengadilan menjatuhkan sanksi yg terbilang unik yaitu dengan mewajibkan Alred untuk secara ruting datang ke Gereja selama 10 tahun. Hukuman unik ini diberlakukan karena menimbang usia Alred yg masih dibawah umur serta sekaligus sebagai syarat supaya remaja ini tak harus masuk penjara.
Selain syarat harus medatangi gereja secara rutin Alred juga msih harus mejalankan beberapa syarat lainya diantaranya, dia wajib lulus kuliah & rutin mengerjakan test uji narkoba setiap 6 bulan sekali. Vonis unik ini dijatuhkan kepada Alred pada tahun 2012 yg lalu & hingga kini pemuda ini masih diwajibkan untuk mematuhi perintah pengadilan dengan rutin datang ke gereja setiap akhir pekan. Pemuda ini pun wajib lulus kuliah seperti yg diminta hakim. Caitlin Dum kakak dari Alred sangat mengapreiasi kebijakan dari hakim yg tak memenjarakan adiknya.
Hukuman Wajib Mengikuti Sekolah Mengemudi Kepada Bocah 6 Tahun
Sekolah mengemudi merupakan sebuah hal yg biasa bagi orang yg harap mendapatkan SIM supaya dapat berkendara di jalanan. Tapi bagaimana kalau yg mengikuti sekolah mengemudi ini adalah seorang bocah berusia 6 tahun. Aneh bukan tetapi itulah yg terjadi di New Mexico ketika seorang hakim menutuskan untuk menjatuhkan sanksi wajib mengikuti sekolah mengemudi bagi seorang bocah yg masih berusia 6 tahun, uniknya lagi sanksi ini di jatuhkan atas permintaan sang Ibu kandung dari bocah itu sendiri. Singkat cerita pada tahun 2009 yg lalu seorang pengemudi wanita yg tak disebutkan namanya ditilang oleh Polisi karena dianggap mengerjakan kelalaian dengan tak memasangkan sabuk pengaman bagi putaranya yg masih berusia 6 tahun.
Dan dalam persidangan kasus tilang ini yg di ketuai oleh Hakim John Sanchez terjadi sesuatu yg dapat dibilang sangat unik karena si Ibu justru mengeluh kejadian tersebut terjadi karena anaknya tak pernah mau saat dipasangkan sabuk pengaman. Dan Ibu ini malah meminta supaya hakim juga menghukum putranya supaya mereka tak terjerat masalah hukum seperti ini untuk kedepanya. Tanpa diduga, Hakim Sanchez mengamini permintaan Ibu tersebut & memberikan sanksi sanksi bai si anak untuk wajib datang ke sekolah mengemudi, supaya diajarai tentang pentingnya penggunaan sabuk pengaman saat berkendara guna menghindari resiko terburuk saat terjadi kecelakaaan.
Membawa Papan Bertuliskan Saya Pencuri
Seorang pencuri dari kota Liberty, Ohio, AS ini dapat dibilang cukup beruntung setelah dirinya berhasil menghindari sanksi penjara akibat ulahnya yg ketahuan hendak mencuri sebuah televisi 52 Inchi dari sebuah toko yg merupakan bagian dari jaringan waralaba Walmart, pada 22 Maret 2016 yg lalu. Pria bernama Greg Davenport berhasil lolos dari sanksi penjara setelah memilih untuk menjalankan sanksi alternatif yg di sediakan oleh pengadilan setempat. Hukuman ini sepintas mirip dengan hukum adat bagi pencuri yg ada dipulau Bali dengan berjalan dengan membawa papan yg bertuliskan "Saya Pencuri", cuma saja bedanya selain harus berjalan keliling kota Greg juga harus melambai pada setiap mobil yg lewat dijalan.
Hukuman ini wajib dilakukan selama 8 jam sehari yg mayoritas di lakukan di lapangan parkir Walmart & harus dilakukan selama 10 hari berturut-turut. Jika ketahuan melanggar maka pihak Walmart akan memproses kembali pencurian yg dilakukanya. Saat diwawancarai oleh TV lokal "Greg mengaku bahwa dirinya lebih suka sanksi seperti dibandingkan harus mendekam di penjara".Hukuman unik yg dijalani Greg ini muncul setelah managemet Walmart. berkonsultasi dengan pihak kepolisian & keduanya berpendapat kalau sanksi yg bersifat memberi rasa malu seperti ini lebih berdampak positif bagi perubahan seseorang.
Referensi :
Quote:
Hari ini 04:31