• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Visum & Autopsi, Apa Perbedaannya & Kenapa Harus Dilakukan?

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Visum & Autopsi, Apa Perbedaannya & Kenapa Harus Dilakukan?


Welcome to My Thread​


Pernah melihat dua orang bertengkar? Misalnya dua orang yg tidak saling kenal, dua orang teman/ sahabat, atau sepasangan suami istri,bertengkar karena kesalahpahaman atau suatu masalah ? Pertengkaran akan sering ada dalam hubungan antara manusia apapun kaitannya. Terkadang pertengkaran itu disertai tindak kekerasan yg menyebabkan salah satu atau keduanya terluka.

Visum & Autopsi, Apa Perbedaannya & Kenapa Harus Dilakukan?


Ilustrasi Kasus 1

Sepasang suami istri yg sudah lama menikah bertengkar hebat di rumah. Sang istri pergi ke rumah sakit dengan kondisi luka lebam di paras & sudut mulut sobek. Ketika dokter menganamnesis, wanita itu mengaku sudah dipukul suaminya saat mereka bertengkar. Sang suami dulunya adalah pria yg lembut & sangat menyayanginya. Lelaki itu berubah temperamnental ketika usahanya ambruk & dia mulai minum-minuman keras & terjerumus dalam narkoba. Si suami kadang kehilangan kontrol akan dirinya & akan meminta maaf dengan menghiba pada sang istri.

KDRT, apapun alasannya wanita dapat menggugat sang suami. Namun, apakah menggugat sang suami merupakan jalan yg terbaik?


Ilustrasi Kasus 2

Seorang selebriti ditemukan gantung diri di kamarnya. Pada saat ditemukan, lidahnya tidak terjulur & tidak ada kotoran/ cairan dalam anus/ kemaluan.
Korban dalam puncak karier & sebelumnya, orang-orang terdekatnya tidak pernah mendengar dia mengeluh atau kelihatan bermasalah. Dia terlihat seperti baik-baik saja.
Apakah ini kasus bunuh diri ataukah pembunuhan?

Ilustrasi Kasus 3

Seorang gadis datang ke RSUD diantar ayahnya. Dia mengalami luka cakaran di paras & kepalanya benjol. Dia mengaku sudah dianiaya oleh sekelompok siswi di saat pulang sekolah.

Ilustrasi Kasus 4

Seorang wanita ditemukan tergeletak tanpa nyawa di sebuah hotel. Di lantai dekat ranjangnya berserakan obat asma. Apakah dia meninggal karena sakit ataukah karena sebuah tindakan kriminal?

Visum & Autopsi, Apa Perbedaannya & Kenapa Harus Dilakukan?


Sebelum membahas kasus di atas ada baiknya kita mengenal apa sih yg dinamakan Visum et Repertum. Menurut dr. Mun'im Idris, Visum et Repertum adalah suatu laporan tertulis daridokter yg sudah disumpah tentang apa yg dilihat & ditemukan pada barang bukti yg diperiksanya serta memuat pula kesimpulan dari pemeriksaan tersebut guna kepentingan peradilan.Visum et repertum berguna untuk memberikan hakim fakta-fakta dari bukti-bukti yg ada pada korban. Fakta-fakta tersebut dapat dipakai oleh hakim sebagai pertimbangan untuk menentukan hukuman.

Bagaimana seseorang dapat mengerjakan pemeriksaan VeR?

Pemeriksaan biasanya dilakukan di rumah sakit, klinik, atau Puskemas yg sudah ditunjuk oleh penyidik. Pada saat pemeriksaan, korban akan ditemani petugas kepolisian, dapat juga bersama petugas & keluarga yg dipercaya.

Visum & Autopsi, Apa Perbedaannya & Kenapa Harus Dilakukan?


Bagaimana dengan Autopsi?

Autopsi adalah prosedur medis yg dilakukaan untuk Pemeriksaan menyeluruh pada tubuh orang yg sudah meninggal. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mengetahui penyebab & cara korban meninggal. Umumnya autopsi dilakukan pada jasad yg dianggap mati dengan cara tak wajar.

Pada ilustrasi kasus pertama

Istri sebenarnya dapat memperkarakaan sang suami atas tindakan KDRT yg dilakukan. KDRT ini dapat jadi alasan seseorang untuk mengerjakan gugatan cerai. Tetapi kenapa kasus KDRT banyak yg cuma berakhir di puskesmas atau rumah sakit? Wanita kadang rela dianiaya bertahun-tahun karena beberapa sebab. Pertama pertimbangan anak. Wanita umumnya mementingkan kepentingan anak daripada kebahagiaan dirinya sendiri. Perceraian akan menciptakan kehidupan sang anak jadi timpang karena ketidakhadiran salah satu orang tuanya. Kedua karena ketergantungan emosional kepada suami. Kebutuhan untuk disayang & masih adanya rasa sayang terkadang menciptakan wanita rela mengalami KDRT selama bertahun-tahun. Ketiga karena ketergantungan ekonomi. Seorang ibu rumah tangga umumnya takut kalau berpisah akan kesulitan mencari uang.

Sebenarnya sang istri dapat meminta VeR (Visum et Repertum) ketika melapor ke polisi, & menjadikannya sebagai bukti di persidangan, tetapi perceraian memang bukanlah jalan yg baik. Tetapi kalau terus menerus dirundung KDRT, apakah kehidupan dalam rumah tangga memberikan kebahagiaan? Suami dapat saja sadar suatu waktu, tetapi banyak tabiat buruk ini yg tetap bertahan hingga ajal menjemput.

Pada Ilustrasi Kasus Kedua

Sang seniman dapat saja memang mengerjakan gantung diri, tetapi dapat juga jadi korban pembunuhan. Bagaimana dapat? Bukankah mayatnya ditemukan tergantung?
Betul, mayat memang tergantung, tetapi terkadang pembunuh untuk menyamarkan kejahatannya, memakai cara pembunuhan yg halus. Misal di korban dicekoki obat tidur atau dibekap pakai bantal hingga meninggal. Tak ada tanda kekerasan di fisiknya, kemudian digantung.
Jika ada hal-hal yg dirasa mengganjal oleh pihak keluarga (misal tak ada tanda-tanda depresi atau punya masalah), keluarga dapat meminta polisi untuk melakukaan autopsi pada jasad korban. Autopsi dapat menjelaskan apa sebab & bagaimana kematian korban.

Pada Ilustrasi kasus ketiga

Siswi tersebut dapat memeriksakan luka-luka yg dideritanya, dokter akan mencatat detil lukanya saat itu di catatan medis korban. Korban & sang ayah setelah itu dapat melaporkannya ke kepolisian. Polisi akan menciptakan permintaan VeR di rumah sakit & VeR dibuat berdasarkan pemeriksaan saat korban datang.

Pada Ilustrasi kasus keempat

Jika memang korban sebelumnya menderita asma, ada kemungkinan meninggalnya karena asma. Namun kalau di TKP ditemukan tanda-tanda yg mencurigakan, maka biasanya akan dimintakan autopsi untuk menentukan sebab kematian yg sebenarnya. Namun, autopsi ini sendiri harus atas persetujuan pihak keluarga. Jika keluarga korban tidak menyetujui dilakukannya autopsi maka biasanya kasus akan dipecahkan tanpa bukti-bukti yg dapat didapat dari hasil autopsi.

Nah, Agan Sista, semoga kita tidak pernah dekat-dekat dengan dua urusan itu ya. Terima kasih sudah membaca thread ane. Stay Happy and stay safe.

Ditulis oleh @cattleyaonly

Referensi
Opini Pribadi
Sumber
Sumber​


Visum & Autopsi, Apa Perbedaannya & Kenapa Harus Dilakukan?
Hari ini 22:11
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.