• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Virus Mematikan Marburg Merebak di Afrika

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Gejalanya Mirip Demam Berdarah


Wabah virus Marburg tengah merebak di Afrika & jadi sorotan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sembilan kematian akibat virus tersebut. Kematian ditemukan di provinsi Kie Ntem, Guinea Khatulistiwa.

Selain itu WHO sudah mencatat 16 kasus suspek di letak yg sama. Virus ini menyebabkan demam berdarah yg sangat mematikan. Hampir semua mengalami gejala serupa yakni mengalami demam, kelelahan, diare & muntah darah.


Virus Mematikan Marburg Merebak di Afrika



Virus Marburg berasal dari keluarga yg sama dengan virus Ebola. Maka tak heran kalau virus ini sangat mematikan. Organisasi Kesehatan Dunia bahkan menyebut risiko kematian akibat virus Marburg yg saat ini beredar di Afrika sudah mencapai 88%.

Direktur Regional WHO untuk Afrika Matshidiso Moeti mengatakan virus Marburg sangat menular. Pemerintah Guinea Khatulistiwa sudah gerak cepat mencegah merebaknya virus itu.

Marburg sangat menular. Karena penyakit itu dengan cepat & pasti dikonfirmasi oleh otoritas Guinea Khatulistiwa, tanggap darurat segera dilaksanakan, mengatakan Moeti mengutip situs resminya.

Menteri Kesehatan Guinea Khatulistiwa Mitoha Ondoo Askaba mengatakan kasus kematian perdana terjadi pada Jumat (03/02) kemarin.

Ondo menjelaskan otoritas kesehatan setempat awalnya melaporkan timbulnya penyakit yg tidak diketahui penyebabnya, tetapi gejalanya mirip dengan demam berdarah.

Virus Mematikan Marburg Merebak di Afrika


Pemerintah kemudian mengirim sampel cairan orang tersebut ke laboratorium di Senegal. Hasilnya mengkonfirmasi kasus positif penyakit virus Marburg. Tim saat ini sedang mengerjakan pelacakan kontak, mengisolasi & mengobati kasus yg dicurigai.

Otoritas lokal sudah mengkarantina lebih dari 200 orang bergejala pekan lalu.

Juga membatasi pergerakan untuk mencegah penyebaran infeksi lebih lanjut. Pembatasan yg tepat ada di provinsi Kie Ntem. Terutama bagi mereka yg bergejala.

Berkat tindakan cepat & tegas oleh otoritas Guinea dalam mengkonfirmasi penyakit tersebut, tanggap darurat dapat dilakukan dengan cepat, mengatakan Dr Matshidiso Moeti, direktur regional WHO untuk Afrika, dalam pernyataan tersebut.

Infeksi perdana ditularkan melalui monyet di Uganda. Monyet ini jadi subjek penelitian yg dilakukan oleh para peneliti. Penyakit ini lazim di negara-negara Afrika. Selain di Guinea Khatulistiwa, wabah virus juga terjadi di Angola, Republik Demokratik Kongo, & Kenya.

Gejala virus Marburg


Virus biasanya memiliki masa inkubasi yg bervariasi. Mulai dari dua hari hingga tiga minggu. Selama tahap awal penularan, pasien yg terinfeksi mengalami

Virus Mematikan Marburg Merebak di Afrika


kombinasi gejala berikut:

demam tinggi,
sakit kepala intens,
kelelahan,
nyeri otot,
diare,
kram perut,
mual & muntah.


WHO bahkan menggambarkan pasien pada fase ini tak ubahnya hantu. Mata pasien akan terlihat dalam & dilanda kelelahan yg ekstrem. Pada kasus yg parah, pasien biasanya akan mengalami pendarahan di berbagai area tubuh.

Beberapa pasien dilaporkan mengalami muntah darah, feses yg keluar disertai darah. Juga pendarahan pada hidung, gusi, & vagina. Tak cuma itu, virus Marburg yg kini mewabah di Afrika juga dapat menyebabkan kebingungan pada pasien.

Dalam kasus yg fatal, WHO mencatat, kematian akan terjadi pada hari ke-8 & ke-9 setelah timbulnya gejala. Kondisi ini biasanya akan didahului oleh kehilangan banyak darah & lemas.

Sumber klik

Tetap waspada dna jaga kesehatan gan Kemarin 23:47
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.